Rabu, 26 Februari 2020

Daftar Tanaman Obat Lengkap Beserta Gambar dan Khasiatnya

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tidak kalah pentingnya dari tanaman hias lainnya. Tidak hanya memberi kesan segar pada taman, namun juga bisa menjadi bahan ramuan obat tradisional.
Pekarangan rumah sudah seharusnya dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tumbuhan, baik itu tanaman hias, tanaman buah dan tidak ketinggalan adalah tanaman obat.
Salah satu alasan kenapa Anda harus menanam tanaman obat di pekarangan rumah adalah Anda tidak mesti langsung mengonsumsi obat-obatan kimia yang dipercaya memiliki efek samping yang lebih tinggi dibandingkan dengan obat-obatan alami atau herbal, apalagi jika untuk mengobati sakit ringan. Obat-obatan alami sudah dipercaya ribuan tahun yang lalu oleh nenek moyang kita mampu mengobati berbagai macam penyakit.
Jika tanaman obat berikut tumbuh di kebun Anda maka tidak perlu khawatir lagi dengan sakit yang diderita. Berikut daftar gambar tanaman obat dan khasiatnya yang bisa Anda tanam di rumah:
  • Adam Hawa
Adam hawa (Tradescantia spathacea) merupakan salah satu tanaman hias dan sekaligus sebagai tanaman obat dengan tampilan sekilas menyerupai tanaman nanas. Daunnya tumbuh berbentuk roset berwarna hijau keabuan di permukaannya dan ungu di bawahnya.
Kandungan: Carboxyrnethykellulose, dimethylsuffoxide, acetylaminotfluorene, dimethylsuffoxide, aqueous crude extract, zat 2-AAF dan banyak lagi senyawa lainnya yang bermanfaat untuk tubuh.
Khasiat: Menyembuhkan penyakit bronkhitis, pendarahan, rematik, disentri, sembelit, anemia, batuk darah, bengkak, dan luka-luka.
  • Adas

Anda pasti pernah mendengar bahkan sering menggunakan minyak telon, minyak dengan aroma yang khas ini biasa dibalurkan pada tubuh bayi. Nah, biji adas (Foeniculum vulgare Mill.) ini salah satu komponen yang terkandung pada minyak telon.
Adas yang berasal dari Laut Tengah timur ini tumbuh membentuk rumpun dengan tinggi 50-200 cm. Mahkota bunga berwarna kuning dan muncul dari ujung batang.
Kandungan: Anetol, minyak atsiri, fenkon, bergapten, stigmasterin (serposterin), dan lain-lain.
Khasiat: Bahan campuran minyak telon untuk menghangatkan tubuh bayi, memperlancar ASI, mengurangi rasa nyeri pada saat menstruasi, meningkatkan cita rasa dalam masakan.
  • Akar Wangi (Vetiver) 
Akar wangi atau dikenal juga dengan nama vetiver adalah tanaman sejenis rumput yang berasal dari India. Sesuai namanya, akar dari tanaman menghasilkan aroma yang wangi. Aromanya yang khas disukai manusia namun lain halnya bagi hewan, sehingga akarnya biasanya dikeringkan dan diletakkan di lemari pakaian sebagai pengharum, sekaligus mencegah keberadaan serangga perusak.
Kandungan: Minyak atsiri, asetat vetvenyl, vetiverol dll.
Khasiat: Mengusir serangga, mengobati rematik, encok, pegal linu, luka bekas gigitan ular, dan meredakan bau mulut.
  • Alang-Alang
Alang-alang (Imperata cylindrica) biasanya banyak tumbuh liar di lahan luas. Tahukah Anda? Tanaman yang dianggap gulma ini nyatanya memiliki banyak khasiat bagi kesehatan manusia. Selain sebagai tanaman obat, daun alang-alang juga dapat digunakan sebagai bahan bangunan (atap rumah dsb).
Kandungan: Fernenol, kampesterol, skopolotin, katekol, asam oksalat, silindrin dll.
Khasiat: Menurunkan tekanan darah tinggi, sebagai piretik, mengobati demam, dan sebagai diuretik (meluruhkan kencing).
  • Angsana
Angsana dikenal pula dengan nama sonokembang atau dalam dunia ekonomi bisnis disebut sebagai rosewood atau narra. Angsana terkenal sebagai tanaman pohon penghasil kayu terbesar dengan kualitas tinggi. Selain dimanfaatkan kayunya, ternyata angsana juga merupakan tanaman obat yang memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh.
Kandungan: Saponin, falvonoida, minyak atsiri, resin, polifenol dsb.
Khasiat: Mengobati batu ginjal, sariawan, bisul, kencing manis, luka bagian luar dan diare.
  • Antanan Besar (Whorled Pennywort)
Antanan besar dikenal pula dengan nama shield pennywort, whorled pennywort, juga whorled marshpennywort. Tanaman ini tumbuh ditempat yang basah seperti rawa-rawa dan berasal dari Amerika Utara dan Hindia Barat. Daunnya tumbuh menyerupai payung dan bisa digunakan sebagai tanaman aquascape untuk posisi depan (foreground). 
Kandungan: Tanin, madecassoside, vellarine, mineral, brahmicacid dsb.
Khasiat: Untuk peradangan, lepra, disentri, radang lambung, demam, wasir dan radang tenggorokan.
  • Asam Jawa (Tamarind / Indian Date)
Tanaman buah yang asam jawa kerap digunakan sebagai bumbu dapur atau dibuat jadi manisan asam. Tanaman yang memiliki nama Ilmiah Tamarindus indica ini memiliki tekstur daging buah mirip kurma sehingga disebut juga kurma India. Selain populer dijadikan sebagai bumbu dapur, asam jawa juga digunakan untuk mengobati beberapa macam penyakit.
Kandungan: Asam malat, asam sitrat, asam asetat, asam suksinat, asam tartrat, vitamin B3, peptin, prolin, serin, kalium, lemak dsb.
Khasiat: Demam, penyakit kulit, cacingan, rematik, insomnia, sakit kunijng, nyeri haid, disentri, sembelit, batuk, radang payudara, sariawan, dan sebagainya.
  • Asam Kranji (Velvet Tamarind)
Asam kranji (Dadalium indium) adalah tanaman buah yang memiliki ukuran sebesar anggur, bulat, berwarna hitam ketika matang. Pulp asam kranji berwarna orange gelap kadang kemerahan, dengan rasa asam yang segar. Di luar negeri disebut velvet tamarind. Selain populer dijadikan sebagai bumbu dapur, asam kranji juga digunakan untuk mengobati beberapa macam penyakit.
Khasiat: Mengobati sariawan, diare dan gusi berdarah. Serta dapat mengusir kolesterol jahat di dalam tubuh. Caranya hanya dengan mengkonsumsi daging buahnya langsung saat matang selagi masih segar.
  • Awar-Awar
Awar-awar (Ficus Septica Burm. L) adalah tanaman obat yang termasuk dalam famili Moraceae. Tanaman ini sering ditemukan tumbuh liar bahkan pada kondisi lingkungan yang tidak bersahabat sekalipun. Buahnya bulat kecil-kecil berwarna hijau dan sekilas nampak seperti buah tin.
Kandungan: Alkaloida, tiloforin, septisin, flavonoida, tanin, polifenol, dan antofin.
Khasiat: Obat untuk radang usus buntu, sesak nafas, penawar racun ular berbisa, asma, kepala pusing, mengurangi bengkak, obat penyakit kulit seperti bisul, mengatasi rematik, dan juga sebagai pencahar.
  • Bandotan
Bandotan (Ageratum conyzoides L.) adalah salah satu tanaman obat yang memiliki aroma tajam mirip bau kambing (bandot artinya kambing). Tanaman ini aslinya berasal dari Brasil kemudian menyebar hingga ke Indonesia. Bandotan sering ditemukan tumbuh liar di ladang atau di semak belukar. Tanaman yang berasal dari genus Ageratum ini terkenal sebagai obat luka.
Kandungan: Saponin, polifenol, falvonoida, minyak atsiri, alkaloida, sitosterol dsb.
Khasiat: Obat luka, sakit dada, demam, sakit perut, patah tulang, pencuci mata, malaria, sakit tenggorokan, mimisan, keseleo, radang telinga dsb.
  • Bangun-Bangun
Bangun-bangun (Coleus amboinicus Lour.) adalah salah satu tanaman yang sering dimanfaatkan sebagai obat. Tanaman yang berasal dari Afrika Selatan dan Utara ini sering pula disebut sebagai daun jintan. Batang tanaman bangun-bangun memiliki ruas-ruas, dan jika ruas batang menyentuh tanah akan muncul akar dari ruas tersebut. Daunnya memiliki aroma yang harum dengan rasa sedikit getir
Kandungan: Kalium dan minyak atsiri (karvakrol, idoprofil-o-kesrol, dan fenol). Daunnya juga mengandung zat besi dan karotenoid yang tinggi.
Khasiat: Obat karminatif (peluruh kentut), laktagoga (pelancar ASI), menjaga stamina tubuh, menghilangkan rasa lelah dan letih, umbi dan akar tanaman ini mengandung forskolin yang diketahui dapat merangsang ereksi, sebagai tonikum jantung dan berperan dalam mengativasi enzim adenilat siklase. Selain itu juga dimanfaatkan untuk mengobati batuk, demam, pilek, sariawan, asma , ayan, perut kembung dan lain- lain.
  • Bawang Merah
Bawang merah merupakan tanaman bumbu dapur yang sering digunakan untuk menambah cita rasa pada masakan. Selain itu, bawang merah juga digunakan sebagai obat.
Kandungan: Vitamin, kalium, karbohidrat dsb.
Khasiat: Menurunkan kolesterol, mengontrol tekanan darah, meredakan sakit tenggorokan, mencegah diabetes, mencegah pertumbuhan sel kanker, mengatasi ketombe, mengatasi rambut rontok, dan lain-lain.
  • Bawang Sabrang (Bawang Dayak)
Bawang sabrang (Eleutherine bulbosa) atau dikenal pula dengan nama bawang dayak. Tanaman yang berasal dari Amerika ini memiliki umbi berbentuk bulat telur, berwarna merah dan tidak berbau. Bawang sabrang memiliki khasiat untuk mengobati beberapa jenis penyakit.
Kandungan: Polifenol dan flavonoida
Khasiat: Obat untuk bisul, kanker payudara, luka, hipertensi, diabetes, penyakit kuning atau liver, mual & muntah, serta kelebihan kolesterol, anti pendarahan, anti radang, baik untuk jantung, mengobati kanker, diabetes mellitus, dan juga untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh (imunitas).
  • Bayam Duri (Spiny Amaranth)
Bayam duri atau di luar negeri dikenal sebagai spiny amaranth, spiny pigweedthorny amaranth, atau prickly amaranth. Tanaman yang memiliki nama Ilmiah Amaranthus spinosus ini memiliki banyak khasiat sebagai tanaman obat. Ciri khas tanaman ini sesuai namanya yaitu duri pada batang, tepat pada pangkal daunnya.
Kandungan: Amarantin, hentriakontan, tanin, zat besi, rutin, spinasterol, kalium nitrat dan vitamin.
Khasiat: Meluruhkan kencing, meluruhkan haid, meluruhkan dahak, membersihkan darah, memperlancar ASI, meredakan demam, mencegah penyakit jantung dan ginjal, penawar racun, menurunkan bengkak, dan sebagainya.
  • Belimbing Wuluh
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) atau dikenal pula dengan nama belimbing sayur. Buahnya berbentuk lonjong berwarna hijau, dan tumbuh bergerombol pada batangnya. Rasanya masam dan sering dibuat sayur.
Kandungan: Saponin, falovonoida, asam format, peroksidase, kalium sitrat dsb.
Khasiat: Memperbaiki fungsi pencernaan, meredakan batuk, sariawan, sakit gigi dan gigi berlubang, rematik, melancarkan pencernaan, gusi berdarah, hipertensi, sakit perut dan beberapa penyakit lainnya.
  • Beluntas
Tanaman yang memiliki nama Ilmiah Pluchea indica ini merupakan salah satu tanaman obat yang biasa tumbuh liar di pekarangan rumah. Beluntas memiliki daun berwarna hijau dan bergerigi pada tepinya, tingginya bisa mencapai 1-3 meter.
Kandungan: Saponin, tlavonoida, polivenol, alkaloida dan minyak atsiri.
Khasiat: Menghilangkan bau tak sedap, baik bau badan maupun bau mulut. Menurunkan demam, batuk, mengatasi pegal, mengobati keputihan.
  • Bidara (Indian Plum)
Bidara atau dikenal pula dengan nama Indian plum memiliki buah yang biasa diolah menjadi minuman atau bisa dimakan langsung, daunnya biasa dimasak sebagai sayur dan dibuat jamu.
Kandungan: Karoten, vitamin A dan C, lemak, Protein, kalsium, zat besi dsb.
Khasiat: Obat sakit perut, demam, mengatasi masalah pencernaan, dan biasa digunakan dalam memandikan mayat.
  • Biduri (Widuri)
Tanaman biduri atau widuri adalah tanaman yang sering dijumpai tumbuh liar di pekarangan rumah dan berfungsi sebagai tanaman obat.
Kandungan: Saponin, sapogenin, kalotoksin, kalaktin, flavonoida, polifenol, tanin dan kalsium oksalat.
Khasiat: Obat kudir, bisul, sariawan, gatal pada cacar air, luka kulit, campak, batuk dan demam. Akar biduri dapat digunakan untuk mengobati perut kembung, demam, pegal dan lemas, bisul, terkena gigitan ular.
  • Binahong
Binahong (Basella alba) merupakan salah satu tanaman obat yang wajib ditanam di halaman rumah Anda mengingat khasiatnya yang dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Tanaman ini tumbuh merambat hingga mencapai 10 m. Daunnya semi sukulen, tebal, dan berbentuk seperti hati.
Kandungan: Alkaloid, saponin, polifenol dan antrakuinon.
Khasiat: Obat untuk luka, ambeien, tekanan darah rendah, borok menahun, obat batuk alami, disentri atau mencret-mencret, gegar otak, eksim & penyakit kulit ringan seperti gatal-gatal, gusi berdarah, obat jerawat, mimisan, melancarkan haid, gagal ginjal, kencing manis (diabetes melitus), menambah nafsu makan, lemah syahwat atau impotensi, sakit paru-paru, menjaga stamina tubuh, pemulihan patah tulang, melancarkan peredaran darahm, melancarkan buang air kecil maupun buang air besar, mengobati radang pada ginjal, pasca operasi, pasca melahirkan, sesak nafas, maupun usus bengkak.
  • Bitter Berry (Choke Cherry)
Tanaman yang memiliki nama Ilmiah Prunus virginiana ini merupakan salah satu tanaman buah yang juga berfungsi sebagai obat. Buah bitter berry berbentuk bulat kecil berwarna merah sampai hitam, rasa sangat aneh, kecut atau cukup pahit.
Khasiat: Mengobati pilek, demam dan penyakit lambung.
  • Brotowali
Brotowali adalah salah satu tanaman yang terkenal sebagai obat tradisional. Tanaman yang memiliki nama Ilmiah Tinospora crispa ini tumbuh liar di hutan. Daunnya berwarna hijau berbentuk jantung, batangnya membelit, berbintil-bintil dan berasa pahit.
Kandungan: Alkaloid, pati, berberin, zat pahit pikroterin dan kolumbin.
Khasiat: Reumtaik, hepatitis, gangguan liver, demam, membersihkan luka, penambah nafsu makan, menurunkan kadar gula dalam darah (diabetes), rematik, malaria, dan lain-lain.
  • Buah Maja (Bael Fruit)
Buah maja (Aegle marmelos) adalah tanaman yang masih satu suku dengan jeruk. Kulit buahnya halus, berwarna hijau kekuningan dan berukuran sebesar jeruk bali. Kulit buahnya sangat keras, itulah mengapa dikenal pula dengan nama stone apple.
Khasiat: Meredakan demam, sembelit, menghilangkan bau badan, penyakit kulit seperti borok, kudis, bisuk, menstabilkan kinerja organ jantung, dan mengobati susah buang air besar.
  • Bunga Desember (Blood Lily)
Bunga Desember (Scadoxus multiflorus) merupakan salah satu tanaman bunga yang sekaligus digunakan sebagai tanaman obat. Dinamakan bunga desember karena bunganya mekar pada bulan Desember. Tanaman ini menghasilkan umbi dan bunga yang berwarna merah, bunganya unik berbentuk bulat menyerupai kembang api.
Kandungan: Saponin, polifenol dan flavonoida.
Khasiat: Mengobati luka bakar.
  • Bunga Kancing
Selain dijadikan sebagai tanaman hias, bunga kancing juga dimanfaatkan sebagi obat tradisional (Gomphrena globosa). Bunganya berbentuk bulat dan terlihat sangat imut dan yang paling banyak ditemui di Indonesia adalah warna ungu.
Kandungan: Glutamat, saponin, minyak atsiri, flavon, gomresin, amaranthin, polifenol dan dekarboksilase.
Khasiat: Obat asma atau sesak napas, peluruh dahak, radang mata, diuretik, disentri, radang saaluran napas, luka atau koreng, penambah nafsu makan, dan sebagai obat batuk.
  • Bunga Lilin (Lollipop Plant)
Bunga lilin (Pachystachys lutea) merupakan tanaman hias sekaligus berfungsi sebagai tanaman obat. Bunganya berwarna kuning tersusun ke atas menyerupai udang, itulah kenapa dijuluki sebagai golden shrimp plant. 
Kandungan: Alkaloid, polifenol, dan saponin
Khasiat: Obat diare dan juga obat cacing
  • Cabe Jawa / Cabe Jamu
Tanaman yang memiliki nama Ilmiah Piper retrofractum ini merupakan tanaman yang masih satu keluarga dengan sirih. Cabe jawa atau dikenal pula dengan nama cabe jamu sering dimanfaatkan buahnya untuk mengobati beberapa jenis penyakit.
Kandungan: Zat pedas piperin, metil piperat, piplartin, piperloguminine, damar, minyak atsiri dan lain sebagainya.
Khasiat: Mengobati encok, tekanan darah rendah, sakit kepala, demam, batuk, sakit gigi, lemah syahwat, meluruhkan keringat, hidung berlendir, dan menambah nafsu makan. Akarnya digunakan karena bersifat diuretik, juga dapat meluruhkan haid, membersihkan rahim setelah melahirkan, mengobati kejang perut, rematik, nyeri pinggang, sakit gigi, mengatasi ganggung pencernaan, dan stroke.
  • Cakar Ayam
Cakar ayam atau dikenal juga dengan nama ande-ande lumut merupakan tanaman hias sekaligus tanaman obat. Daunnya unik menyerupai cakar ayam.
Kandungan: Saponin, polifenol, antrakinon, flavonoida.
Khasiat: Mengobati kanker dan tumor, serta berbagai penyakit lain seperti hepatitis, batuk, radang paru-paru, tulang patah, diare, infeksi pernapasan, menghentikan pendarahan, mengatasi bengkak, mengatasi panas dalam, dan memperlancar aliran darah.
  • Ceguk
Ceguk atau dikenal pula dengan nama melati belanda, udani, bidani, kacekluk. Tanaman obat ini tumbuh merambat dan menghasilkan bunga berwarna merah muda.
Kandungan: Alkaloida, saponin, polifenol, resin, minyak lemak, trigonelina, gom.
Khasiat: Mengobati cacingan, sakit telinga, jamur pada kulit, sakit kepala, gangguan pencernaan anak, becek pada wanita, radang ginjal, perut kembung, dan disentri.
  • Cendana (Sandalwood)
Cendana (Santalum album) adalah tanaman pohon penghasil minyak dan kayu cendana. Tanaman yang sudah tergolong langka ini memiliki aroma kayu yang harum dan terkenal karena kemampuannya dalam pengobatan.
Kandungan: Minyak atsiri, zat samak, hars, santalol, santalen, saponin, flavonoida, polifenol, tanin dsb.
Khasiat: Mengobati penyakit flu, diare, penyakit kulit, jantung, lemah atau loyo, demam, infeksi saluran kencing, haid tidak teratur, liver, antioksidan dan anti-hiperglikemik.
  • Cengkeh
Cengkeh (Syzygium aromaticum) adalah tanaman rempah yang digunakan dalam bumbu masakan. Tidak hanya dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, cengkeh juga memiliki manfaat untuk kesehatan dan kecantikan.
Kandungan: Minyak atsiri, saponin, flavonoida, fenilin, resin, ugenol, vitamin A,B dan C yang semuanya sangat dibutuhkan oleh tubuh.
Khasiat: Mengobati infeksi pernapasan, mencegah peradangan pada tubuh, menghitamkan alis mata, meredakan batuk, mengobati sakit gigi, menghilangkan guratan pada kulit, menghaluskan  dan mencegah kerontokan rambut.
  • Ceraka Merah
Tanaman yang memiliki nama Ilmiah Plumbago indica L. ini merupakan tanaman yang berasal dari Asia Tenggara. Ceraka merah dikenal juga sebagai akar binasa atau mehulatu. Tanaman ini banyak dimanfaatkan dalam mengobati berbagai jenis penyakit.
Kandungan: Plumbagin, lumbagol, zat samak, leukodelfinidin, steroid.
Khasiat: Mengatasi penyakit rematikantimikroba, antikanker, antifertilitas, mencegah kelumpuhan, pereda sakit gigi, pereda sakit kepala, encok, dan kardiotonik.
  • Chocolate Mint
Chocolate mint merupakan tanaman sejenis mint yang memiliki aroma perpaduan antara coklat dan mint. Batangnya berwarna coklat kemerahan dan tepi daun bergerigi.
Khasiat: Mengobati perut kembung, sakit kepala, nyeri otot, antioksidan, sumber vitamin A dan vitamin C, dan lain-lain.
  • Cincau Hijau
Cincau hijau perdu (Premna oblongifolia Merr.) berhabitus pohon atau perdu. Cincau hijau merupakan bahan dasar pembuatan cincau hijau jelly yang biasa digunakan sebagai bahan minuman. Selain itu, tanaman ini juga mampu mengatasi masalah pencernaan.
Kandungan: Mineral, alkaloid, serat, klorofil, saponin, tanin, kalsium dan fosfor
Khasiat: Mengatasi gangguan pencernaan, demam, diare, anti radang, menurunkan hipertensi, dan lain-lain.
  • Cincau Hitam (Janggelan)
Cincau hitam (Mesona palustris Bl.) atau dikenal pula dengan nama janggelan merupakan salah satu tanaman yang biasa digunakan untuk membuat jelly cincau yang berwarna hitam. Selain itu, cincau hitam juga banyak digunakan sebagai obat beberapa jenis penyakit.
Kandungan: Saponin, flavonoida, tanin.
Khasiat: Mengatasi sakit perut, gangguan pencernaan seperti radang usus, diare, batuk, demam, tekanan darah tinggi, obat keputihan.
  • Coca Cola (Kola Nut)
Coca cola (Cola nitida) atau kola nut adalah tanaman yang berasal dari Afrika Barat. Selain dimanfaatkan sebagai minuman soft drink, kola nut juga digunakan sebagai tanaman obat.
Kandungan: Alkaloid kafeina, teofilinakola tanin, kolatin, minyak lemak, zat pati, gula dsb.
Khasiat: Meredakan disentri atau diare, migrain atau sakit kepala sebelah, menambah nafsu makan, maupun sebagai penyegar.
  • Cocor Bebek (Miracle Leaf)
Cocor bebek adalah tanaman sukulen yang kerap digunakan sebagai tanaman obat di Indonesia. Daun cocor bebek memiliki tekstur yang tebal dan berair. Selain sebagai tanaman obat, cocor bebek juga bisa untuk tanaman hias.
Baca juga artikel mengenai daun cocor bebek untuk kesehatan.
Kandungan: zat asam apel, zat asam lemon, saponin, flavonoida, tanin.
Khasiat: Mengobati sakit kepala, batuk, penyakit kulit seperti borok atau bisul, melancarkan air seni, demam, haid yang tidak teratur, obat luka luar.
  • Cong-Cong Belut
Cong-cong belut (Bridelia ovata decne) merupakan tanaman yang berasal dari Asia Tenggara. Tanaman ini mampu tumbuh di pantai berpasir, savana, cemara kering atau hutan gugur dan hutan hujan basah. Cong-cong belut banyak digunakan dalam pengobatan tradisional.
Kandungan: Tanin, saponin, alkaloida, flavonoida.
Khasiat: Obat pencahar, mengobati penyakit sifilis atau raja singa dan juga berkhasiat untuk merawat kesehatan rambut.
  • Culantro
Culantro (Eryngium foetidum L.) atau yang lebih dikenal dengan nama ketumbar mungsi adalah bumbu dapur dan sekaligus digunakan dalam pengobatan tradisional.
Khasiat: Mengatasi luka bakar, radang paru-paru, sakit telinga, demam, hipertensi, konstipasi, asma, sakit perut, gangguan kesuburan, gigitan ular, diare dan malaria. Culantro juga diyakini dapat digunakan untuk terapi penderita epilepsi karena memberi efek menenangkan. Rebusan daun culantro telah diteliti oleh para saintis dan menunjukkan kemampuannya sebagai anti radang dan efek analgesik pada tikus percobaan.
  • Curtain Ivy (Princess Vine)
Curtain Ivy (Cissus sicyoides) atau dikenal pula dengan nama princess vine, atau millionaire vine adalah tanaman merambat yang dimanfaatkan sebagai obat dan tanaman hias.
Khasiat: Antiepilepsi, memperkuat gigi, meredakan demam, perut kembung, antipiretik, anti-inflamasi.
  • Dadap Serep
Dadap serep memiliki nama Ilmiah Erythrina subumbrans adalah tanaman yang terkenal karena khasiatnya dalam mengobati berbagai jenis penyakit.
Kandungan: Alkaloid, eritramina, polifenol, alkaloida, aritradina, hipaforina, erisovina.
Khasiat: Mengobati demam, nifas, memperlancar ASI, menguatkan kandungan, nifas, pendarahan bagian dalam, sakit perut atau gangguan pencernaan, batuk, sariawan, radang.
  • Dandang Gendis (Sabah Snake Grass)
Dandang gendis (Clinacanthus nutans Lindau) adalah tanaman obat yang terkenal karena khasiatnya dalam menurunkan kadar gula darah. Tanaman herba yang satu ini wajib ditanam di pekarangan rumah sebagai apotik hidup karena memiliki manfaat dalam menyembuhkan banyak penyakit.
Kandungan: Saponin, minyak atsiri, alkaloid.
Khasiat: Diabetes, disentri, mengobati kebutaan, anti racun ular, dan klorofilnya diteliti untuk anti kanker, herpes, susah buang air kecil.
  • Dandelion
Anda pasti sering mendengar bunga dandelion, tanaman berbunga yang biasa ditiup dan konon katanya bisa mengabulkan permintaan. Dandelion tumbuh liar di padang rumput maupun pekarangan rumah. Selain bunganya yang cantik, dandelion juga dimnafaatkan dalam pengobatan tradisional.
Kandungan: Kaya akan vitamin A dan C, betakaroten, serat, kalium.
Khasiat: Membantu melancarkan pencernaan, obat diuretik, meningkatkan fungsi hati, memperlambat proses penuaan, mencegah penyebaran kanker, obat diabetes, radang empedu, meningkatkan kekebalan tubuh.
  • Daruju (Mountain Thistle)
Daruju (Acanthus montanus) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki daun berwarna hijau gelap, mengkilap, dengan panjang bisa mencapai 30 cm.
Kandungan: Alkaloida, asam amino, falovone, polifenol, saponin, asam fenolat, asam p-hidroksi benzoate, asam p-kumarat.
Khasiat: Akarnya digunakan untuk mengobati luka, cacingan, bisulan, kanker hati, obat batuk, pembesaran hati, maupun hepatitis. Daunnya digunakan sebagai pereda batuk, anti neoplastik, anti radang, sedangkan bijinya untuk membersihkan darah.
  • Daun Afrika

Daftar Tanaman Obat Lengkap Beserta Gambar dan Khasiatnya

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tidak kalah pentingnya dari tanaman hias lainnya. Tidak hanya memberi kesan segar pada taman, namun juga bisa menjadi bahan ramuan obat tradisional.
Pekarangan rumah sudah seharusnya dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tumbuhan, baik itu tanaman hias, tanaman buah dan tidak ketinggalan adalah tanaman obat.
Salah satu alasan kenapa Anda harus menanam tanaman obat di pekarangan rumah adalah Anda tidak mesti langsung mengonsumsi obat-obatan kimia yang dipercaya memiliki efek samping yang lebih tinggi dibandingkan dengan obat-obatan alami atau herbal, apalagi jika untuk mengobati sakit ringan. Obat-obatan alami sudah dipercaya ribuan tahun yang lalu oleh nenek moyang kita mampu mengobati berbagai macam penyakit.
Jika tanaman obat berikut tumbuh di kebun Anda maka tidak perlu khawatir lagi dengan sakit yang diderita. Berikut daftar gambar tanaman obat dan khasiatnya yang bisa Anda tanam di rumah:
  • Adam Hawa
Adam hawa (Tradescantia spathacea) merupakan salah satu tanaman hias dan sekaligus sebagai tanaman obat dengan tampilan sekilas menyerupai tanaman nanas. Daunnya tumbuh berbentuk roset berwarna hijau keabuan di permukaannya dan ungu di bawahnya.
Kandungan: Carboxyrnethykellulose, dimethylsuffoxide, acetylaminotfluorene, dimethylsuffoxide, aqueous crude extract, zat 2-AAF dan banyak lagi senyawa lainnya yang bermanfaat untuk tubuh.
Khasiat: Menyembuhkan penyakit bronkhitis, pendarahan, rematik, disentri, sembelit, anemia, batuk darah, bengkak, dan luka-luka.
  • Adas

Anda pasti pernah mendengar bahkan sering menggunakan minyak telon, minyak dengan aroma yang khas ini biasa dibalurkan pada tubuh bayi. Nah, biji adas (Foeniculum vulgare Mill.) ini salah satu komponen yang terkandung pada minyak telon.
Adas yang berasal dari Laut Tengah timur ini tumbuh membentuk rumpun dengan tinggi 50-200 cm. Mahkota bunga berwarna kuning dan muncul dari ujung batang.
Kandungan: Anetol, minyak atsiri, fenkon, bergapten, stigmasterin (serposterin), dan lain-lain.
Khasiat: Bahan campuran minyak telon untuk menghangatkan tubuh bayi, memperlancar ASI, mengurangi rasa nyeri pada saat menstruasi, meningkatkan cita rasa dalam masakan.
  • Akar Wangi (Vetiver) 
Akar wangi atau dikenal juga dengan nama vetiver adalah tanaman sejenis rumput yang berasal dari India. Sesuai namanya, akar dari tanaman menghasilkan aroma yang wangi. Aromanya yang khas disukai manusia namun lain halnya bagi hewan, sehingga akarnya biasanya dikeringkan dan diletakkan di lemari pakaian sebagai pengharum, sekaligus mencegah keberadaan serangga perusak.
Kandungan: Minyak atsiri, asetat vetvenyl, vetiverol dll.
Khasiat: Mengusir serangga, mengobati rematik, encok, pegal linu, luka bekas gigitan ular, dan meredakan bau mulut.
  • Alang-Alang
Alang-alang (Imperata cylindrica) biasanya banyak tumbuh liar di lahan luas. Tahukah Anda? Tanaman yang dianggap gulma ini nyatanya memiliki banyak khasiat bagi kesehatan manusia. Selain sebagai tanaman obat, daun alang-alang juga dapat digunakan sebagai bahan bangunan (atap rumah dsb).
Kandungan: Fernenol, kampesterol, skopolotin, katekol, asam oksalat, silindrin dll.
Khasiat: Menurunkan tekanan darah tinggi, sebagai piretik, mengobati demam, dan sebagai diuretik (meluruhkan kencing).
  • Angsana
Angsana dikenal pula dengan nama sonokembang atau dalam dunia ekonomi bisnis disebut sebagai rosewood atau narra. Angsana terkenal sebagai tanaman pohon penghasil kayu terbesar dengan kualitas tinggi. Selain dimanfaatkan kayunya, ternyata angsana juga merupakan tanaman obat yang memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh.
Kandungan: Saponin, falvonoida, minyak atsiri, resin, polifenol dsb.
Khasiat: Mengobati batu ginjal, sariawan, bisul, kencing manis, luka bagian luar dan diare.
  • Antanan Besar (Whorled Pennywort)
Antanan besar dikenal pula dengan nama shield pennywort, whorled pennywort, juga whorled marshpennywort. Tanaman ini tumbuh ditempat yang basah seperti rawa-rawa dan berasal dari Amerika Utara dan Hindia Barat. Daunnya tumbuh menyerupai payung dan bisa digunakan sebagai tanaman aquascape untuk posisi depan (foreground). 
Kandungan: Tanin, madecassoside, vellarine, mineral, brahmicacid dsb.
Khasiat: Untuk peradangan, lepra, disentri, radang lambung, demam, wasir dan radang tenggorokan.
  • Asam Jawa (Tamarind / Indian Date)
Tanaman buah yang asam jawa kerap digunakan sebagai bumbu dapur atau dibuat jadi manisan asam. Tanaman yang memiliki nama Ilmiah Tamarindus indica ini memiliki tekstur daging buah mirip kurma sehingga disebut juga kurma India. Selain populer dijadikan sebagai bumbu dapur, asam jawa juga digunakan untuk mengobati beberapa macam penyakit.
Kandungan: Asam malat, asam sitrat, asam asetat, asam suksinat, asam tartrat, vitamin B3, peptin, prolin, serin, kalium, lemak dsb.
Khasiat: Demam, penyakit kulit, cacingan, rematik, insomnia, sakit kunijng, nyeri haid, disentri, sembelit, batuk, radang payudara, sariawan, dan sebagainya.
  • Asam Kranji (Velvet Tamarind)
Asam kranji (Dadalium indium) adalah tanaman buah yang memiliki ukuran sebesar anggur, bulat, berwarna hitam ketika matang. Pulp asam kranji berwarna orange gelap kadang kemerahan, dengan rasa asam yang segar. Di luar negeri disebut velvet tamarind. Selain populer dijadikan sebagai bumbu dapur, asam kranji juga digunakan untuk mengobati beberapa macam penyakit.
Khasiat: Mengobati sariawan, diare dan gusi berdarah. Serta dapat mengusir kolesterol jahat di dalam tubuh. Caranya hanya dengan mengkonsumsi daging buahnya langsung saat matang selagi masih segar.
  • Awar-Awar
Awar-awar (Ficus Septica Burm. L) adalah tanaman obat yang termasuk dalam famili Moraceae. Tanaman ini sering ditemukan tumbuh liar bahkan pada kondisi lingkungan yang tidak bersahabat sekalipun. Buahnya bulat kecil-kecil berwarna hijau dan sekilas nampak seperti buah tin.
Kandungan: Alkaloida, tiloforin, septisin, flavonoida, tanin, polifenol, dan antofin.
Khasiat: Obat untuk radang usus buntu, sesak nafas, penawar racun ular berbisa, asma, kepala pusing, mengurangi bengkak, obat penyakit kulit seperti bisul, mengatasi rematik, dan juga sebagai pencahar.
  • Bandotan
Bandotan (Ageratum conyzoides L.) adalah salah satu tanaman obat yang memiliki aroma tajam mirip bau kambing (bandot artinya kambing). Tanaman ini aslinya berasal dari Brasil kemudian menyebar hingga ke Indonesia. Bandotan sering ditemukan tumbuh liar di ladang atau di semak belukar. Tanaman yang berasal dari genus Ageratum ini terkenal sebagai obat luka.
Kandungan: Saponin, polifenol, falvonoida, minyak atsiri, alkaloida, sitosterol dsb.
Khasiat: Obat luka, sakit dada, demam, sakit perut, patah tulang, pencuci mata, malaria, sakit tenggorokan, mimisan, keseleo, radang telinga dsb.
  • Bangun-Bangun
Bangun-bangun (Coleus amboinicus Lour.) adalah salah satu tanaman yang sering dimanfaatkan sebagai obat. Tanaman yang berasal dari Afrika Selatan dan Utara ini sering pula disebut sebagai daun jintan. Batang tanaman bangun-bangun memiliki ruas-ruas, dan jika ruas batang menyentuh tanah akan muncul akar dari ruas tersebut. Daunnya memiliki aroma yang harum dengan rasa sedikit getir
Kandungan: Kalium dan minyak atsiri (karvakrol, idoprofil-o-kesrol, dan fenol). Daunnya juga mengandung zat besi dan karotenoid yang tinggi.
Khasiat: Obat karminatif (peluruh kentut), laktagoga (pelancar ASI), menjaga stamina tubuh, menghilangkan rasa lelah dan letih, umbi dan akar tanaman ini mengandung forskolin yang diketahui dapat merangsang ereksi, sebagai tonikum jantung dan berperan dalam mengativasi enzim adenilat siklase. Selain itu juga dimanfaatkan untuk mengobati batuk, demam, pilek, sariawan, asma , ayan, perut kembung dan lain- lain.
  • Bawang Merah
Bawang merah merupakan tanaman bumbu dapur yang sering digunakan untuk menambah cita rasa pada masakan. Selain itu, bawang merah juga digunakan sebagai obat.
Kandungan: Vitamin, kalium, karbohidrat dsb.
Khasiat: Menurunkan kolesterol, mengontrol tekanan darah, meredakan sakit tenggorokan, mencegah diabetes, mencegah pertumbuhan sel kanker, mengatasi ketombe, mengatasi rambut rontok, dan lain-lain.
  • Bawang Sabrang (Bawang Dayak)
Bawang sabrang (Eleutherine bulbosa) atau dikenal pula dengan nama bawang dayak. Tanaman yang berasal dari Amerika ini memiliki umbi berbentuk bulat telur, berwarna merah dan tidak berbau. Bawang sabrang memiliki khasiat untuk mengobati beberapa jenis penyakit.
Kandungan: Polifenol dan flavonoida
Khasiat: Obat untuk bisul, kanker payudara, luka, hipertensi, diabetes, penyakit kuning atau liver, mual & muntah, serta kelebihan kolesterol, anti pendarahan, anti radang, baik untuk jantung, mengobati kanker, diabetes mellitus, dan juga untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh (imunitas).
  • Bayam Duri (Spiny Amaranth)
Bayam duri atau di luar negeri dikenal sebagai spiny amaranth, spiny pigweedthorny amaranth, atau prickly amaranth. Tanaman yang memiliki nama Ilmiah Amaranthus spinosus ini memiliki banyak khasiat sebagai tanaman obat. Ciri khas tanaman ini sesuai namanya yaitu duri pada batang, tepat pada pangkal daunnya.
Kandungan: Amarantin, hentriakontan, tanin, zat besi, rutin, spinasterol, kalium nitrat dan vitamin.
Khasiat: Meluruhkan kencing, meluruhkan haid, meluruhkan dahak, membersihkan darah, memperlancar ASI, meredakan demam, mencegah penyakit jantung dan ginjal, penawar racun, menurunkan bengkak, dan sebagainya.
  • Belimbing Wuluh
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) atau dikenal pula dengan nama belimbing sayur. Buahnya berbentuk lonjong berwarna hijau, dan tumbuh bergerombol pada batangnya. Rasanya masam dan sering dibuat sayur.
Kandungan: Saponin, falovonoida, asam format, peroksidase, kalium sitrat dsb.
Khasiat: Memperbaiki fungsi pencernaan, meredakan batuk, sariawan, sakit gigi dan gigi berlubang, rematik, melancarkan pencernaan, gusi berdarah, hipertensi, sakit perut dan beberapa penyakit lainnya.
  • Beluntas
Tanaman yang memiliki nama Ilmiah Pluchea indica ini merupakan salah satu tanaman obat yang biasa tumbuh liar di pekarangan rumah. Beluntas memiliki daun berwarna hijau dan bergerigi pada tepinya, tingginya bisa mencapai 1-3 meter.
Kandungan: Saponin, tlavonoida, polivenol, alkaloida dan minyak atsiri.
Khasiat: Menghilangkan bau tak sedap, baik bau badan maupun bau mulut. Menurunkan demam, batuk, mengatasi pegal, mengobati keputihan.
  • Bidara (Indian Plum)
Bidara atau dikenal pula dengan nama Indian plum memiliki buah yang biasa diolah menjadi minuman atau bisa dimakan langsung, daunnya biasa dimasak sebagai sayur dan dibuat jamu.
Kandungan: Karoten, vitamin A dan C, lemak, Protein, kalsium, zat besi dsb.
Khasiat: Obat sakit perut, demam, mengatasi masalah pencernaan, dan biasa digunakan dalam memandikan mayat.
  • Biduri (Widuri)
Tanaman biduri atau widuri adalah tanaman yang sering dijumpai tumbuh liar di pekarangan rumah dan berfungsi sebagai tanaman obat.
Kandungan: Saponin, sapogenin, kalotoksin, kalaktin, flavonoida, polifenol, tanin dan kalsium oksalat.
Khasiat: Obat kudir, bisul, sariawan, gatal pada cacar air, luka kulit, campak, batuk dan demam. Akar biduri dapat digunakan untuk mengobati perut kembung, demam, pegal dan lemas, bisul, terkena gigitan ular.
  • Binahong
Binahong (Basella alba) merupakan salah satu tanaman obat yang wajib ditanam di halaman rumah Anda mengingat khasiatnya yang dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Tanaman ini tumbuh merambat hingga mencapai 10 m. Daunnya semi sukulen, tebal, dan berbentuk seperti hati.
Kandungan: Alkaloid, saponin, polifenol dan antrakuinon.
Khasiat: Obat untuk luka, ambeien, tekanan darah rendah, borok menahun, obat batuk alami, disentri atau mencret-mencret, gegar otak, eksim & penyakit kulit ringan seperti gatal-gatal, gusi berdarah, obat jerawat, mimisan, melancarkan haid, gagal ginjal, kencing manis (diabetes melitus), menambah nafsu makan, lemah syahwat atau impotensi, sakit paru-paru, menjaga stamina tubuh, pemulihan patah tulang, melancarkan peredaran darahm, melancarkan buang air kecil maupun buang air besar, mengobati radang pada ginjal, pasca operasi, pasca melahirkan, sesak nafas, maupun usus bengkak.
  • Bitter Berry (Choke Cherry)
Tanaman yang memiliki nama Ilmiah Prunus virginiana ini merupakan salah satu tanaman buah yang juga berfungsi sebagai obat. Buah bitter berry berbentuk bulat kecil berwarna merah sampai hitam, rasa sangat aneh, kecut atau cukup pahit.
Khasiat: Mengobati pilek, demam dan penyakit lambung.
  • Brotowali
Brotowali adalah salah satu tanaman yang terkenal sebagai obat tradisional. Tanaman yang memiliki nama Ilmiah Tinospora crispa ini tumbuh liar di hutan. Daunnya berwarna hijau berbentuk jantung, batangnya membelit, berbintil-bintil dan berasa pahit.
Kandungan: Alkaloid, pati, berberin, zat pahit pikroterin dan kolumbin.
Khasiat: Reumtaik, hepatitis, gangguan liver, demam, membersihkan luka, penambah nafsu makan, menurunkan kadar gula dalam darah (diabetes), rematik, malaria, dan lain-lain.
  • Buah Maja (Bael Fruit)
Buah maja (Aegle marmelos) adalah tanaman yang masih satu suku dengan jeruk. Kulit buahnya halus, berwarna hijau kekuningan dan berukuran sebesar jeruk bali. Kulit buahnya sangat keras, itulah mengapa dikenal pula dengan nama stone apple.
Khasiat: Meredakan demam, sembelit, menghilangkan bau badan, penyakit kulit seperti borok, kudis, bisuk, menstabilkan kinerja organ jantung, dan mengobati susah buang air besar.
  • Bunga Desember (Blood Lily)
Bunga Desember (Scadoxus multiflorus) merupakan salah satu tanaman bunga yang sekaligus digunakan sebagai tanaman obat. Dinamakan bunga desember karena bunganya mekar pada bulan Desember. Tanaman ini menghasilkan umbi dan bunga yang berwarna merah, bunganya unik berbentuk bulat menyerupai kembang api.
Kandungan: Saponin, polifenol dan flavonoida.
Khasiat: Mengobati luka bakar.
  • Bunga Kancing
Selain dijadikan sebagai tanaman hias, bunga kancing juga dimanfaatkan sebagi obat tradisional (Gomphrena globosa). Bunganya berbentuk bulat dan terlihat sangat imut dan yang paling banyak ditemui di Indonesia adalah warna ungu.
Kandungan: Glutamat, saponin, minyak atsiri, flavon, gomresin, amaranthin, polifenol dan dekarboksilase.
Khasiat: Obat asma atau sesak napas, peluruh dahak, radang mata, diuretik, disentri, radang saaluran napas, luka atau koreng, penambah nafsu makan, dan sebagai obat batuk.
  • Bunga Lilin (Lollipop Plant)
Bunga lilin (Pachystachys lutea) merupakan tanaman hias sekaligus berfungsi sebagai tanaman obat. Bunganya berwarna kuning tersusun ke atas menyerupai udang, itulah kenapa dijuluki sebagai golden shrimp plant. 
Kandungan: Alkaloid, polifenol, dan saponin
Khasiat: Obat diare dan juga obat cacing
  • Cabe Jawa / Cabe Jamu
Tanaman yang memiliki nama Ilmiah Piper retrofractum ini merupakan tanaman yang masih satu keluarga dengan sirih. Cabe jawa atau dikenal pula dengan nama cabe jamu sering dimanfaatkan buahnya untuk mengobati beberapa jenis penyakit.
Kandungan: Zat pedas piperin, metil piperat, piplartin, piperloguminine, damar, minyak atsiri dan lain sebagainya.
Khasiat: Mengobati encok, tekanan darah rendah, sakit kepala, demam, batuk, sakit gigi, lemah syahwat, meluruhkan keringat, hidung berlendir, dan menambah nafsu makan. Akarnya digunakan karena bersifat diuretik, juga dapat meluruhkan haid, membersihkan rahim setelah melahirkan, mengobati kejang perut, rematik, nyeri pinggang, sakit gigi, mengatasi ganggung pencernaan, dan stroke.
  • Cakar Ayam
Cakar ayam atau dikenal juga dengan nama ande-ande lumut merupakan tanaman hias sekaligus tanaman obat. Daunnya unik menyerupai cakar ayam.
Kandungan: Saponin, polifenol, antrakinon, flavonoida.
Khasiat: Mengobati kanker dan tumor, serta berbagai penyakit lain seperti hepatitis, batuk, radang paru-paru, tulang patah, diare, infeksi pernapasan, menghentikan pendarahan, mengatasi bengkak, mengatasi panas dalam, dan memperlancar aliran darah.
  • Ceguk
Ceguk atau dikenal pula dengan nama melati belanda, udani, bidani, kacekluk. Tanaman obat ini tumbuh merambat dan menghasilkan bunga berwarna merah muda.
Kandungan: Alkaloida, saponin, polifenol, resin, minyak lemak, trigonelina, gom.
Khasiat: Mengobati cacingan, sakit telinga, jamur pada kulit, sakit kepala, gangguan pencernaan anak, becek pada wanita, radang ginjal, perut kembung, dan disentri.
  • Cendana (Sandalwood)
Cendana (Santalum album) adalah tanaman pohon penghasil minyak dan kayu cendana. Tanaman yang sudah tergolong langka ini memiliki aroma kayu yang harum dan terkenal karena kemampuannya dalam pengobatan.
Kandungan: Minyak atsiri, zat samak, hars, santalol, santalen, saponin, flavonoida, polifenol, tanin dsb.
Khasiat: Mengobati penyakit flu, diare, penyakit kulit, jantung, lemah atau loyo, demam, infeksi saluran kencing, haid tidak teratur, liver, antioksidan dan anti-hiperglikemik.
  • Cengkeh
Cengkeh (Syzygium aromaticum) adalah tanaman rempah yang digunakan dalam bumbu masakan. Tidak hanya dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, cengkeh juga memiliki manfaat untuk kesehatan dan kecantikan.
Kandungan: Minyak atsiri, saponin, flavonoida, fenilin, resin, ugenol, vitamin A,B dan C yang semuanya sangat dibutuhkan oleh tubuh.
Khasiat: Mengobati infeksi pernapasan, mencegah peradangan pada tubuh, menghitamkan alis mata, meredakan batuk, mengobati sakit gigi, menghilangkan guratan pada kulit, menghaluskan  dan mencegah kerontokan rambut.
  • Ceraka Merah
Tanaman yang memiliki nama Ilmiah Plumbago indica L. ini merupakan tanaman yang berasal dari Asia Tenggara. Ceraka merah dikenal juga sebagai akar binasa atau mehulatu. Tanaman ini banyak dimanfaatkan dalam mengobati berbagai jenis penyakit.
Kandungan: Plumbagin, lumbagol, zat samak, leukodelfinidin, steroid.
Khasiat: Mengatasi penyakit rematikantimikroba, antikanker, antifertilitas, mencegah kelumpuhan, pereda sakit gigi, pereda sakit kepala, encok, dan kardiotonik.
  • Chocolate Mint
Chocolate mint merupakan tanaman sejenis mint yang memiliki aroma perpaduan antara coklat dan mint. Batangnya berwarna coklat kemerahan dan tepi daun bergerigi.
Khasiat: Mengobati perut kembung, sakit kepala, nyeri otot, antioksidan, sumber vitamin A dan vitamin C, dan lain-lain.
  • Cincau Hijau
Cincau hijau perdu (Premna oblongifolia Merr.) berhabitus pohon atau perdu. Cincau hijau merupakan bahan dasar pembuatan cincau hijau jelly yang biasa digunakan sebagai bahan minuman. Selain itu, tanaman ini juga mampu mengatasi masalah pencernaan.
Kandungan: Mineral, alkaloid, serat, klorofil, saponin, tanin, kalsium dan fosfor
Khasiat: Mengatasi gangguan pencernaan, demam, diare, anti radang, menurunkan hipertensi, dan lain-lain.
  • Cincau Hitam (Janggelan)
Cincau hitam (Mesona palustris Bl.) atau dikenal pula dengan nama janggelan merupakan salah satu tanaman yang biasa digunakan untuk membuat jelly cincau yang berwarna hitam. Selain itu, cincau hitam juga banyak digunakan sebagai obat beberapa jenis penyakit.
Kandungan: Saponin, flavonoida, tanin.
Khasiat: Mengatasi sakit perut, gangguan pencernaan seperti radang usus, diare, batuk, demam, tekanan darah tinggi, obat keputihan.
  • Coca Cola (Kola Nut)
Coca cola (Cola nitida) atau kola nut adalah tanaman yang berasal dari Afrika Barat. Selain dimanfaatkan sebagai minuman soft drink, kola nut juga digunakan sebagai tanaman obat.
Kandungan: Alkaloid kafeina, teofilinakola tanin, kolatin, minyak lemak, zat pati, gula dsb.
Khasiat: Meredakan disentri atau diare, migrain atau sakit kepala sebelah, menambah nafsu makan, maupun sebagai penyegar.
  • Cocor Bebek (Miracle Leaf)
Cocor bebek adalah tanaman sukulen yang kerap digunakan sebagai tanaman obat di Indonesia. Daun cocor bebek memiliki tekstur yang tebal dan berair. Selain sebagai tanaman obat, cocor bebek juga bisa untuk tanaman hias.
Baca juga artikel mengenai daun cocor bebek untuk kesehatan.
Kandungan: zat asam apel, zat asam lemon, saponin, flavonoida, tanin.
Khasiat: Mengobati sakit kepala, batuk, penyakit kulit seperti borok atau bisul, melancarkan air seni, demam, haid yang tidak teratur, obat luka luar.
  • Cong-Cong Belut
Cong-cong belut (Bridelia ovata decne) merupakan tanaman yang berasal dari Asia Tenggara. Tanaman ini mampu tumbuh di pantai berpasir, savana, cemara kering atau hutan gugur dan hutan hujan basah. Cong-cong belut banyak digunakan dalam pengobatan tradisional.
Kandungan: Tanin, saponin, alkaloida, flavonoida.
Khasiat: Obat pencahar, mengobati penyakit sifilis atau raja singa dan juga berkhasiat untuk merawat kesehatan rambut.
  • Culantro
Culantro (Eryngium foetidum L.) atau yang lebih dikenal dengan nama ketumbar mungsi adalah bumbu dapur dan sekaligus digunakan dalam pengobatan tradisional.
Khasiat: Mengatasi luka bakar, radang paru-paru, sakit telinga, demam, hipertensi, konstipasi, asma, sakit perut, gangguan kesuburan, gigitan ular, diare dan malaria. Culantro juga diyakini dapat digunakan untuk terapi penderita epilepsi karena memberi efek menenangkan. Rebusan daun culantro telah diteliti oleh para saintis dan menunjukkan kemampuannya sebagai anti radang dan efek analgesik pada tikus percobaan.
  • Curtain Ivy (Princess Vine)
Curtain Ivy (Cissus sicyoides) atau dikenal pula dengan nama princess vine, atau millionaire vine adalah tanaman merambat yang dimanfaatkan sebagai obat dan tanaman hias.
Khasiat: Antiepilepsi, memperkuat gigi, meredakan demam, perut kembung, antipiretik, anti-inflamasi.
  • Dadap Serep
Dadap serep memiliki nama Ilmiah Erythrina subumbrans adalah tanaman yang terkenal karena khasiatnya dalam mengobati berbagai jenis penyakit.
Kandungan: Alkaloid, eritramina, polifenol, alkaloida, aritradina, hipaforina, erisovina.
Khasiat: Mengobati demam, nifas, memperlancar ASI, menguatkan kandungan, nifas, pendarahan bagian dalam, sakit perut atau gangguan pencernaan, batuk, sariawan, radang.
  • Dandang Gendis (Sabah Snake Grass)
Dandang gendis (Clinacanthus nutans Lindau) adalah tanaman obat yang terkenal karena khasiatnya dalam menurunkan kadar gula darah. Tanaman herba yang satu ini wajib ditanam di pekarangan rumah sebagai apotik hidup karena memiliki manfaat dalam menyembuhkan banyak penyakit.
Kandungan: Saponin, minyak atsiri, alkaloid.
Khasiat: Diabetes, disentri, mengobati kebutaan, anti racun ular, dan klorofilnya diteliti untuk anti kanker, herpes, susah buang air kecil.
  • Dandelion
Anda pasti sering mendengar bunga dandelion, tanaman berbunga yang biasa ditiup dan konon katanya bisa mengabulkan permintaan. Dandelion tumbuh liar di padang rumput maupun pekarangan rumah. Selain bunganya yang cantik, dandelion juga dimnafaatkan dalam pengobatan tradisional.
Kandungan: Kaya akan vitamin A dan C, betakaroten, serat, kalium.
Khasiat: Membantu melancarkan pencernaan, obat diuretik, meningkatkan fungsi hati, memperlambat proses penuaan, mencegah penyebaran kanker, obat diabetes, radang empedu, meningkatkan kekebalan tubuh.
  • Daruju (Mountain Thistle)
Daruju (Acanthus montanus) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki daun berwarna hijau gelap, mengkilap, dengan panjang bisa mencapai 30 cm.
Kandungan: Alkaloida, asam amino, falovone, polifenol, saponin, asam fenolat, asam p-hidroksi benzoate, asam p-kumarat.
Khasiat: Akarnya digunakan untuk mengobati luka, cacingan, bisulan, kanker hati, obat batuk, pembesaran hati, maupun hepatitis. Daunnya digunakan sebagai pereda batuk, anti neoplastik, anti radang, sedangkan bijinya untuk membersihkan darah.
  • Daun Afrika
Dijuluki daun afrika karena tanaman ini berasal dari Afrika Selatan. Meskipun daunnya terasa pahit, namun tanaman ini sangat berkhasiat sebagai obat.
Khasiat: Mengobati tekanan darah tinggi, diabetes, stroke, asam urat, pengerasan pada hati, serta mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan mengurangi kolesterol jahat.
  • Daun Dewa
Daun dewa (Gynura segetum (Lour.) Merr.) merupakan salah satu tanaman obat tradisonal yang digunakan dalam mengobati beberapa jenis penyakit. Warna daun dewa hijau keunguan. Helai daun berbentuk bulat lonjong, tekstur lunak berdaging, permukaannya berbulu halus dengan ujung daun lancip dan tepi daun bertorah.
Kandungan: Alkaloida, saponin, tlavonoida, minyak atsiri, katekat, steroid dsb.
Khasiat: Infeksi kerongkongan, bisuldiabetes, hipertensi, analgesik, anti radang, liver, stroke, diuretik, menghentikan pendarahan, penurun panas, pembersih racun, penyakit kulit sepert kutil, flek hitam di wajah, dan lain-lain.
  • Daun Duduk
Daun duduk (Desmodium triquetrum) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh. Daunnya bertipe lanset dan berdaun tunggal.
Kandungan: Saponin, flavonoida, polifenol, tanin, alkaloida hipaforin, trigonelin, asam silikat.
Khasiat: Radang ginjal akut, rematik, radang usus, TBC, demam, disentri, wasir, batu ginjal atau kencing batu, anti inflamasi, dan stomakik. Selain itu daun duduk dapat dimanfaatkan sebagai peluruh air seni (diuretik), melancarkan peredaran darah, menetralkan racun, meredakan batuk, anti nyeri, malaria, dan hepatitis.
  • Daun Inggu
Daun inggu (Ruta angustifolia) merupakan salah satu tanaman yang biasa digunakan sebagai obat. Daunnya aromatik dan rasanya pahit.
Khasiat: Mengobati penyakit liver, eksim, gudik, demam, pegal-pegal, masuk angin, sakit gigi, kejang-kejang, mengatasi ambeien, melancarkan haid, melancarkan buang air kecil, bisul, rematik, gigitan ular, keracunan obat, cacingan, sakit kepala, pelebaran pembuluh darah, influenza, batuk, ayan, radang paru-paru, haid tidak teratur, hepatitis, meredakan nyeri, kulit bernanah, memar karena benturan.
  • Daun Katuk
Daun katuk (Sauropus androgynus) merupakan salah satu jenis sayur yang juga memiliki khasiat dalam menyembuhkan penyakit. Daunnya berbentuk lonjong, pangkalnya membulat, ujungnya tidak runcing, tepinya datar, tulang-tulang daunnya menyirip, permukaannya licin dan tumbuh tunggal berselang seling.
Kandungan: Polifenol, sterdoid, protein, pro-vitamin A, B, dan C. Juga kaya akan kalsium, magnesium, fosfor dan besi.
Khasiat: Memperlancar ASI (Air Susu Ibu), mengobati suara parau, demam, lepra.
  • Daun Landep
Tanaman daun landep (Barleria prionitis) adalah tumbuhan yang dikenal baik sebagai tanaman yang mampu mengobati beberapa jenis penyakit. Tanaman yang berasal dari India ini memiliki bunga berwarna jingga kekuningan.
Kandungan: Saponin, flavonoida, tanin, garam kalium, polifenol dan silikat.
Khasiat: Menurunkan demam, mengobati rematik, sakit perut, cacingan, perut busung, kurap, encok, dan mencegah gigi rusak. Tanaman berbunga kuning cantik ini juga dimanfaatkan sebagai peluruh kencing.
  • Daun Salam
Anda pasti telah mengetahu bahwa daun salam (Syzygium polyanthum) digunakan sebagai rempah dan bumbu masakan khas Indonesia. Permukaan daun rata dan pertulangan daun menyirip, daun tunggal berbentuk jorong hingga lonjong atau lanset. Ternyata selain sebagai penambah cita rasa masakan, daun salam juga berfungsi sebagai bahan pengobatan tradisional.
Kandungan: Minyak atsiri, sitrat, eugenol, tanin, flavonoida, alkaloida, polifenol.
Khasiat: Menogabti asam urat, maag, hipertens, diabetes, kolesterol tinggi, diare, radang lambung, kudis, gatal dan lain-lain.
  • Daun Sendok (Plantago Major)
Daun sendok (Plantago major) atau dikenal pula dengan nama tepung otot merupakan tanaman obat yang banyak tumbuh liar di hutan maupun di pekarangan rumah. Daunnya berbentuk oval menyerupai sendok dan rasanya pahit.
Kandungan: Plantagin, asam ursolik, betasitosterol, lantagluside, tannin, Vitamin A, B1 dan C, kalium, protein dsb.
Khasiat: Anti radang, melancarkan air kencing, meluruhkan dahak, mengobati batuk, meringankan aktivitas hati yang sudah bekerja keras, memperbaiki penglihatan, menciutkan selaput lendir usus, mengobati diare, batu empedu, demam, kencing manis, pendarahan, prostat, gigitan serangga, cacingan. Akarnya berguna untuk nyeri otot dan keputihan, bijinya dimanfaatkan untuk diare, meluruhkan air seni, rematik, batuk, asam urat, dan gangguan pencernaan.
  • Daun Seribu
Daun seribu (Achillea millefolium) adalah tanaman obat yang berhabitus semak dan banyak ditemukan tumbuh liar di hutan dan padang rumput. Daun-daun menyirip ganda dan menyirip tiga serta permukaan daun berbulu. Daun seribu telah lama digunakan untuk pengobatan tradisional.
Kandungan: Flavonoid, polifenol, minyak atsiri, zat samak, asparagin,kholina, flovon dsb.
Khasiat: Mengobati nyeri saat haid, obat luka, pendarahan, sakit perut, demam, tekanan darah tinggi dsb.
  • Daun Syaraf (Red Flame Ivy)
Daun syaraf (Hemigraphis alternata) atau dikenal pula dengan nama red flame ivy adalah tanaman obat dan sering pula dijadikan sebagai tanaman hias. Daunnya berwarna berwarna merah ungu keperakan.
Kandungan: Falvonoid, polifenol, tanin, kalium, natrium.
Khasiat: Menyembuhkan luka, menghentikan pendarahan, mengobati disentri, meringankan wasir, memperlancar ASI.
  • Daun Ungu (Daun Wungu)
Daun ungu (Graptophyllum pictum) atau dikenal pula dengan nama daun wungu merupakan salah satu tanaman yang mampu mengobati beberapa jenis penyakit. Tanaman obat yang berasal dari Polinesia dan Papua Nugini ini  memiliki daun berwarna ungu.
Kandungan: Pektin, saponin, asam formiat, tanin, flavonoida.
Khasiat: Mengobati ambeien, melancarkan haid, bisul, melancarkan buang air seni, batu ginjal, hepatitis, wasir, bengkak atau memar, borok kulit, atau sekadar melembutkan kulit.
  • Delima Putih
Delima (Punica granatum) adalah tanaman buah yang terkenal karena manfaatnya sebagai obat tradisional. Tidak hanya enak dikonsumsi segar, delima putih juga baik untuk kesehatan tubuh.
Kandungan: Granatin, kalsium oksalat, pati, glukosa, maltosa, fruktosa, vitamin A dan C, tanin, mineral dsb.
Khasiat: Mengobati radang kulit, radang tenggorokan, keputihan, antibakteri, antifungi, antikanker, mengobati diare, antioksidan, dan lain-lain. Kulit kayu dan akarnya sebagai obat pencahar dan peluruh cacing usus.
  • Dillenia
Dillenia (Dillenia philippinensis Rolfe) merupakan tanaman pohon favorit di Filipina yang biasa dijumpai sebagai pohon penghijauan perkotaan. Dillenia memiliki buah yang dikenal sebagai apel gajah.  Buahnya dapat dikonsumsi dan diketahui mampu mengobati beberapa jenis penyakit.
Kandungan: Saponin, flavonoid, polifenol, tanin.
Khasiat: Mengobati sariawan, panas dalam, tonikum, obat kuat untuk wanita hamil dan penyubur rambut
  • Dringo / Dlingu (Sweet Flag)
Dringo (Acorus calamus) atau dikenal pula dengan nama dlingu. Tanaman ini tumbuh menyerupai rumput dan memiliki rimpang yang beraroma harum yang telah lama digunakan sebagai obat tradisional.
Kandungan: Minyak atsiri, saponin, flavonoida, tanin, protein serta kalsium oksalat.
Khasiat: Obat penenang, lambung, demam, bengkak, encok, rematik dan digunakan sebagai bahan kosmetika.
  • Encok
Tanaman daun encok merupakan tanaman herba berhabitus semak yang berasal dan Afrika. Tanaman ini menghasilkan bunga berwarna putih sehingga sering dijadikan sebagai tanaman hias sekaligus tanaman obat.
Kandungan: Saponin, flavonoida, polivenol, plumbagi (zat beracun) dsb.
Khasiat: Obat sakit kepala, nyeri lambung, keseleo, memar, rematik, kurap, ekstraknya digunakan sebagai anti mikroba dan anti jamur.
  • Gandarusa / Gondoruso
Gandarusa/gondoruso/daun rusa/kisi-kisi merupakan salah satu tanaman obat yang biasa dijumpai sebagai pagar hidup atau tumbuh liar di pekarangan rumah.
Gandarusa sudah terkenal sejak dulu dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Sebuah uji klinis sedang dilakukan di Indonesia terhadap pemanfaatan gandarusa sebagai obat pil KB untuk pria.
Kandungan: Saponin, alkaloida, flavonoida, tanin, polifenol dan minyak atsiri.
Khasiat: Pegal linu, penurun demam, patah tulang, memar, bisul, sakit kepala, sakit mata, asma, rematik, melancarkan peredaran darah, juga berpotensi sebagai pil KB pada pria (birth control pill) di masa yang akan datang (penelitian masih berlangsung).
  • Garut (Arrowroot)
Garut adalah tanaman terna yang memiliki banyak sekali manfaat baik di bidang kesehatan maupun industri. Umbi garut berwarna putih kekuningan, lunak dan berdaging. Umbi garut bahkan sering dikonsumsi sebagai pengganti nasi di beberapa daerah tertentu. Patinya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan lem dan sabun.
Kandungan: Flavanoid, saponin, karbohidat, protein, lemak dsb.
Khasiat: Memperbanyak ASI, obat mencret, rematik, radang usus, mengoabti disentri, eksim, racun, borok dan menurunkan suhu badan ketika demam.
  • Gedi (Hibiscus Manihot)
Tanaman gedi merupakan salah satu tanaman yang biasa dibuat sayur khas Sulawesi Utara. Dalam bahasa Jepang, tanaman ini dikenal dengan nama tororo aoi yang digunakan sebagai zat tepung pembuatan washi. Di Korea, tanaman ini dikenal sebagai hwang chok kyu yang digunakan sebagai bahan membuat hanji (kertas Korea). Selain itu, daun gedi juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.
Khasiat: Membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, serta menormalkan tekanan darah (mengobati hipertensi). Karena banyak kolagen yang terkandung di dalamnya, mengonsumsi tanaman ini sangat baik untuk kesehatan kulit Anda. Mencegah osteoporosis, diabetes, penyakit ginjal, mengobati maag, menurunkan resiko penyakit jantung, serta mengobati depresi.
  • Gempur Batu (Keji Beling)
Gempur batu merupakan salah satu tanaman obat yang biasa dijadikan sebagai bahan dalam pembuatan jamu. Tanaman ini bisa dikenali memlalui daunnya yang berwarna hijau, teksturnya kasar dengan tepi yang bergerigi.
Kandungan: Saponin, flavonoida, polifenol.
Khasiat: Obat batu ginjal, batu empedu, wasir, peluruh seni, mencret (obat luar), juga efektif untuk mengobati keseleo.
  • Gendola (Binahong Merah)
Gendola atau binahong merah merupakan tanaman obat yang tumbuh merambat dengan daun berbentuk hati. Gendola memiliki banyak sekali manfaat dan telah lama dijadikan sebagai tanaman obat tradisional.
Kandungan: Glucan, carotene, organic acid dan mucopolysacharida, saponin, vitamin A, B dan C, flavonoida, polifenol.
Khasiat: Mengobati radang usus buntu, influenza, sembelit, anyang-anyangan atau kencing sedikit-sedikit, buang air besar berdarah, dada terasa panas atau sesak, disentri, borok & bisul, radang kandung kemih, abses, campak atau cacar air, pegal linu, rematik, dan radang selaput mata atau conjungtivitis.
  • Geranium
Anda mungkin mengenal geranium sebagai tanaman hias bunga yang cantik dan harum. Nyatanya, geranium selain cantik juga bisa dimanfaatkan sebagai tanaman obat.
Kandungan: Minyak atsiri, saponin, flavonoida dan tanin.
Khasiat:  Pengusir nyamuk dan ngengat, aromatikum, rematik, bahan kosmetik. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai khasiat dan manfaat geranium klik disini.
  • Ginje
Ginje (Thevetia peruviana (Pers.) K. Schum.) adalah tanaman yang biasa digunakan sebagai obat tradisional. Tanaman ini memiliki bunga berwarna kuning berbentuk corong. Ginje dimanfaatkan daun, buah, kulit batang, akar, dan bijinya untuk keperluan medis.
Kandungan: Glikosida jantung, thevetin A dan B, peruvoside, neriifolin, lupeol asetat dsb.
Khasiat: Dimanfaatkan oleh penderita gagal ginjal, gagal jantung, radang di pinggir kuku (cantegan), insektisida, demam, meredakan muntah, diuretik atau peluruh air seni, anti inflammatory (anti radang atau mengilangkan bengkak) dan sebagai obat cacing.
  • Gondomono
Gondomono merupakan salah satu tanaman obat yang masih berkerabat dekat dengan gondosuli. Tanaman yang memiliki bunga berwarna jingga-putih dan beraroma harum ini menghasilkan rimpang yang dipercaya mampu mengobati kanker dan tumor.
Kandungan: Minyak atsiri, pati, resin, glikosida dsb.
Khasiat: Meredakan cegukan, mual, muntah, menambah nafsu makan, membantu dalam mengobati keluhan hati, gangguan pencernaan, mengobati bronkitis, mengobati kanker dan tumor.
  • Gondosuli
Gondosuli atau gandasuli atau di luar negeri dikenal sebagai white ginger lily adalah tanaman obat yang berkerabat dekat dengan gondomono. Bunganya berwarna putih beraroma harum dan memiliki rimpang beruas-ruas dan berbuku-buku.
Kandungan: Glukosa, albumen, resin, selulosa dan asam organik dan mengandung saponin, flavonoid, polifenol dan minyak atsiri.
Khasiat: Obat kanker, peluruh keringat, penambah nafsu makan, sakit kepala, amandel, rematik, pegal linu, dan lain-lain. Bunga berkhasiat peluruh haid, radang tenggorokan, dan juga sebagai bahan baku produk kosmetika.
  • Gowok (Kupa)
Gowok atau kupa (Syzygium polycephalum) adalah tanaman buah asli Indonesia yang tergolong langka saat ini. Buahnya berbentuk buni berwarna merah. Selain enak dimakan segar, gowok juga memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh.
Kandungan: Flafonoida, saponin, polifenol.
Khasiat: Mengobati gatal-gatal atau kudis, serta dapat menetralkan alkohol bagi orang yang mabuk.
  • Holy Basil (Ruku-Ruku/Lampes)
Holy basil (Ocimum tenuiflorum L.) atau di Indonesia dikenal pula dengan nama lampes merupakan tanaman yang berkerabat dekat dengan kemangi. Lampes memiliki aroma harum yang khas dan biasa dijadikan sebagai bahan pelengkap dalam masakan.
Kandungan: Minyak atsiri, metilkavikol, saponin, falvonoida, tanin, polilenol.
Khasiat: Melembutkan kulit, mengobati batuk, gangguan ginjal, demam, batuk, haid tidak teratur, mulas, penenang, pelancar ASI, sakit kepala, bengkak, rematik, sariawan.
  • Hujan Emas (Gold Shower)
Tanaman hujan emas merupakan tanaman herba yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Tanaman ini berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Dalam pengobatan tradisional Meksiko, tanaman hujan emas telah lama digunakan untuk mengobati gangguan mental.
Disebut hujan emas atau gold shower karena tanaman ini memiliki bunga berwarna kuning dan sangat rimbun.
Khasiat: Batuk, bisul, sukar menelan, mempercepat persalinan, dan menyembuhkan perut kembung.
  • Iler 2
Mungkin Anda sering melihat iler sebagai tanaman hias daun yang menawan. Namun, tahukah Anda bahwa tanaman dengan tampilan yang menarik ini digunakan pula sebagai obat tradisional. Tanaman iler asli berwarna hijau, merah dan merah muda.
Kandungan: Minyak atsiri, saponin, polifenol, tanin.
Khasiat: Mengobati wasir, luka dan lecet, sinusitis, sakit kepala, tetes mata, batuk, diare, anti mikroba, antioksidan, disfungsi ereksi, analgesik, anthelmitic, peluruh haid, penambah napsu makan, dan terapi pada penderita malaria. Wangi daun iler menyerupai kemangi, masyarakat Toraja menggunakannya untuk menghilangkan bau amis pada daging saat dimasak.
  • Insulin (Daun Paitan)
Tanaman yang berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah ini terkenal sebagai tanaman obat yang bisa mengatasi diabetes. Insulin atau dikenal pula sebagai daun paitan menghasilkan bunga berwarna kuning.
Khasiat: Mengobati diabetes, diare dan malaria.
  • Iris Kuning (Yellow Iris)
Tanaman yang memiliki nama Ilmiah Neomarica longifolia ini merupakan tanaman herba yang berasal dari Amerika Selatan dan Afrika Barat. Selain memiliki bunga cantik berwarna kuning, Iris kuning juga memiliki rimpang yang dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional.
Kandungan: Saponin, polifenol dan tanin.
Khasiat: Radang tenggorokan, hepatitis, menghaluskan kulit, obat kumur untuk menguatkan gigi dan lain sebagainya.
  • Jahe Emprit
Jahe emprit (Zingiber officinale) merupakan salah satu tanaman yang sering dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan jamu, rempah-rempah dan obat-obatan. Ciri khusus jahe emprit adalah bentuk rimpangnya pipih, berwarna putih dan aromanya tidak terlalu tajam dibandingkan jahe merah.
Kandungan: Rimpang: Sineol, borneol.
Khasiat: Mengobati batuk, hati bengkak, meredakan mabuk di perjalanan, serta memperbaiki sistem pencernaan manusia.
  • Jahe Kebo
Jahe kebo (Zingiber officinale Rosc) selain digunakan sebagai rempah-rempah juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Jahe kebo memiliki rimpang yang lebih gemuk/besar berwarna putih kekuningan.
Kandungan: Minyak atsiri, damar, mineral, sineol, zingiberin, lipidas, asam aminos, vitamin A, protein dsb.
Khasiat: Mengobati impotensi, pegal, keracunan makanan, sakit pinggang, batuk, disentri, muntah-muntah atau mual, sakit kepala, rematik.
  • Jahe Merah (Red Ginger)
Sesuai namanya jahe ini memiliki rimpang yang berwarna merah. Jahe merah (Zingiber officinale) memiliki banyak khasiat untuk menyembuhkan beberapa jenis penyalkit.
Kandungan: Minyak atsiri, sineol, borneol, sitrat.
Khasiat: Meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan kejang, menurunkan demam, anti kanker, meringankan penyakit sinusitis dan juga insomnia (susah tidur).
  • Jakang
Jakang (Homalocladium platycladum) adalah tanaman obat yang sering dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Tanaman ini dikenal juga sebagai tanaman centipede (lipan) karenaa bentuk batangnya mirip lipan yang pipih dan beruas-ruas.
Kandungan: Saponin, flavonoida dan tanin.
Khasiat: Mengobati luka memar, sakit kepala, bisul, gigitan ular. Tanaman ini dapat pula mempercepat pemulihan luka, memperlancar peredaran darah, mengurangi bengkak, dan mengobati sakit limpa.
Feijoa (Acca sellowiana) adalah tanaman buah unik yang berasal dari Amerika Selatan. Sesuai namanya, jambu ini memiliki cita rasa asam manis segar yang sama seperti buah nanas.  Produk-produk yang dihasilkan dari buah ini secara luas populer di Brazil, Argentina, Bolivia di Amerika Selatan dan Selandia Baru. 
Khasiat: Obat pencahar. Kandungan seratnya yang tinggi membantu melindungi selaput lendir usus dengan mengurangi waktu paparan racun serta mengikat bahan kimia penyebab kanker di usus besar. Kandungan vitamin C mampu meningkatkan imunitas tubuh, mengonsumsi secara teratur buah yang kaya vitamin C membantu tubuh manusia mengembangkan resistensi terhadap infeksi dan melawan kanker penyebab radikal bebas berbahaya dari tubuh. Di Brazil, akar dan kulit kayunya direbus dan dimanfaatkan untuk mengobati penyakit disentri, saluran kencing dan diare. Sementara itu daunnya direbus dan dimunum untuk mengobati penyakit bronkhitis dan menurunkan demam.
  • Jarak Merah
Tanaman yang memiliki nama Ilmiah Jatropha gossypifolia ini sering dijadikan obat tradisional. Daunnya berwarna merah pada pucuk dan terdiri dari 3 lobe daun. Jarak merah memiliki buah seukuran cherry yang mengandung racun.
Khasiat: Bijinya yang digunakan sebagai obat pencahar, perangsang muntah dan lepra. Daunnya digunakan untuk merdakan demam, susah buang air besar, mengobati patokan ular, mengobati luka bakar maupun lecet, penyakit kulit misalnya jamur dan kudis, mengobati sakit gigi, gusi berdarah dan lain sebagainya.
  • Jarak Pagar
Jarak pagar (Jatropha curcas) telah lama dikenal sebagai tanaman obat. Kandungan minyak pada bijinya yang sangat tinggi dimanfaatkan sebagai bahan biodiesel.
Kandungan: Saponin, flavonoida, polifenol, tanin.
Khasiat: Obat cacing (cacingan), perut kembung, dan luka luar.
  • Jarong (Pecut Kuda)
Jarong atau dikenal pula dengan nama tanaman pecut kuda merupakan salah satu tanaman obat yang biasa ditemukan tumbuh liar di pinggir jalan atau di pekarangan rumah. Daunnya berwarna hijau, tekstur kasar dan bergerigi pada tepinya.
Kandungan: Glikosida, flavonoid, alkaloid dan stakitarfen.
Khasiat: Mengobati keputihan, radanga hati (hepatitis A), demam, nifas, haid tidak teratur, gondongan, kencing batu, batuk, maupun radang tenggorokan.
  • Jarum Tujuh Bilah
Jarum tujuh bilah atau jarum tujuh bintang merupakan tanaman yang terkenal karena khasiatnya mampu mengobati beberapa jenis penyakit, salah satunya adalah kanker. Ciri khususnya adalah terdapat jarum yang tumbuh tajam di sepanjang batangnya.
Khasiat: Mengobati kanker, mengatasi rematik, infeksi, masalah seputar mulut & gusi, tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, perut kembung, radang tenggorokan, ambeien, pemulihan pasca operasi, batu ginjal dan sebagainya
  • Jati Belanda
Jati belanda (Guazuma ulmifolia) adalah tanaman yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh. Daun dari tanaman ini biasa dijadikan sebagai jamu.
Baca juga artikel mengenai khasiat jati belanda menurunkan berat badan.
Kandungan: Alkaloida, , kafein, terpen, resin, flavonoid, asam lemak, zat pahit, minyak lemak.
Khasiat: Selain dimanfaatkan untuk melangsingkan tubuh, secara tradisional jati belanda bermanfaat untuk mengobati beberapa penyakit antara lain perut kembung, batuk, maaria, diare, pilek, disentri, dan sebagai antiseptik.
  • Jenitri (Genitri)
Jenitri merupakan tanaman yang menghasilkan biji unik yang biasa  dijadikan sebagai manik-manik perhiasan. Buahnya berwarna ungu-biru dan digunakan sebagai obat tradisional.
Buah jenitri merupakan buah buni bulat berwarna hijau dan menghasilkan biji bulat berwarna coklat tua. Bentuk biji unik dengan permukaan yang berulir dan berlekuk (disebut mukhi) mirip ukiran. Biji jenitri keras dan dapat bertahan hingga 8 generasi. Jumlah mukhi bervariasi antara 1-11 dengan nama yang berbeda-beda. Tekstur yang semakin rumit dengan ukuran biji semakin kecil akan membuat harga biji jenitri semakin mahal.
Kandungan: Polifenol, saponin.
Khasiat: Peluruh lemak badan, menghilangkan stresmenetralisir polutan di udara dan bersifat anti bakteri.
Baca lebih lanjut mengenai Khasiat Dan Manfaat Buah Dan Biji Genitri.
  • Jeruk Kingkit (Lime Berry)
Jeruk kingkit (Triphasia trifolia) adalah tanaman buah yang berasal dari Asia Tenggara seperti Malaysia dan Filipina. Buahnya berwarna merah dan berbentuk buni. Jeruk kingkit populer dijadikan sebagai tanaman bonsai.
Kandungan: Alkaloida, saponin, polifenol, umbelliferone, coumarin.
Khasiat: Mengobati sakit tenggorokan, obat batuk dan meluruhkan dahak, serta daunnya digunakan untuk mengatasi sakit perut.
  • Jepun Pink (Pink Nerium Oleander)
Jepun pink (Nerium oleander L.) adalah tanaman hias yang menghasilkan bunga yang cantik dan juga bisa mengobati beberapa jenis penyakit.
Khasiat: Daunnya untuk mengobati penyakit jantung namun dalam dosis kecil, diuretika, antiseptik, atau pengencer dahak (ekspektoran). Tanaman ini memiliki getah beracun sehingga pemanfaatan nerium perlu mendapatkan pengawasan dokter.
  • Jinten
Jinten (Plectranthus amboinicus) adalah tanaman yang sering dijadikan sebagai bumbu masakan olahan daging. Daunnya berdaging lunak dan beraroma khas. Jinten dimanfaatkan pula sebagai tanaman obat tradisional.
Kandungan: Minyak atsiri mengandung karvakol, fenol, dan lain-lain.
Khasiat: Mengobati demam, batuk, asma, analgesik, memperlancar ASI, aprodisiaka, antiseptik, perut kembung, dan lain-lain.
  • Jombang
Jombang merupakan salah satu tanaman obat yang banyak dicari di Indonesia karena manfaatnya yang luar biasa bagi kesehatan tubuh. Tanaman ini menghasilkan bunga berwarna kuning. Jombang menghasilkan umbi atau rimpang, umbinya dapat digunakan untuk mengobati penyakit rematik.
Kandungan: Polifenol, saponin, flavonoida.
Khasiat: Peluruh seni, anti radang, sifatnya antibiotik, detoksifikasi (membersihkan racun juga mengeluarkan panas tubuh), mengatasi bengkak, dan memperbaiki produksi empedu. Umbinya dapat digunakan untuk mengobati penyakit rematik.
  • Kaca Piring (Cape Jasmine)
Tanaman bunga cantik yang satu ini ternyata juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Kaca piring memiliki bunga berwarna putih, beraroma harum dan sering dianggap sebagai bunga melati.
Kandungan: Zat minyak menguap (linalol dan styrolyl). Saponin, flavonoida, polifenol, minyak atsiri.
Khasiat: Mengatasi diabetes melitus, sariawan, susah buang air besar (BAB), demam, obat sesak nafa dan hipertensi.
Baca lebih lanjut mengenai manfaat kaca piring bagi kesehatan tubuh disini.
  • Kapulaga
Kapulaga merupakan tanaman terna berbatang lunak dan tidak berkayu. Kapulaga sering digunakan sebagai rempah-rempah masakan dan campuran dalam bahan jamu. Selain itu, tanaman ini juga dimanfaatkan sebagai obat-obatan tradisional.
Kandungan: Minyak atsiri, minyak lemak, zat pati, gula, protein, flavonoida dan polifenol.
Khasiat: Hipertensi, dapat membantu menstabilkan cairan lambung, analgesik (pereda nyeri), radang tenggorokan, suara parau, batuk, nafas tak segar dan baik untuk ginjal.
  • Kayu Manis (Cinnamon)
Pohon kayu manis (Cinnamomum burmannii) adalah salah satu jenis pohon penghasil rempah-rempah yang terkenal. Aroma kayu manis diketahui tajam, terasa pedas dan manis. Tanaman ini juga dimanfaatkan sebagai tanaman obat herbal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar