Info
Kesehatan’ Category
- Pelangsing No. 1 di Jepang Ranpa Diet Ketat & Olahraga Berat
- Detoksifikasi: Mengeluarkan Racun Tubuh
- Perawatan Kulit: Mengangkat Kulit Mati, Mengurangi Jerawat, Memperbaiki Kualitas Kulit, Merangsang Pembentukan Kolagen
- Mencegah Osteoporosis
- Mencegah Kerusakan Gigi & Gusi
- Memblokir Gula
- Memcegah & Mengatasi Diabetes
- Memblokir & Membakar Lemak
- Memblokir pembentukan Trigliseida & Kolesterol
- Mencegah Batu Ginjal & Batu Saluran Kencing
- Mencegah Kejang Otot
- Mengatur Detak Jantung
- Mencegah Jantung Koroner
- Mencegah Hipertensi & Stroke
- Mengatasi Sembelit & Pencernaan
Mudah Digunakan, Hanya Diteteskan dalam
air minum.
Aman Untuk Semua Umur, Ibu Hamil & Menyusui
Aman Untuk Semua Umur, Ibu Hamil & Menyusui
SARAN PENGGUNAAN:
Untuk Menjaga Kesehatan, agar tetap Fit & Segar:
Gunakan 50-60 tetes Nigarin per hari ke dalam makanan atau minuman
Sebagai Isotonic Essence:
Tambahakn 15ml (3 sendok teh) Nigarin dalam 1 galon (19 lt) air minum
Untuk Kecantikan:
Pelembab, campurkan 10 ml (200 tetes) Nigarin dalam lotion pelembab.
Cleansing, campurkan 5 tetes Nigarin pada busa sabun wajah.
Mandi Spa, campurkan 100 – 200 ml Nigarin dalam 180 Liter Air.
Untuk Menjaga Kesehatan, agar tetap Fit & Segar:
Gunakan 50-60 tetes Nigarin per hari ke dalam makanan atau minuman
Sebagai Isotonic Essence:
Tambahakn 15ml (3 sendok teh) Nigarin dalam 1 galon (19 lt) air minum
Untuk Kecantikan:
Pelembab, campurkan 10 ml (200 tetes) Nigarin dalam lotion pelembab.
Cleansing, campurkan 5 tetes Nigarin pada busa sabun wajah.
Mandi Spa, campurkan 100 – 200 ml Nigarin dalam 180 Liter Air.
Advertisements
Report
this ad
Advertisements
Report
this ad
Tags:air, air minum, air sehat, magnesium, Nigari, Nigarin, pi water, sari air laut
Posted in Info Kesehatan, Nigari, Nigarin | 1 Comment »
Posted in Info Kesehatan, Nigari, Nigarin | 1 Comment »
December 16, 2007
Sari air laut alias nigari memang
multikhasiat. Selain menyehatkan jantung, ia juga memilki seabrek khasiat lain.
Untuk pertumbuhan tulang misalnya. Di Selandia Baru, pemerintahnya menyarankan
anak-anak usia 3-13 tahun untuk mengkonsumsi sari air laut. Di negeri kiwi itu
pertumbuhan tulang pada usia itu sangat lambat. Nah, kalsium pada nigari
bekerja sama dengan magnesium bisa berperan dalam pembentukan tulang dan gigi.
Khasiat lain: limbah garam itu mampu
menambah kualitas kecantikan wanita. Tatsuya Kosaka meriset untuk
membuktikannya. Menurut direktur Institut Penelitian Nigari itu, magnesium
dalam sari air laut bisa membakar lemak dan mengeluarkan cairan tak berguna
dalam tubuh. Wajar jika di Jepang, kalangan anak muda, terutama remaja
perempuan, senantiasa membawa sari air laut, “Gunanya menjaga tubuh tetap
langsing dan terhindar dari penyakit kolesterol walau memakan apa pun,” kata
Nelson.
Lainnya, nigari bisa digunakan untuk
pembersih wajah. Caranya: campurkan setetes nigari dalam 100 ml air bersih.
Setelah itu semprotkan pada wajah. “Magnesium pada nigari mampu memperlambat
proses penuaan sehingga kulit tidak gampang keriput,” kata Bambang. Selain itu,
kolagen kulit pun bisa diperbaiki, jadi kulit muka semakin kenyal dan kencang.
December 16, 2007
Masyarakat Jepang lebih beruntung.
Mereka terbiasa minum nigari sebagai sumber magnesium. Nigari alias sari air
laut adalah air laut tua atau yang berada di lapisan teratas, kira-kira setebal
10 cm, dalam pembuatan garam. Sementara lapisan bawah bakal menjadi garam.
Supaya menjadi sari air laut, air tua itu diproses dengan otoklaf kristalisasi.
Biasanya air tua terbuang dalam proses pembuatan garam. Satu ton produksi
garam, membutuhkan 50 m3 air laut. Jumlah air tua yang terbentuk 1,9 m3. Nigari
berupa bubuk magnesium klorida kerap dipakai untuk koagulan (pengeras) alami
dalam pembuatan tofu alias tahu jepang serta bahan pendingin alami ikan.
Di negeri Matahari Terbit itu,
nigari yang pahit memang beken. Anak-anak hingga orang tua terbiasa
mengkonsumsinya dalam kehidupan sehari-hari. Meski budaya memproduksi garam
sangat tua di Indonesia, tetapi nigari baru diperkenalkan setahun terakhir. Dr.
Nelson Sembiring periset Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa
Timur yang memperkenalkannya. Nelson mengetahui khasiat nigari saat belajar di
Jepang.
Limbah air garam kaya mineral
seperti magnesium sulfat, natrium klorida, magensium klorida, dan Kalsium
klorida. Kandungan utamanya magnesium, mineral terbanyak keempat dalam tubuh.
Jika limbah itu diekstraksi, sarinya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia,
terutama untuk kecukupan gizi magnesium. Magnesium berperan menjkesehatan
jantung. “Ia mampu mencegah pengendapan lemak pada dinding pembuluh darah
jantung.” kata Prof Dr Bambang Wirjatmadi dari bagian gizi Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Airlangga, Surabaya.
Menurut Bambang, kurangnya asupan
magnesium bisa mempercepat timbulnya endapan lemak pada pembuluh darah jantung.
“Padahal pembuluh darah jantung itu kan ukurannya sangat kecil. Endapan lemak
bisa menyebabkan pembuluh tersumbat. Akibatnya, kerja jantung terhambat,”
tambah alumnus Fakultas Kedokteran Unair itu. Untuk mencegah penyakit jantung,
Bambang biasa melarutkan 20 tetes nigari dalam 20 liter air minum.
November 7, 2007
Indonesia sangat kaya akan laut.
Kekayaan ini belum termanfaatkan secara optimal. Selama ini, laut hanya dikenal
sebagai sumber garam (NaCl). Padahal, air laut juga mengandung garam magnesium
yang sangat berkhasiat untuk kesehatan. Penyakit jantung koroner, hipertensi,
obesitas, diabetes melitus, batu ginjal, autis, dan masih banyak penyakit yang
dapat dihindari dengan konsumsi magnesium yang cukup. Bagaimana mendapatkan
magnesium dari air laut? Bagaimana peran mganesium dalam menanggulangi penyakit
tersebut? Semua dapat Anda temui dalam buku ini.
November 6, 2007
– Lebih Langsing
– Tulang menjadi lebih kompak dan kuat
– Mencegah Jantung Koroner
– Memperbaiki kualitas kulit, Mengangkat kulit mati
– Mencegah Batu Ginjal & Batu Saluran Kencing
– Mencegah Kejang Otot
– Mencegah kerusakan Gigi & Gusi
– Tulang menjadi lebih kompak dan kuat
– Mencegah Jantung Koroner
– Memperbaiki kualitas kulit, Mengangkat kulit mati
– Mencegah Batu Ginjal & Batu Saluran Kencing
– Mencegah Kejang Otot
– Mencegah kerusakan Gigi & Gusi
October 24, 2007
Pernahkah Anda membayangkan rasa air
tuah atau limpasan air
garam laut? Jangankan membayangkan rasanya, mendapati air tuah
sebagai limbah pembuatan garam tentu ingin segera membuangnya.
Sebaliknya, di Jepang dan Eropa, limbah garam yang kaya magnesium
(Mg) ini justru bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan.
Terapi Sari Air Laut (SAL) mungkin terdengar asing bagi awam.
Nyatanya, terapi ini telah dikembangkan ke berbagai negara di
seluruh belahan dunia. Di Indonesia, dua ilmuwan dari Universitas
Airlangga dan Institut Teknologi Bandung, Prof Bambang Wirjatmadi MD
MS MCN PhD dan Dr Ir Nelson Sembiring MEng memperkenalkan temuannya
pada masyarakat.
garam laut? Jangankan membayangkan rasanya, mendapati air tuah
sebagai limbah pembuatan garam tentu ingin segera membuangnya.
Sebaliknya, di Jepang dan Eropa, limbah garam yang kaya magnesium
(Mg) ini justru bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan.
Terapi Sari Air Laut (SAL) mungkin terdengar asing bagi awam.
Nyatanya, terapi ini telah dikembangkan ke berbagai negara di
seluruh belahan dunia. Di Indonesia, dua ilmuwan dari Universitas
Airlangga dan Institut Teknologi Bandung, Prof Bambang Wirjatmadi MD
MS MCN PhD dan Dr Ir Nelson Sembiring MEng memperkenalkan temuannya
pada masyarakat.
“Limbah air garam
justru kaya mineral terutama kandungan
magnesiumnya yang cukup tinggi. Jika limbah itu diekstraksi, sarinya
bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia, terutama untuk kecukupan
gizi magnesium,” ujar Bambang Wirjatmadi yang juga ahli nutrisi.
Masyarakat Jepang mengenal SAL dengan istilah Nigari atau
nigai, yang artinya pahit. Kristal magnesium yang telah diekstraksi
memang berasa pahit, bukan asin seperti garam. Nigari berupa bubuk
magnesium klorida kerap dipakai untuk koagulan (pengeras) alami
dalam pembuatan tofu (tahu Jepang) serta bahan pendingin alami ikan.
Menurut Bambang, Asosiasi Air Sehat Dunia (The Water Health
Association, Red) bahkan telah menganjurkan agar di dalam setiap
liter air minum (baca: air putih kemasan) mengandung sekitar 2,5 –
25 mg magnesium. “Sayangnya, justru air putih kemasan di Indonesia
lebih banyak mengandung kalsium. Idealnya, rasio antara kalsium dan
magnesium 2 : 1, tapi di Indonesia mencapai 4:1, bahkan ada yang
10:1. Kadar kalsiumnya jauh lebih tinggi,” jelasnya.
Padahal, konsumsi kalsium yang sangat tinggi ini menyebabkan
penyakit batu ginjal dan penyakit jantung koroner (PJK).
magnesiumnya yang cukup tinggi. Jika limbah itu diekstraksi, sarinya
bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia, terutama untuk kecukupan
gizi magnesium,” ujar Bambang Wirjatmadi yang juga ahli nutrisi.
Masyarakat Jepang mengenal SAL dengan istilah Nigari atau
nigai, yang artinya pahit. Kristal magnesium yang telah diekstraksi
memang berasa pahit, bukan asin seperti garam. Nigari berupa bubuk
magnesium klorida kerap dipakai untuk koagulan (pengeras) alami
dalam pembuatan tofu (tahu Jepang) serta bahan pendingin alami ikan.
Menurut Bambang, Asosiasi Air Sehat Dunia (The Water Health
Association, Red) bahkan telah menganjurkan agar di dalam setiap
liter air minum (baca: air putih kemasan) mengandung sekitar 2,5 –
25 mg magnesium. “Sayangnya, justru air putih kemasan di Indonesia
lebih banyak mengandung kalsium. Idealnya, rasio antara kalsium dan
magnesium 2 : 1, tapi di Indonesia mencapai 4:1, bahkan ada yang
10:1. Kadar kalsiumnya jauh lebih tinggi,” jelasnya.
Padahal, konsumsi kalsium yang sangat tinggi ini menyebabkan
penyakit batu ginjal dan penyakit jantung koroner (PJK).
Asupan magnesium pada orang
dewasa sehat dianjurkan 400 – 500
mg/hari. Sedangkan pada orang dengan pengobatan tertentu,
diperbolehkan hingga dosis 1000 mg. Sayangnya, masyarakat luas hanya
mampu mengonsumsi magnesium hingga 200 mg/hari, yang bersumber dari
sayur dan buah.
“Sari air laut yang kaya magnesium ini bermanfaat mencegah batu ginjal dan PJK, menekan hipertensi, migrain, diabetes,
memperkuat tulang, mencegah osteoporosis, kencing manis, gangguan
hati, sembelit, kram otot, depresi, insomnia, mencegah pengendapan
lemak maupun pengerasan pembuluh darah dan stroke, serta obat
kumur,” bebernya.
Sementara manfaat untuk kecantikan antara lain digunakan
secara langsung sebagai campuran air spa dan lotion pelembab kulit
atau lotion pembersih wajah. SAL mampu mengangkat kulit mati yang
tidak dapat dilakukan sabun biasa.
Produk SAL pertama kali di Indonesia diperkenalkan dengan merek Nigarin. Produk ini telah memenuhi paten pembuatan, nomor
merek dagang, dan surat izin Depkes melalui uji tes akut dan tes sub
klinis oleh Fakultas Farmasi Unair Surabaya. SAL bersumber dari
mineral magnesium alami yang diambil dari air laut pantai Timur
pulau Madura yang bersih.
Cara penggunaannya, teteskan langsung dalam air minum atau
makanan yang hendak dikonsumsi. Misalnya, dalam semangkuk sup
sebanyak 10 tetes, menggoreng ayam sebanyak 20 tetes, dan memasak
kare sapi sebanyak 30 tetes. Jika hendak dipakai obat kumur, setetes
SAL dalam 50 ml air putih sangat membantu.
mg/hari. Sedangkan pada orang dengan pengobatan tertentu,
diperbolehkan hingga dosis 1000 mg. Sayangnya, masyarakat luas hanya
mampu mengonsumsi magnesium hingga 200 mg/hari, yang bersumber dari
sayur dan buah.
“Sari air laut yang kaya magnesium ini bermanfaat mencegah batu ginjal dan PJK, menekan hipertensi, migrain, diabetes,
memperkuat tulang, mencegah osteoporosis, kencing manis, gangguan
hati, sembelit, kram otot, depresi, insomnia, mencegah pengendapan
lemak maupun pengerasan pembuluh darah dan stroke, serta obat
kumur,” bebernya.
Sementara manfaat untuk kecantikan antara lain digunakan
secara langsung sebagai campuran air spa dan lotion pelembab kulit
atau lotion pembersih wajah. SAL mampu mengangkat kulit mati yang
tidak dapat dilakukan sabun biasa.
Produk SAL pertama kali di Indonesia diperkenalkan dengan merek Nigarin. Produk ini telah memenuhi paten pembuatan, nomor
merek dagang, dan surat izin Depkes melalui uji tes akut dan tes sub
klinis oleh Fakultas Farmasi Unair Surabaya. SAL bersumber dari
mineral magnesium alami yang diambil dari air laut pantai Timur
pulau Madura yang bersih.
Cara penggunaannya, teteskan langsung dalam air minum atau
makanan yang hendak dikonsumsi. Misalnya, dalam semangkuk sup
sebanyak 10 tetes, menggoreng ayam sebanyak 20 tetes, dan memasak
kare sapi sebanyak 30 tetes. Jika hendak dipakai obat kumur, setetes
SAL dalam 50 ml air putih sangat membantu.
Dikenalkan Bangsa Yunani
Jun Takagi lewat tulisannya yang berjudul The Big Deep : Guide
to Deep-Sea Water Spas menyebutkan sejumlah apartemen di Jepang
serta rumah-rumah spa di Jepang telah memanfaatkan temuan SAL ini.
Shu Uemura tercatat sebagai pemilik spa magnesium pertama di Jepang.
Air kolam renang di sejumlah apartemen di Jepang juga telah
menerapkan pemakaian SAL magnesium ini.
Uemura terinspirasi membangun spa SAL setelah ia mengunjungi
Natural Energy Laboratory of Hawaii Authority (NELHA) di Kepulauan
Hawaii. SAL di kepulaian Hawaii ini diolah untuk air minum. Uemura
kali pertama menguji coba SAL sebagai bahan kosmetik, selanjutnya
dikembangkan menjadi pusat terapi kecantikan, yakni rumah spa di
Pulau Shikoku Jepang.
Terapi sari air laut ini sejatinya juga dikenal dengan istilah
thalassotherapy (Thalassos dalam Bahasa Yunani berarti laut).
Thalassotherapy ini telah dimulai pada abad 19 di daratan Inggris
dan Prancis. Elemen penting yang dipakai dalam terapi ini berupa
mineral magnesium, potasium, kalsium sulfat, dan sodium yang
dicampur dalam lumpur atau ganggang pasta dalam spa.
Bambang mengatakan, kasus yang sering terjadi di Indonesia justru defisiensi magnesium. Defisiensi magnesium menyebabkan
keterlambatan gerak reflek dan kelemahan kontraksi otot. Ini juga
terjadi pada orang yang keracunan magnesium, yakni depresi saraf
pusat. “Kelebihan magnesium justru sangat jarang. Kalau kelebihan
biasanya orang tersebut akan mengalami diare,” tukasnya. Sumber:nabble.com
Jun Takagi lewat tulisannya yang berjudul The Big Deep : Guide
to Deep-Sea Water Spas menyebutkan sejumlah apartemen di Jepang
serta rumah-rumah spa di Jepang telah memanfaatkan temuan SAL ini.
Shu Uemura tercatat sebagai pemilik spa magnesium pertama di Jepang.
Air kolam renang di sejumlah apartemen di Jepang juga telah
menerapkan pemakaian SAL magnesium ini.
Uemura terinspirasi membangun spa SAL setelah ia mengunjungi
Natural Energy Laboratory of Hawaii Authority (NELHA) di Kepulauan
Hawaii. SAL di kepulaian Hawaii ini diolah untuk air minum. Uemura
kali pertama menguji coba SAL sebagai bahan kosmetik, selanjutnya
dikembangkan menjadi pusat terapi kecantikan, yakni rumah spa di
Pulau Shikoku Jepang.
Terapi sari air laut ini sejatinya juga dikenal dengan istilah
thalassotherapy (Thalassos dalam Bahasa Yunani berarti laut).
Thalassotherapy ini telah dimulai pada abad 19 di daratan Inggris
dan Prancis. Elemen penting yang dipakai dalam terapi ini berupa
mineral magnesium, potasium, kalsium sulfat, dan sodium yang
dicampur dalam lumpur atau ganggang pasta dalam spa.
Bambang mengatakan, kasus yang sering terjadi di Indonesia justru defisiensi magnesium. Defisiensi magnesium menyebabkan
keterlambatan gerak reflek dan kelemahan kontraksi otot. Ini juga
terjadi pada orang yang keracunan magnesium, yakni depresi saraf
pusat. “Kelebihan magnesium justru sangat jarang. Kalau kelebihan
biasanya orang tersebut akan mengalami diare,” tukasnya. Sumber:nabble.com
October 22, 2007
“Nama itu saya ambil karena memang
air yang saya hasilkan ini benar-benar dari air laut. Orang menyebutnya air
tuah atau air yang didapat dari penguapan/endapan air laut di dalam pembuatan
garam. Di atas endapan garam itulah bahan baku sari air laut ini saya temukan,”
kata Guru Besar Bidang Reaktor Kimia Insitut Teknologi Sepuluh November ini
saat ditemui di kantornya Sukolilo Surabaya, Kamis (26/1).
Menurut pria Asli Jogja, selama ini air tuah oleh masyarakat tambak pembuat garam hanya dijadikan sebagai bibit untuk membuat garam ulang. Hal ini, dikarenakan konsentrasi garamnya yang cukup tinggi, selain itu sisanya kemudian dibuang ke laut. “Dari penelitian yang saya lakukan ternyata air tuah itu cukup banyak manfaatnya. Bahkan, konsentratnya di Jepang dijual cukup mahal, seharga 9,9 dolar per 200 mililiter,” ungkapnya.
Itu sebabnya, ia pernah menjumpai ada orang-orang yang karena ketidaktahuannya kemudian menjual air tuah itu kepada orang asing dan oleh orang asing itu kemudian diekspor. “Sekarang dari hasil penelitian ini ternyata air tuah itu cukup banyak manfaatnya. Mulai untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah, mengganti kulit-kulit yang rusak, mencegah osteoporosis hingga memperkuat kerja otot jantung,” jelasnya.
Di Jepang, ungkap Judjono, konsentrat air tuah ini disebut air nigari atau bittern yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan tidak hanya untuk kesehatan tapi juga untuk bahan pembuat tofu, yakni tahu Jepang.
Apa saja kandungan mineral yang terdapat dalam sari air laut sehingga sedemikian banyak manfaatnya? Dari penelitian yang dilakukan suami dari Drg Sukartijah ini, ia menemukan mineral-mineral seperti magnesium sulfat (MgS04), Natrium Chlorida (NaCl), Magnesium Chlorida (MgCl2) dan Kasium Chlorida (KCl).
“Mineral-mineral yang paling berguna untuk tubuh adalah magnesium (Mg). Dalam literatur ternyata unsur Mg sangat dibutuhkan oleh tubuh. Dalam sehari tubuh kita butuh antara 360-420 mg. Jumlah itu, ternyata tidak bisa terpenuhi seluruhnya. Kalaupun kita makan buah-buahan dan sayur-sayuran paling banyak hanya terpenuhi antara 250-280 mg per hari. Kekurangan itulah yang bisa ditopang dengan sari air laut,” ujar laki-laki kelahiran Jogjakarta, 1 Januari 1939 ini.
Diungkapkannya, penelitian yang dilakukannya sebenarnya berawal dari keingintahuan Pemprop Jatim tentang berapa produksi garam yang bisa dicapai oleh propinsi ini di sentra-sentra pembuatan garam di Madura yang meliputi, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
“Dari penelitian itu kami memperoleh kesimpulan, bahwa untuk menghasilkan 1 ton garam, maka dibutuhkan 50 meter kubik air laut dan menghasilkan 1,9 meter kubik air tuah,” katanya.
Di tengah-tengah penelitian itulah, kemudian Judjono mengembangkan penelitian lanjutan untuk memanfaatkan air tuah, yang kini ternyata memiliki kasiat yang besar bagi manusia.
Apa langkah selanjutnya yang akan dilakukan Judjodo? Penelitiannya, sejak Agustus tahun lalu sudah diajukan untuk memperoleh paten. Selain itu, melalui kajian ekonomi, pihak PT Pantja Wira Usaha Jatim, telah memberikan lampu hijau untuk diproduksi secara pabrikasi. “Memang yang dilakukan ini masih dalam kapasitas laboratorium, tapi saya yakin bisa diproduksi untuk kepentingan pabrikasi dengan hasil yang lebih besar lagi. Beberapa perusahaan air minum dalam kemasan pun sudah meminta sari air laut ini untuk dijadikan tambahan dalam air minumnya, sehingga menjadi air mineral,” jelasnya.
Ia juga sedang menyiapkan hasil penelitiannya itu untuk dikomersialkan, mengingat begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh dari sari air laut itu. “Saya juga sudah meminta bantuan dari seorang dosen di ITS untuk membuatkan merk dan kemasan supaya layak jual,” ungkapnya.
Memang dalam uji coba yang telah dilakukan, tiga tetes sari air laut telah mengubah rasa air minum dalam kemasan berukuran 240 ml, berasa seperti air zam-zam. “Bagaimana pengaruhnya memang masih dalam tahap penelitian berikutnya. Kini kami sedang melanjutkan ke arah pemeriksaan medis atau farmakologis di fakultas farmasi. Tapi kami yakin manfaatnya cukup banyak, karena di luar negeri konsentrat ini sudah diperjual belikan dengan harga cukup mahal,” tambahnya. *(cr8) Sumber:D-infokom Jatim
Menurut pria Asli Jogja, selama ini air tuah oleh masyarakat tambak pembuat garam hanya dijadikan sebagai bibit untuk membuat garam ulang. Hal ini, dikarenakan konsentrasi garamnya yang cukup tinggi, selain itu sisanya kemudian dibuang ke laut. “Dari penelitian yang saya lakukan ternyata air tuah itu cukup banyak manfaatnya. Bahkan, konsentratnya di Jepang dijual cukup mahal, seharga 9,9 dolar per 200 mililiter,” ungkapnya.
Itu sebabnya, ia pernah menjumpai ada orang-orang yang karena ketidaktahuannya kemudian menjual air tuah itu kepada orang asing dan oleh orang asing itu kemudian diekspor. “Sekarang dari hasil penelitian ini ternyata air tuah itu cukup banyak manfaatnya. Mulai untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah, mengganti kulit-kulit yang rusak, mencegah osteoporosis hingga memperkuat kerja otot jantung,” jelasnya.
Di Jepang, ungkap Judjono, konsentrat air tuah ini disebut air nigari atau bittern yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan tidak hanya untuk kesehatan tapi juga untuk bahan pembuat tofu, yakni tahu Jepang.
Apa saja kandungan mineral yang terdapat dalam sari air laut sehingga sedemikian banyak manfaatnya? Dari penelitian yang dilakukan suami dari Drg Sukartijah ini, ia menemukan mineral-mineral seperti magnesium sulfat (MgS04), Natrium Chlorida (NaCl), Magnesium Chlorida (MgCl2) dan Kasium Chlorida (KCl).
“Mineral-mineral yang paling berguna untuk tubuh adalah magnesium (Mg). Dalam literatur ternyata unsur Mg sangat dibutuhkan oleh tubuh. Dalam sehari tubuh kita butuh antara 360-420 mg. Jumlah itu, ternyata tidak bisa terpenuhi seluruhnya. Kalaupun kita makan buah-buahan dan sayur-sayuran paling banyak hanya terpenuhi antara 250-280 mg per hari. Kekurangan itulah yang bisa ditopang dengan sari air laut,” ujar laki-laki kelahiran Jogjakarta, 1 Januari 1939 ini.
Diungkapkannya, penelitian yang dilakukannya sebenarnya berawal dari keingintahuan Pemprop Jatim tentang berapa produksi garam yang bisa dicapai oleh propinsi ini di sentra-sentra pembuatan garam di Madura yang meliputi, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
“Dari penelitian itu kami memperoleh kesimpulan, bahwa untuk menghasilkan 1 ton garam, maka dibutuhkan 50 meter kubik air laut dan menghasilkan 1,9 meter kubik air tuah,” katanya.
Di tengah-tengah penelitian itulah, kemudian Judjono mengembangkan penelitian lanjutan untuk memanfaatkan air tuah, yang kini ternyata memiliki kasiat yang besar bagi manusia.
Apa langkah selanjutnya yang akan dilakukan Judjodo? Penelitiannya, sejak Agustus tahun lalu sudah diajukan untuk memperoleh paten. Selain itu, melalui kajian ekonomi, pihak PT Pantja Wira Usaha Jatim, telah memberikan lampu hijau untuk diproduksi secara pabrikasi. “Memang yang dilakukan ini masih dalam kapasitas laboratorium, tapi saya yakin bisa diproduksi untuk kepentingan pabrikasi dengan hasil yang lebih besar lagi. Beberapa perusahaan air minum dalam kemasan pun sudah meminta sari air laut ini untuk dijadikan tambahan dalam air minumnya, sehingga menjadi air mineral,” jelasnya.
Ia juga sedang menyiapkan hasil penelitiannya itu untuk dikomersialkan, mengingat begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh dari sari air laut itu. “Saya juga sudah meminta bantuan dari seorang dosen di ITS untuk membuatkan merk dan kemasan supaya layak jual,” ungkapnya.
Memang dalam uji coba yang telah dilakukan, tiga tetes sari air laut telah mengubah rasa air minum dalam kemasan berukuran 240 ml, berasa seperti air zam-zam. “Bagaimana pengaruhnya memang masih dalam tahap penelitian berikutnya. Kini kami sedang melanjutkan ke arah pemeriksaan medis atau farmakologis di fakultas farmasi. Tapi kami yakin manfaatnya cukup banyak, karena di luar negeri konsentrat ini sudah diperjual belikan dengan harga cukup mahal,” tambahnya. *(cr8) Sumber:D-infokom Jatim
October 22, 2007
Seorang profesor reaktor kimia dari
ITS berhasil mengembangkan sari air laut dari bahan air tua yang selama ini
hanya diolah untuk membikin garam. Apa manfaatnya bagi kesehatan?
Sosok Prof Ir Judjono Suwarno mirip
gambaran seorang profesor pada masa lalu. Di ruang kerjanya di lantai II
Jurusan Teknik Kimia tampak bertumpuk banyak buku. Bukan hanya buku baru, tapi
juga buku-buku yang sudah lusuh serta pudar warna sampulnya.
Dari ruangan yang sering dipenuhi
asap rokok yang disulut si penghuni ruangan itulah Judjono mendapatkan ide
untuk membuat formula baru dari air laut. “Namanya sari laut,” kata profesor
spesialis bidang reaktor kimia tersebut.
Kebanyakan orang awam berpikir, air
laut hanya bermanfaat dalam pembuatan garam. Padahal, bila dipelajari lebih
dalam, selain menghasilkan garam, air laut bisa bermanfaat lain. Terutama dalam
bidang kesehatan. Tentu, air laut tersebut harus diolah dulu. Dan, dosen
jurusan teknik kimia itu berhasil membuktikannya.
Tahap awal yang harus dilakukan
untuk membuat sari air laut tersebut, kata dia, adalah mencari bahan baku
utama. Bahan utama yang diperlukan adalah air tua. “Air tua merupakan lapisan
air paling atas dalam pembuatan garam. Tapi, untuk bisa menjadi sari air laut,
air tua harus diproses menggunakan bahan kimia yang telah ditentukan,”
jelasnya.
Selama ini, ungkap dia, masyarakat
pembuat garam hanya menggunakan air tua sebagai bibit pembuat garam. Sebab, air
tua memang mempunyai konsentrasi garam yang cukup tinggi dan sisanya dibuang ke
laut. “Dari penelitian yang saya lakukan, ternyata air tua banyak bermanfaat.
Bahkan, di Jepang, konsentratnya dijual cukup mahal, yakni USD 9,9 per 200 mililiter,”
ujar Judjono.
Selain itu, karena ketidaktahuannya,
dia pernah menjumpai masyarakat yang menjual air tua kepada orang asing.
Pembeli yang mengetahui manfaat produk berharga itu kemudian mengekspornya.
Banyak manfaat yang bisa diperoleh
dari air tua. “Dari hasil penelitian, air tua bisa digunakan menurunkan kadar
kolesterol dalam darah, mengganti sel-sel kulit yang rusak, mencegah
osteoporosis, dan memperkuat kerja otot jantung,” kata laki-laki berusia 67
tahun tersebut.
Di Jepang, kata dia, konsentrat air
laut itu disebut nigari yang tidak hanya dimanfaatkan untuk kesehatan, tapi
juga pembuatan tofu alias tahu Jepang.
Dia menyatakan, sebelum diproses
menjadi sari air laut, air tua harus dipanaskan. Tujuannya, mengurangi
konsentrasi garam dan kadar air. Setelah itu, baru dicampur beberapa zat kimia.
Apa saja zat kimianya? “Itu rahasia dapur,” ujarnya sambil tertawa.
Sari air laut ternyata mempunyai
banyak kandungan mineral. “Dari penelitian yang saya lakukan, sari air laut
mengandung mineral-mineral seperti magnesium sulfat (MgS04), natrium chlorida
(NaCl), magnesium chlorida (MgCl2), dan kalsium chlorida (KCl),” ungkap bapak
asli Jogjakarta itu.
Di antara mineral-mineral tersebut,
magnesium (Mg) paling banyak bermanfaat. Dalam literatur, tubuh kita dalam sehari
membutuhkan 360-420 mg magnesium.
Jika kita ingin memenuhinya dengan
buah-buahan dan sayuran, ternyata itu masih belum cukup. “Buah dan sayuran
hanya memenuhi 250-280 mg per hari. Kekurangannya bisa ditopang dengan sari air
laut,” katanya.
Penelitian tersebut sebenarnya
berawal dari hal yang tak disengaja. Yakni, diawali dari keingintahuan Pemprov
Jatim tentang jumlah produksi garam yang bisa dicapai provinsi tersebut.
Khususnya di sentra-sentra pembuatan garam di Madura yang meliputi Sampang,
Pamekasan, dan Sumenep.
“Dari penelitian itu, kami
memperoleh kesimpulan, untuk menghasilkan satu ton garam, dibutuhkan 50 meter
kubik air laut dan menghasilkan 1,9 meter kubik air tua,” jelas kakek satu cucu
itu.
Di tengah-tengah penelitian
tersebut, Judjono mengembangkan penelitian lanjutan dengan memanfaatkan air
tua. Dan, hasilnya, air tua ternyata jauh lebih bermanfaat serta bernilai
dibandingkan garam.
Apa langkah Judjono selanjutnya?
Penelitian yang dilakukan sejak Agustus tahun lalu tersebut sudah diajukan
untuk memperoleh paten. Selain itu, melalui kajian ekonomi, banyak pihak yang
akan memproduksi secara pabrikasi. Misalnya, PT Pantja Wira Usaha Jatim, BUMD
milik Pemprov Jatim; Pemda Sumenep; beberapa UKM (Usaha kecil menengah); serta
masyarakat.
“Memang, yang saya lakukan ini masih
dalam kapasitas laboratorium. Tapi, saya yakin bisa diproduksi untuk
kepentingan pabrikasi dengan hasil yang lebih besar,” ujarnya.
Bahkan, kata dia, saat ini beberapa
perusahaan air minum dalam kemasan sudah meminta sari air laut tersebut untuk
dijadikan tambahan dalam air minumnya, sehingga menjadi air mineral.
Dia juga sedang menyiapkan hasil
penelitian untuk dikomersialkan karena begitu banyak manfaat yang bisa
diperoleh dari sari air laut tersebut. “Saya juga sudah meminta bantuan seorang
dosen di Dispro ITS untuk membuatkan merek serta kemasan supaya layak jual,”
tegasnya.
Menariknya, DPRD Jatim telah
memperkenalkan produk tersebut di beberapa negara seperti Jerman dan Jepang.
Dalam uji coba yang telah dilakukan, tiga tetes sari air laut mampu mengubah
rasa air minum dalam kemasan berukuran 240 ml, sehingga terasa seperti rasa air
zamzam (air yang mengandung banyak mineral yang sering dibawa pulang jamaah
haji dari sumur zamzam di Makkah).
Di forum terpisah, Dr Ir Suprapto,
anggota dewan pakar bidang teknologi Pemprov Jatim, dalam forum seminar yang
diadakan di Riset Centre ITS, Kamis lalu, menegaskan secara teknis bahwa produk
tersebut aman dan tidak bermasalah. “Air yang mengandung sari laut mengandung
banyak mineral, terutama magnesium,” ujarnya. (ratih pramita aisyah)
|
Ternyata tidak banyak yang tahu,
limbah garam yang selama ini dibuang pengusaha dan petani garam di Madura
atau di tempat lain, memiliki manfaat besar. Nelson Sembiring, salah satu
peneliti SDA di Balitbang Prov Jatim, selama 4 tahun berhasil menemukan
manfaatnya. Hebatnya, limbah ini mampu mengobati berbagai penyakit layaknya
obat sapujagat.
”Nigarin atau Sari Air Laut (SAL)
sangat baik terapi kesehatan, kecantikan, dan pengobatan penyakit
degeneratif,” kata Nelson Sembiring, kemarin.
Pria lulusan S2 dan S3 di Fakultas
SDA dan Mineralogi Kioyo University Tokyo Jepang ini mengemukaan, dalam
Nagirin banyak mengandung magnesium yang sangat di butuhkan sistem pusat
syaraf dan pembuluh darah. Karena itu, semua penyakit yang berhubungan dengan
pembuluh darah dan syaraf dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi magnesium
dalam jumlah cukup.
Kekurangan Magnesium, terang Pria
yang menyelesaikan SI-nya di Teknik Pertambangan ITB 1988 ini, akan
mengakibatkan serangan penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi,
diabetes melitus, detak jantung tidak normal, aterosklerosis, engina pektors,
hipertensi, asma bronkial, epilepsi atau ayan, autisme, hiperaktivitas, batu
ginjal, rasa sakit ketika haid, kecanduan alkohol, kelelahan, osteoporosis,
ansietas (rasa cemas yang berlebihan), insomnia (tidak bisa tidur), keram
otot, dan depresi.
“Sebagian besar kandungan material
yang menumpuk didinding pembuluh darah arteri adalah kalsium,” terang pria
asal Medan ini.
Para ahli gizi WHO menganjurkan
konsumsi kalsisum (Ca) atau magnesium (Mg) adalah 2:1. Bila kebutuhan Ca
adalah 1000 – 1200 mg per hari, maka kebutuhan magnesium adalah 450 mg
perhari.
“Kurang dari itu, akan terjadi
penyumbatan arteri koroner, yang akan mengakibatkan otot jantung kekurangan
pasokan makanan dan oksigen. Sayangnya, di masyarakat awam, pentingnya
magnesium untuk kesehatan belum sepopuler kalsium,” jelas pria yang juga
menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Sumberdaya Mineral KADIN Jatim ini.
Promosi yang sangat gencar akan
produk-produk dengan kalsium tinggi, mulai dari suplemen dalam bentuk tablet
effervecent, biskuit, minuman kesehatan, hingga susu dan produk-produk
olahannya. Sedang di negara lain, misalnya Jepang penggunaan Magnesium telah
gencar digalakkan.
Bahkan untuk konsumsi Magnesium
ini, lanjut Nelson, Jepang telah mengimpor Nigarin dari Indonesia sebesar
5000 liter per bulan. Sedang di Indonesia, baru mengkonsumsi 1000 liter saja.
”Kemungkinan efek samping dari
konsumsi Sari Air Laut (Nigarin) yang kaya magnesium pada dosis tinggi adalah
diare, tetani (kontraksi otot), dan tekanan darah rendah,” jelasnya. (ska)
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar