Rabu, 11 Maret 2020

Bligo Tanaman Berkhasiat Yang Tidak Populer


Bligo adalah nama buah dari tanaman merambat ini. Nama lain yang dikenal adalah baligo, blonceng, atau kundur. Buah kundur adalah jenis buah yang berasal dari daerah tropis dan telah banyak dibudidayakan di beberapa wilayah Asia. Nama botani buah kundur adalah Benincasa hispida.

Kundur juga memiliki nama lain, yaitu beligo, bligo, dan baligo. Ada juga yang mengataka bahwa buah kundur ini adalah labu besar. Buah kundur masih termasuk tanaman dari keluarga Cucurbitaceae.

Meskipun dikenal dengan ‘gelar’ buah, tetapi buah kundur dianggap sebagai sayuran. Daging buah kundur sering dijadikan sup. Ada juga pengolahan buah kundur menjadi manisan, minuman, dan lainnya.

Dalam bahasa Inggris, buah tumbuhan ini dinamakan wax gourd, white gourd, dan ash gourd, merujuk pada kulitnya yang bersaput tepung. Sementara, warga Amerika menamakannya winter melon, melihat kulit yang seolah-olah putih berselimut salju.

Di Indonesia, namanya pun bermacam-macam. Jika di Jawa disebut bligo atau belonceng, di lain daerah berbeda pula namanya, seperti butong (Dayak), gundur (Gayo), kundue (Minangkabau), kundo (Aceh), undru (Nias), sardak (Lampung), baligo, leyor (Sunda), bhaligu, kondur (Madura), laha (Irian), kudul (Simalur), atau kunrulu (Bugis).

Buah bligo sebenarnya adalah buah semusim, tetapi buahnya dapat bertahan dalam waktu yang lama, bahkan berbulan bulan.

Bentuknya bulat lonjong, panjangnya bisa mencapai 2 meter. Begitu dibelah, terlihat sederet biji-bijian dengan daging berwarna putih.

Bligo merupakan tanaman menjalar, memiliki batang kayu lunak, berbulu, warna hijau. Daunnya tunggal, bulat, tepi rata, ujung tumpul, pangkal membulat.

Bunganya bunga tunggal, berkelamin dua, tumbuh di ketiak daun, dengan mahkota berbulu halus, berwarna kuning. Buahnya buni, bulat memanjang, berdaging, panjang 15-20 cm, warna hijau berselaput putih. Bagian yang dimanfaatkan adalah biji dan buah.

Kandungan buah kundur

Buah kundur atau buah beligo merupakan buah yang kaya akan zat-zat gizi. Buah kundur mengandung zat gizi makro seperti protein, lemak, dan karbohidrat. Tak heran jika di dalam buah kundur terkandung energi.

Di dalam buah kundur juga terdapat kandungan serat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Buah kundur mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral. Ada pun beberapa mineral yang dikandung adalah kalsium, fosfor, zat besi, dan kalium.

Ada pula beberapa jenis vitamin di dalam buah kundur. Vitamin yang ada di dalam buah kundur adalah vitamin larut air, yaitu vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), vitamin B3 (niasin), dan vitamin C. Buah kundur kaya akan kandungan air yaitu lebih dari 95%.

Manfaat buah kundur bagi kesehatan tubuh

Kandungan yang ada di dalam buah kundur membawa banyak manfaat. Ada beberapa manfaat buah kundur bagi kesehatan tubuh. Buah yang asing di telinga khalayak ini patut dikonsumsi karena manfaatnya yang banyak.

Apa sajakah manfaat buah kundur bagi kesehatan tubuh? Simak manfaat buah kundur selengkapnya di bawah ini!

1. Menjaga suhu tubuh tetap normal

Suhu lingkungan yang berubah-ubah membuat tubuh harus menyesuaikannya. Asupan cairan yang dikonsumsi membantu metabolisme tubuh agar bisa menjaga suhu tubuh tetap normal.

Buah kundur atau bligo memiliki kandungan air yang sangat melimpah. Kandungan air di dalam buah kundur memiliki manfaat terhadap stabilitas suhu tubuh. Tubuh Anda pun tidak akan menjadi hangat maupun agak dingin.

Anda bisa mengonsumsi buah kundur dalam bentuk sup hangat ketika cuaca sedang agak dingin. Air di dalam buah kundur dan suhu hangat pada sup akan membuat suhu tubuh Anda tetap normal sehingga tidak merasa kedinginan.

2. Mengatasi asma

Manfaat buah kundur bisa mencegah dan mengatasi penyakit asma. Hal ini dikarenakan buah beligo atau buah kundur memiliki kandungan berupa senyawa yang bersifat anti-inflamasi (antiradang).

3. Menurunkan kadar gula darah

Sebuah penelitian membuktikan bahwa konsumsi buah kundur dapat menurunkan kadar gula darah. Hal ini tentunya merupakan kabar baik bagi Anda yang menderita penyakit diabetes melitus.

4. Meningkatkan kesehatan pencernaan

Buah kundur adalah buah yang kaya akan kandungan serat. Tak heran jika dikatakan bahwa manfaat buah kundur bisa meningkatkan kesehatan pencernaan. Kandungan serat yang ada di dalam buah kundur dapat melarukan makanan.

Serat pada buah beligo ini juga mampu melancarkan buang air besar. Proses pencernaan cenderung lebih lancar dan tidak ada penumpukan tinja di dalam usus. Orang yang memiliki pencernaan yang sehat akan terhindar dari penyakit kanker usus.

5. Mengobati radang tenggorokan

Apakah Anda pernah menderita radang tenggorokan sebelumnya? Jika ya maka Anda bisa mengonsumsi buah kendur karena manfaat buah kundur bisa mengobati radang tenggorokan. Kandungan senyawa antiinflamasi akan melepas zat yang menyebabkan terjadinya peradangan.

6. Melarutkan vitamin

Tubuh memerlukan berbagai jenis vitamin. Dua di antaranya adalah vitamin larut air, yaitu vitamin B kompleks dan vitamin C. Air diperlukan untuk melarutkan kedua jenis vitamin tersebut.

Apabila konsumsi air putih Anda kurang memadai maka kandungan air di dalam buah kundur dapat membantu melarutkan asupan vitamin B dan vitamin C. Terlebih lagi, di dalam buah beligo atau kundur terdapat kandungan vitamin B dan vitamin C.

7. Menurunkan berat badan

Telah disebutkan sebelumnya bahwa buah kundur memiliki kandungan serat. Secara tidak langsung, ini mengartikan bahwa manfaat buah kundur mampu menurunkan berat badan. Bagaimana bisa? Simak penjelasannya!

Kandungan serat di dalam buah kundur dapat memperpanjang masa kenyang. Hal ini membuat Anda tidak merasa lapar dan terhindar dari konsumsi berlebih. Manfaat serat pada buah kundur juga dapat menurunkan tingkat penyerapan karbohidrat dan lemak.

Itu membuat tubuh menerima karbohidrat dan lemak yang lebih sedikit daripada yang seharusnya. Belum lagi, kandungan energi buah kundur hanya sedikit. Semua alasan tersebut membuat konsumsi buah kundur secara rutin dapat menurunkan berat badan Anda.

8. Meringankan alergi

Apakah Anda memiliki riwayat alergi? Anda bisa mengonsumsi buah kundur apabila alergi Anda kumat lagi atau tiba-tiba mengalami alergi. Kandungan senyawa antiinflamasi di dalam buah bligo dapat meringankan reaksi alergi.

9. Mencegah sariawan

Manfaat buah kundur juga dapat mencegah terjadinya sariawan. Buah kundur mengandung vitamin C dalam jumlah yang cukup banyak. Konsumsi buah kundur dapat membantu kecukupan vitamin C yang mampu mencegah sariawan.

10. Mengatasi gejala osteoporosis

Hampir semua orang tidak ingin menderita osteoporosis dan merasakan gejalanya. Namun, jika osteoporosis telah datang maka konsumsilah buah kundur. Buah kundur mengandung senyawa antiinflamasi yang bisa meringankan gejala osteoporosis.

11. Penurun demam

Demam itu tidak harus selalu minum obat. Anda bisa mengonsumsi buah kundur. Hal ini dikarenakan buah kundur bisa bertindak sebagai penurun demam. Banyaknya air pada buah kundur akan membuat sering buang air kecil dan mengakibatkan suhu tubuh yang tinggi menjadi turun secara berangsur.

12. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Setiap orang tentunya ingin selalu sehat dan tidak mudah sakit. Oleh karena itu, konsumsilah buah kundur secara rutin. Manfaat buah kundur dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Hal ini dikarenakan buah beligo mengandung antioksidan yang ada di dalam vitamin C.

Daun Bidara Sebagai Sarana Mengobati Sihir


          Pohon Bidara                                                                                                    Pohon Bidara Arab            

Bidara (Ziziphus mauritiana), atau Bahasa Arabnya “sidr” adalah sejenis pohon buah yang dibicarakan dalam al-Qur’an dan hadits. Dalam tradisi pengobatan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam (Tibbun Nabawi), ia salah satu yang biasa digunakan.


Didalam Al-Quran, pohon bidara disebutkan beberapa kali. Salah satunya adalah:
وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ. فِي سِدْرٍ مَخْضُودٍ

Artinya: Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada diantara pohon bidara yang tidak berduri. (Q.S. Al Waqiah: 27-28)

Secara singkat, golongan kanan adalah golongan yang akan masuk surga. Kemudian nantinya didalam surga mereka para golongan kanan berada di antara pohon bidara yang tidak berduri. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa pohon bidara tersebut adalah pohon bidara yang telah dipotong durinya.

Bentuk fisik tanaman bidara adalah berupa pohon berakar tunggang yang dapat tumbuh hingga setinggi 15 m. Kulit kayunya berwarna cokelat kemerahan atau keabuan. Dan kayunya kemerahan, kuning kecokelatan, sampai cokelat gelap. Tekstur kayunya halus, bersifat keras dan tahan lama. Karena itu, di sejumlah daerah kayu bidara dijadikan bahan kerajinan, perabot rumah tangga, konstruksi bangunan, mebel, peti pengemas, dan kayu lapis.

Orang Bali biasa menjadikannya gagang kapak, pisau, pahat, dan perkakas pertukangan dan pertanian lainnya. Selain itu, ia termasuk berkualitas tinggi bila dijadikan kayu bakar dan arang. Di India, pohon bidara dijadikan media budidaya kutu lak (sejenis serangga). Ranting-ranting yang sudah terbungkus kotoran kutu lak dipanen untuk diolah menjadi sirlak. Sirlak adalah salah satu komponen peracikan politur (pewarna kayu dalam kerajinan mebel).

Daun bidara berwarna hijau, termasuk daun tunggal dan terletak berseling. Bentuknya bundar telur menjorong atau jorong lonjong, 2–9 cm x 1.5–5 cm; bertepi rata atau sedikit menginggit; gundul dan mengkilap di sisi atas, dan rapat berambut kempa keputihan di sisi bawahnya; dengan tiga tulang daun utama yang tampak jelas membujur sejajar; bertangkai pendek 8–15 mm. Daun ini bisa diambil manfaatnya oleh manusia. Yang muda bisa disayur dan yang tua untuk pakan ternak. Air rebusannya bermanfaat sebagai jamu. Uniknya, jika diremas-remas di dalam air, daun bidara menghasilkan busa seperti sabun. Dan biasanya dipakai untuk memandikan orang yang sakit demam (sebagai terapi) dan untuk memandikan jenazah.

Bunga bidara berbentuk payung dan tumbuh di ketiak daun, dengan panjang 1–2 cm. Warnanya kekuningan dan berbau agak harum. Sedang buahnya berbentuk bulat hingga bulat telur, dengan ukuran hingga 6 cm × 4 cm. Kulit buahnya bermula hijau, kekuningan, lalu kemerahan, lalu kehitaman kala sudah masak. Daging buahnya putih, rasanya manis kala sudah masak.

Di dalam buah bidara terdapat biji berwarna krem beralur-alur tak teratur. Sebenarnya itu adalah tempurungnya. Inti bijinya terdapat di dalamnya, dan biasanya berjumlah dua (ada juga yang hanya satu). Untuk pengembangbiakkan, agar cepat tumbuh, biji yang akan disemai sebaiknya dipecah dulu agar inti bijinya tampak.

Kandungan nutrisi buah ini cukup banyak. Di antaranya, Gula, Serat, Protein, Vit. B1, A, dan C, Lemak, Karoten, Kalsium, Besi, juga Fosfor. Cara mengonsumsinya bermacam-macam. Bisa dimakan langsung, dijadikan minuman segar, dikeringkan, atau dijadikan manisan. Bila masih muda bisa dimakan dengan garam atau dirujak.

Pohon bidara memanglah kaya manfaat. Tak hanya daun, buah, dan kayunya. Kulit kayu dan akarnya pun bisa diambil manfaatnya. Kulit kayunya biasa untuk obat gangguan pencernaan dan obat luka. Kulit akarnya memiliki khasiat lain lagi, setelah dicampur pulasari dan bawang putih, bisa dijadikan obat kencing nyeri dan berdarah.

Dari Qois bin ‘Ashim radhiyallahu ‘anhu,

أَنَّهُ أَسْلَمَ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَغْتَسِلَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ

“Sesungguhnya beliau masuk Islam, kemudian Nabi shallallahu‘alaihiwasallam memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun bidara.” (HR. An Nasai no. 188, At Tirmidzi no. 605, Ahmad 5/61. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Hadits yang lain menjelaskan tentang perintah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ummu ‘Athiyah dan kepada para wanita yang melayat untuk memandikan anaknya.

اغْسِلْنَهَا ثَلاَثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ أَكْثَرَ مَنْ ذَلِكَ إِنْ رَأَيْتُنَّ ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ

“Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu jika kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kapur barus (wewangian).” (HR. Bukhari no. 1253 dan Muslim no. 939).

Hadits lain yang menjelaskan tentang penggunaan daun bidara adalah hadits ‘Aisyah bahwasanya Asma` binti Syakal bertanya kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam tentang mandi Haid, maka Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam menjawab :

تَأْخُذُ إِحْدَاكُنَّ مَاءَهَا وَسِدْرَهَا فَتَطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطُّهُوْرَ ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتُدْلِكُهُ دَلْكًا شَدِيْدًا حَتَى يَبْلُغَ شُؤُوْنَ رَأْسِهَا ثُمَّ تَصُبُّ عَلَيْهَا الْمَاءَ ثُمَّ تَأْخُذُ فِرْصَةً مُمَسَّكَةً فَتَطَهَّرُ بِهَا. فَقَالَتْ أَسْمَاءُ : وَكَيْفَ أَتَطَهَّرُ بِهَا ؟ فَقَالَ : سُبْحَانَ الله تَطَهَّرِيْنَ بِهَا. فَقَالَتْ عَائِشَةُ : كَأَنَّهَا تَخْفَى ذَلِكَ تَتَبَّعِيْنَ أَثَرَ الدَّمِ.
Hendaklah salah seorang di antara kalian mengambil air dan daun bidara kemudian bersuci dengan sempurna kemudian menyiram kepalanya dan menyela-nyelanya dengan keras sampai ke dasar rambutnya kemudian menyiram kepalanya dengan air. Kemudian mengambil sepotong kain (atau yang semisalnya) yang telah diberi wangi-wangian kemudian dia bersuci dengannya. Kemudian Asma` bertanya lagi : “Bagaimana saya bersuci dengannya?”. Nabi menjawab : “Subhanallah, bersuci dengannya”. Kata ‘Aisyah : “Seakan-akan Asma` tidak paham dengan yang demikian, maka ikutilah (cucilah) bekas-bekas darah (kemaluan)”. (HR. Muslim)

Mungkin manfaat daun bidara untuk ruqyah adalah salah satu yang paling populer. Pada prakteknya daun bidara digunakan untuk ruqyah syar’iyyah dalam menangani masalah-masalah yang ditimbulkan oleh jin dan sihir-sihir yang dikirimkan oleh para ahli sihir dan dukun.

Salah satu tabi’in yang ahli di dalam ilmu kedokteran yaitu Wahb bin Munabih menyarankan untuk menggunakan tujuh lembar daun bidara yang ditumbuk hingga halus. Kemudian daun bidara yang sudah halus tadi di larutkan dalam air dan dibacakan ayat kursi, Al Kafirun, dan tiga qul, yaitu surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas (Mushannaf Ma’mar bin Rasyid 11/13).

Setelah dibacakan ayat-ayat tadi, air daun bidara tadi diminum dan air sisanya digunakan untuk mandi. Insyaallah penyakit-penyakit yang berasal dari gangguan jin dan sihir akan hilang.

Mengenai kaitannya dengan pengobatan kesurupan atau sihir, kami tidak menjumpai dalilnya. Hanya saja, para ulama memahami bahwa kajian pengobatan sihir, masuk dalam pembahasan at-Tadawi (pengobatan), dan bukan kajian ibadah. Karena itu, selama tidak menggunakan fasilitas yang dilarang, dan terbukti bisa mengobati (mujarab), penggunaan media semacam ini dibolehkan.

Dijelaskan cara pengobatan sihir,

ومن علاج السحر بعد وقوعه أيضا وهو علاج نافع للرجل إذا حبس من جماع أهله أن يأخذ سبع ورقات من السدر الأخضر فيدقها بحجر أو نحوه ويجعلها في إناء ويصب عليه من الماء ما يكفيه للغسل , ويقرأ فيها آية الكرسي و ( قل يا أيها الكافرون ) و ( قل هو الله أحد ) و ( قل أعوذ برب الفلق ) و ( قل أعوذ برب الناس …

Diantara cara mengobati sihir – dan ini obat yang manfaat untuk para suami yang terhalangi sehingga tidak bisa berhubungan badan – dia bisa mengambil 7 lembar daun bidara hijau, kemudian ditumbuk dengan batu atau semacamnya, lalu ditaruh di ember, kemudian dicampur air yang cukup untuk mandi. Kemudian dibacakan ayat kursi, al-kafirun, al-ikhlas, al-falaq, an-Nas…. (beliau menyebutkan beberapa ayat lainnya). (Majmu’ Fatawa 3/279)

Keterangan yang lain disampaikan Syaikh Abdullah

وكذا رَقَيْتُ على بعض الأقارب أو الأحباب الذين حبسوا عن نسائهم ، بما ذكره ابن كثير من ورقات السدر ، وقراءة الآيات التي ذكرها ، فوقع الشفاء بإذن الله

Demikian pula, saya pernah meruqyah anggota keluarga dan orang-orang dekat saya yang tidak bisa melakukan hubungan dengan istrinya karena sihir. Saya ruqyah dengan menggunakan beberapa lembar daun bidara seperti yang disebutkan Ibnu Katsir, dan membacakan beberapa ayat al-Quran, dan dengan izin Allah, sembuh.  (as-Shawaiq al-Mursalah fi at-Tashaddi lil Musya’widzin wa as-Saharah)

Demikian pula yang disampaikan Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi,

Beliau pernah ditanya mengenai hukum menggunakan daun bidara untuk mengobati sihir. Mengingat ada sebagian orang yang melarang karena tidak ada dalil. Jawab Syaikh Rajihi,

حل السحر بأدعية شرعية ودعوات وأدوية مباحة فهذا لا بأس به، والسدر من الأمور المباحة، فإذا وجد فيه فائدة من حل السحر وغيره فلا بأس باستعماله

Menghilangkan sihir dengan doa-doa yang disyariatkan atau dengan pengobatan yang mubah, hukumnya boleh. Dan daun bindara termasuk sesuatu yang mubah. Sehingga jika di sana ada manfaat, seperti untuk mengobati sihir atau yang lainnya, tidak masalah menggunakannya.

Ruqyah dengan daun bidara

Menumbuk tujuh helai daun pohon sidr (daun bidara) hijau di antara dua batu atau sejenisnya, lalu menyiramkan air ke atasnya sebanyak jumlah air yang cukup untuk mandi dan dibacakan ke dalamnya:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“ِAku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk“

اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al Baqarah: 255).

وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوا صَاغِرِينَ وَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ رَبِّ مُوسَى وَهَارُونَ

“Dan Kami wahyukan kepada Musa: “Lemparkanlah tongkatmu!”. Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata: “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, (yaitu) Tuhan Musa dan Harun.” (QS. Al A’raf: 117-122).

وَقَالَ فِرْعَوْنُ ائْتُونِي بِكُلِّ سَاحِرٍ عَلِيمٍ فَلَمَّا جَاءَ السَّحَرَةُ قَالَ لَهُمْ مُوسَى أَلْقُوا مَا أَنْتُمْ مُلْقُونَ فَلَمَّا أَلْقَوْا قَالَ مُوسَى مَا جِئْتُمْ بِهِ السِّحْرُ إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ وَيُحِقُّ اللَّهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ

“Fir’aun berkata (kepada pemuka kaumnya): “Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!” Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan”. Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya” Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).” (QS. Yunus: 79-82).

قَالُوا يَا مُوسَى إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَلْقَى قَالَ بَلْ أَلْقُوا فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَى فَأَوْجَسَ فِي نَفْسِهِ خِيفَةً مُوسَى قُلْنَا لَا تَخَفْ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعْلَى وَأَلْقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوا إِنَّمَا صَنَعُوا كَيْدُ سَاحِرٍ وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سُجَّدًا قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ هَارُونَ وَمُوسَى

“(Setelah mereka berkumpul) mereka berkata: “Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?”. Berkata Musa: “Silahkan kamu sekalian melemparkan”. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam hatinya. Kami berkata: “janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. “Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang”. Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: “Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa”.” (QS. Thaha: 65-70).

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ,قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

“Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. an aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”.” (QS. Al Kafirun: 1-6).

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ,قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.” (QS. Al Ikhlash: 1-4).

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ,قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”.” (QS. Al Falaq: 1-5).

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. إِلَهِ النَّاسِ. مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, ari (golongan) jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6).

Setelah membacakan ayat-ayat di atas pada air yang sudah disiapkan tersebut hendaklah dia meminumnya sebanyak tiga kali, dan kemudian mandi dengan menggunakan sisa air tersebut. Dengan demikian, insya Allah penyakit (sihir) akan hilang. Dan jika perlu, hal itu boleh diulang dua kali atau lebih hingga penyakit (sihir) itu benar-benar sirna. Hal itu sudah banyak dipraktikkan, dan dengan izin-Nya, Allah memberikan manfaat padanya. Pengobatan tersebut juga sangat baik bagi suami-isteri yang tidak bisa jima‘ (bersetubuh) karena terkena sihir.

Manfaat Pohon Pule




Pohon pule 

Pulai adalah nama pohon dengan nama botani Alstonia scholaris. pohon ini dari jenis tanaman keras yang hidup di pulau Jawa dan Sumatra. Dikenal juga dengan nama lokal pule, kayu gabus, lame, lamo dan jelutung. kualitas kayunya tidak terlalu keras dan kurang disukai untuk bahan bangunan karena kayunya mudah melengkung jika lembap, tetapi banyak digunakan untuk membuat perkakas rumah tangga dari kayu dan ukiran serta patung. Pohon ini banyak digunakan untuk penghijauan karena daunnya hijau mengkilat, rimbun dan melebar ke samping sehingga memberikan kesejukan. Kulitnya digunakan untuk bahan baku obat. berkhasiat untuk mengobati penyakit radang tenggorokan dan lain-lain.
Ciri- ciri tanaman herbal pule :
Daun terpusar berkisar 4 – 9 helai, bentuk lonjong sampai lanset, atau lonjong sampai bulat telur sungsang, menjangat, tipis dan kuat. Permukaan atas daun licin. Sedangkan permukaan bawahnya buram. Panjang daun 10 – 23 cm, dengan lebar 3 – 7,5 cm dengan panjang tangkai 7,5 cm  – 15 cm.
Bunga : Perbungaan berupa malai rata, keluar diujung cabang atau diketiak daun, panjangnya sampai 13 cm. Sedangkan gagang bunganya pendek kurang lebih 2,5 cm, dan berambut. Bunganya wangi berwarna hijau terang sampai putih kekuningan dan pada  permukaannya berbulu halus dan rapat. Panjang   tabung 7 – 9 mm, agak mengecil pada bagian lehernya, helaian mahkota menyerong dan bundar. Panjang tangkai putik 3 – 5 cm.
Buah : Berbentuk bumbung, panjangnya 20 – 50 cm.
Biji : Biji-bijinya berambut pada bagian tepinya berjambul pada bagian ujungny, panjang 1,5 – 2 cm.
Kandungan Zat tanaman herbal pule : Tanaman ini mengandung berbagai zat yang dapat digunakan sebagai obat herbal. Adapun kandungan zat berkhasiat dalam tanaman ini adalah: Alkaloida, Ekitamina, Ekitenina, Alsonina, Akiserina, Ekitina, Ekiretina, Ditamina, Ekitamidina dan ekiteina.
Pemanfaatan Tanaman pule sebagai obat herbal, untuk beberapa Penyakit :
1. Mengobati demam : Bagian yang digunakan adalah kulit batang sejumlah 10 gram, direbus dengans segelas air selama 15 menit, saring dan minumlah air rebusannya.
2.  Sebagai penurun Tekanan Darah ( Antihipertensi ): Bagian yang digunakan juga kulit batang 10 gram, direbus dengan 3 gelas air. Sisakan 2 gelas, saring dan minumlah air rebusannya.
3. Untuk mengobati nyeri di bagian dada : Bagian yang digunakan adalah akarnya. Dikunyah bersama dengan pinang.
4. Sebagai pengurang rasa sakit ( Antipiretik ). Misalkan digunakan pada penderita sakit kepala.
5. Sebagai Antidiabetik, atau penurun gula darah bagi penderita Diabetes melitus.  Bagian yang digunakan adalah daunnya.  Direbus dan diminum kemudian.
Pohon Pulai sering dianggap sebagai pohon keramat yang dihuni Roh-roh halus, bentuk pohon menyerupai pohon karet (penghasil getah karet) dan biasa tumbuh didaerah kering dengan tinggi pohon mencapai 50 meter, deameter batang sampai dengan 2 meter.‎
Bentuk batang lurus berwarna kelabu, daunnya rimbun berwarna hijau mengkilat serta melebar kesamping jadi sangat cocok bila dijadikan sebagai pohon peneduh.
Sifat kayunya lunak, berwarna kuning keputihan dan mudah melengkung bila digunakan untuk bahan bangunan, untuk itu secara umum Kayu Pule hanya cocok untuk dibuat perkakas rumah tangga seperti : mainan anak-anak, papan gambar, ukiran patung dan topeng.
Dalam pengobatan herbal Pohon Pule dapat dimanfaatkan untuk :
- Getah Pule digunakan untuk mematangkan asbes (bengkak) pada kulit.
- Kulit Pule untuk obat radang tenggorokan.
- Daun Pule untuk obat demam, penurun tekanan darah, diabetes, nyeri dibagian dada dan mengurangi rasa sakit.
Khusus di Jawa Timur kayu Pule paling sering dibuat Topeng Panji, Topeng Bantengan, Topeng Barongan dan Topeng Kesenian lainnya yang berhubungan dengan makhluk halus, karena dipercaya dengan menggunakan Topeng yang terbuat dari Kayu Pule akan mempermudah para pemainnya untuk kerasukan bangsa jin.
Menurut kepercayaan banyak orang Pohon Pule biasanya dihuni oleh Raja Jin, dan biasanya dibagian tengah dari pohon ini digunakan untuk menyimpan mustikanya, sedang dalam dunia metafisika Kayu Pule dianggap mempunyai daya potensi supernatural yang berguna untuk :
= Menolak energi negatip dalam rumah atau pekarangan.
= Mengobati kesurupan dan mengusir roh-roh jahat dengan cara dicambukkan.‎

Manfaat Pohon Klampis


Pohon kelampis


Kalangan penggemar bonsai lebih mengenalnya sebagai Arabica (Arabika), meski nama lokalnya adalah Klampis, Klampis Ireng, atau Pung Hitam. Sosoknya memang meyakinkan sebagai bahan bonsai. Selain daunnya yang memang sudah kecil, karakter batangnya sangat kuat, sudah memperlihatkan kesan tua. 
Kalau memang niat menjadi penggemar bonsai harus tahu karakter pohonnya. Arabica dinilai sulit merawat karena tidak mengerti karakternya. Indonesia ini adalah negeri yang sangat beragam berbagai jennis pohonnya. Kita  harus mempelajarinya, dan  bukan menaklukkannya. Soal katakter pohon ini kadang dianggap sepele, tapi kadang-kadang malah dilewatkan.  
Pohon kecil hingga sedang, tingginya 5–10(–18) m, dan gemang batangnya hingga 50 cm; menggugurkan daun. Tajuk serupa payung; ranting-ranting muda berambut kuning, rapat; dengan banyak duri berukuran besar dan panjang (Acacia: berduri, tomentosa: berambut padat).Pepagan cokelat gelap, memecah tak beraturan.
Daun penumpu berupa duri, lurus, panjang hingga 4,5 cm. Daun-daun majemuk menyirip berganda, terletak berseling, dengan tangkai daun 0,6–1 cm dan rakis (2,5–)3–9 cm; dengan satu kelenjar tepat di bawah pertemuan sirip-sirip terbawah, bentuk jorong, lk 1–2,5 mm, rata atau sedikit melekuk; satu-dua kelenjar yang lain di dekat ujung rakis, membundar, lk 0,8 mm. Sirip-sirip (7–)12–25 pasang, 0,9–2,5 cm; beranak daun 12–50, yang tersusun berhadapan, duduk, helaiannya seperti kertas, seperti garis, 1–4 × 0,4–1 mm, pangkalnya asimetris, terpangkas, ujungnya menumpul, berambut halus di sisi bawah dan di tepinya, atau hampir gundul.
Bunga majemuk berupa bongkol-bongkol ‎bertangkai lk 2,5 cm, 1–7 bongkol berkumpul di ketiak daun dekat ujung ranting. Bunga duduk, putih atau putih kekuningan, berbilangan–4 atau –5. Kelopak lk 0,9–1,2 mm, tabungnya gundul kecuali pada ujung dan pada gigi-giginya yang berambut; gigi menyegitiga runcing, 0,1–0,2 mm. Mahkota 2,8–3,5 mm, gundul, taju bundar telur atau bundar telur-jorong, runcing, 0,5–1 mm. Benang sari banyak, panjang lk 5 mm; bakal buah gundul, 0,8–1 mm, duduk. Buah polong cokelat gelap, membelulang, tipis rata, sedikit membenjol pada biji, lurus atau membengkok, 9–18 cm × 0,8–1 cm, dengan urat-urat yang membujur memanjang buah, memecah pada kedua kampuhnya. Biji pipih, jorong atau lonjong, 6,5–9 × 4–5,5 mm.
Pohon ini biasa dijumpai tumbuh di sabana,hutan jati, hutan semak belukar, wilayah dekat pantai; juga ditanam di sepanjang tepi jalan, dan di pematang-pematang sawah; pada ketinggian hingga 500 m dpl‎. Di Jawa Timur juga didapati di hutan musim.
Berbunga pada bulan-bulan Oktober hingga Juni.
Klampis menyebar secara alami di India s‎elatan, Srilanka, Benggala, Burma,Thailand, Vietnam, dan Indonesia; yakni di ‎Jawa, Madura, Sumbawa, Sumba, dan ‎Sulawesi.
Klampis dipelihara untuk dimanfaatkan kayunya sebagai kayu bakar‎. Kayu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat gagang cangkul dan tangkai sabit‎. Kayu ‎A. tomentosa tergolong ke dalam kayu yang berbobot sedang, dengan densitas 580–670 kg/m³ pada kadar air 15%‎.
Kulit batangnya pahit dan berbau tak enak, dimanfaatkan sebagai obat kuda. Serat dari pepagan ini sangat liat dan digunakan untuk membuat tali atau tambang. Getahnya dimanfaatkan untuk membuat ‎tinta.
Tunas dan daun-daun mudanya disenangi ternak, walaupun berduri. Di samping itu, dedaunan ini dapat dijadikan pupuk hijau.

Sawo Kecik Pohon Yang Makin Langka


Sawo Kecik

Sawo kecik atau nama ilmiahnya Manilkara kauki yan
g juga sering disebut sebagai sawo jawa merupakan pohon atau tanaman yang menghasilkan buah yang berasal dari famili sawo-sawoan atau Sapotaceae. Kini sawo kecik ini mulai langka dan sangat jarang ditemukan di Indonesia. Menurut filosofi jawa, sawo kecik sering diidentikkan dengan sarwo becik atau serba baik. Sedangkan di Daerah Istimewa Yogyakarta, sawo ini sering dijadikan sebagai tanaman pertanda bahwa orang yang menanam sawo kecik merupakan abdi dalem keraton.
Tanaman sawo ini memiliki batang dengan kayu yang keras dan kuat sehingga banyak dimanfaatkan menjadi berbagai keperluan, diantaranya menjadi perabot rumah tangga, bahan bangunan, dan alat-alat pertukangan. Bukan hanya itu saja, batang dari pohon sawo ini juga bisa dimanfaatkan sebagai benda seni seperti ukiran, patung hingga menjadi berbagai peralatan musik.
Dalam bahasa Inggris, sawo kecik dikenal sebagai Manilkara dan Caqui. Sedangkan di beberapa Negara lainnya sawo kecik memiliki nama yang berbeda lagi. Misalnya di India, sawo kecik dikenal dengan nama Khirni dan di Thailand dikenal dengan nama Lámút Sida atau Lámút Thai.
Ciri-ciri Tanaman Sawo Kecik
Sawo kecik atau yang memiliki nama ilmiah Manilkara kauki ini memiliki tinggi mencapai 25 meter dengan diameter batang pohon bisa mencapai 100 cm.
Daun pada pohon sawo kecik mengelompok pada ujung batang dengan permukaan bawah daun berwarna keputihan dan halus. Pohon sawo kecik memiliki tangkai daun yang tidak menebal dengan panjang kelopak daun bisa mencapai 77 mm. Kuncup pada bunga sawo kecik memiliki bentuk berupa bulat telur.
Sawo kecik memiliki buah yang berbentuk bulat telur yang berukuran kecil dengan panjang kurang lebih 3,7 cm. Buah sawo kecik ini memiliki kulit pembungkus yang tipis dan bisa dengan mudah dikelupas. Buah sawo kecik yang sudah matang memiliki rasa yang manis dan terkadang ada sedikit rasa sepat.
Habitat dan Persebaran Pohon Sawo Kecik
Sawo kecik berasal dari India dan banyak dibudidayakan di kawasan Amerika Tropis dan Asia Tropis. Meskipun di Indonesia sawo kecik mulai langka karena sudah mulai jarang dibudidayakan, namun kebuners masih bisa menemuinya di seluruh wilayah Indonesia kecuali Kalimantan.
Sawo kecik bisa tumbuh dengan subur di daerah pesisir pantai dengan iklim kering dan berada di ketinggian sekitar 500 mdpl. Biasanya, sawo kecik ditanam sebagai pohon peneduh, pohon buah dan sebagai pohon ornament yang ditanam di dekat istana atau kuil.
Di Yogyakarta, sawo kecik ditanam sebagai pertanda bahawa orang yang menanam pohon tersebut merupakan abdi dalem keraton.
Pemanfaatan Pohon Sawo Kecik
Sawo kecik merupakan pohon yang menghasilkan buah. Akan tetapi tidak hanya buahnya saja yang bisa dimanfaatkan, tetapi masih banyak bagian pohon sawo kecik yang bisa dimanfaatkan. Misalnya batang dari pohon sawo kecik bisa dimanfaatkan sebagai perabot rumah tangga, bahan bangunan dan berbagai karya seni.
Pohon sawo kecik bisa tumbuh dengan subur meskipun ditanam di daerah dengan tanah yang kurang subur bahkan pohon sawo kecik mampu berfungsi sebagai pohon perintis. Selain itu, pohon sawo kecik juga bisa menjadi tanaman pemulih lahan yang kurang subur serta kritis. Oleh karena itu, banyak orang yang membudidayakan pohon sawo kecik sebagai batang bawah untuk penyambungan atau okulasi dengan pohon sawo manila.‎

Bunga Kamboja Sebagai Obat Kelamin


Kamboja

Bunga Kamboja umumnya ditanam di pekarangan rumah untuk mempercantik rumah. Bunga kamboja ini tidak hanya banyak dijumpai di Indonesia, namun banyak juga dimanfaatkan oleh negara lain. Dibalik warnanya yang indah dan cantik tanaman Kamboja menyimpan fakta unik yang tak terduga.
Nama lokal: Semboja, kamboja (Jawa); samoja, kamoja (Sunda); pandam (Minangabau); campaka bukul, campaka sabakal, campaka malja (Madura); bunga jebun (Bali); capaka kubu (Tidore); saja kolocucu (Ternate); bunga uwae mawara, bunga tampung (Bugis)
Nama asing: Kalachuche, kaiasusi, kalatsutsi (Filipina); frangipani, pagoda tree (Inggris); flor de mayo (Meksiko); perungalli, champa, chafa, temple tree (India); dead man’s fingers (Australia); champa (Laos); plumeria, melia (Hawai); araliya (Srilanka); calachuchi (Thailand); mian zhi zi (Cina)
Ikhtisar
Nama genus Plumeria berasal dari nama botanis asal Prancis yang bepergian ke Dunia Baru dan mendokumentasikan beragam spesies flora fauna pada abad ke-17, Charles Plumier. Di dunia, kamboja dikenal dengan sebutan frangipani yang merujuk pada nama yang diberikan seorang bangsawan Italia yang menemukan parfum beraroma plumeria. Plumeria yang asli Amerika Tengah, Meksiko, Karibia, dan Amerika Selatan itu kini tumbuh menyebar di daerah tropis. Genus Plumeria mengalami revisi nama menjadi Plumeria rubra, Plumeria obtusa, dan hibridnya, Nama acuminata, acutifolia, dan lutea dimasukkan ke dalam Plumeria rubra. Plumeria acuminata yang berubah menjadi Plumeria rubra forma acutifolia berbunga berwarna putih hingga kuning. Plumeria rubra forma lutea berwarna kuning dengan semburat merah muda. Nama lainnya Plumeria rubra forma acutifolia. Termasuk bangsa Gentianales, suku Apocynaceae.
Sosok
Tanaman: Membentuk pohon kecil dengan tinggi 3-7 m. Batang halus dan berkilau. Batang sukulen – menyimpan banyak air. Mengandung getah seperti susu yang lengket dan dapat menimbulkan iritasi bila terkena mata dan kulit. Kayunya putih kekuningan dan lembut. Percabangan tebal dan berdaun di bagian ujung.
Daun: Tumbuh mengumpul pada ujung terminal cabang, bentuk bulat memanjang 20-40 cm. Lebar sekitar 7 cm tersusun spiral pada akhir cabang.
Bunga: Biseksual (bunga sempurna), beraroma wangi. Warna putih dengan bagian tengah dalam berwarna kuning. Bunga hibrida banyak berwarna paduan merah. Panjang 5-6 cm.
Buah: Linear – bulat memanjang atau elips dengan ujung lancip. Panjang 15-20 cm dengan diameter 1,5-2 cm.
Biji: Banyak dan bersayap.
Kandungan kimia
Kulit kayu mengandung glukosida irridoid. Daun mengandung stigmast-7-enol, lupeol carboxylic acid, lupeol acetate, ursolic acid. Dari akar berhasil diisolasi fulvoplummierin, plumericin, beta-dihydroplumericin, beta-dihydropluericinic acid. Batang mengandung minyak esensial yang terdiri dari geraniol, citronella, farnesol, phenylethyl alohol.
Pemanfaatan Bunga Kamboja
Serupa dengan di Indonesia, di India kamboja yang berwarna putih identik dengan kematian dan pemakaman. Di Filipina, pohon kamboja juga ditemui tumbuh di wilayah pemakaman. Namun, karena kecantikan bunganya, tidak jarang bunga yang dijuluki temple tree itu dipergunakan sebagai tanaman hias seperti yang terlihat di tempat peribadatan umat hindu di Bali. Bunga juga dijadikan hiasan riasan tradisional adat Bali hingga bunga pelengkap janur dan dekorasi. Di Cina bunganya kadang dibuat manisan. Di Jawa kulit batangnya untuk mengobati kaki pecah-pecah. Air seduhannya untuk merendam kaki yang bengkak. Seluruh bagian tumbuhan penuh getah putih, orang dahulu mengoleskannya pada gusi yang sakit karena gigi berlubang. Getah juga dioleskan pada luka bengkak agar bengkaknya cepat matang dan mata intinya dapat keluar. Di Madura kamboja dipakai sebagai pencahar. Pasta yang berasal dari akar yang dihancurkan secara topikal diaplikasikan untuk meningkatkan laktasi pada ibu menyusui. Pasta akar juga diaplikasikan untuk mencegah nanah pada luka terbuka. Di Meksiko, dekoksi (air rebusan) bunganya dipakai untuk mengatasi diabetes. Sedangkan di Yukatan, getahnya digunakan untuk obat sakit gigi.
Aktivitas farmakologis
Antikanker: Penelitian bertujuan menginvestigasi sitotoksik dan efek apoptosis saponin yang berasal dari pohon kamboja pada sel karsinoma sel skuamosa oral (OSCC). OSCC ditempatkan pada 2 x 104 sel/well dalam sebuah 96-well plate diberi perlakuan dengan saponin dari pohon kamboja dan cisplatin dalam konsentrasi berbeda selama 24 jam. Uji eksklusi Trypan blue dye dan ethidium bromide/ acridine orange masing-masing digunakan untuk mengevaluasi sitotoksisitas dan efek apoptosis pada sel. Hasil menunjukkan baik saponin dan cisplatin memiliki efek sitotoksik dan apoptosis pada OSCC. Saponin yang berasal dari pohon kamboja dapat berpotensi sebagai agen antikanker untuk OSCC.
Antiinflamasi: Ekstrak metanol daun kamboja menunjukkan aktivitas antiinflamasi secara nyata. Hasil maksimal dicapai pada dosis 500 g/kg BB yang diberikan pada tikus yang mengalami inflamasi akibat induksi karagenan.
Antipiretik dan antinosiseptif: Ekstrak metanol daun pada beberapa dosis (100, 250, dan 500 mg/kg bobot tubuh tikus) menunjukkan aktivitas antipiretik (penurun demam) dan antinosiseptif (penghilang rasa sakit) yang signifikan. Ekstrak juga menunjukkan kemampuan yang sama dengan parasetamol dosis 100 mg/kg BB. Aktivitas pengurang rasa sakit diduga terjadi karena kemampuan daun kamboja mengurangi peradangan.
Antioksidan: Aktivitas antioksidan memperlihatkan peningkatan nyata seiring kenaikan dosis ekstrak metanol daun kamboja. Dosis yang diujicobakan berkisar antara 50, 100, 200, 300, 400, dan 500 µg.
Antimikrob: Ekstrak metanol daun kamboja diujikan pada beberapa jenis bakteri: gram positif (Bacillus subtilus, Staphylococcus aureus, dan Micrococcus luteus) dan gram negatif (Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, dan Salmonella typhimurium). Ternyata ekstrak pada konsentrasi 250 µg/ml dan 1.000 µg/ml menunjukkan aktivitas penghambatan pada semua bakteri kecuali S. typhimurium. Ekstrak bersifat netral terhadap M. luteus, E. coli, dan P. aeruginosa.
Bunga Kamboja Sebagai Obat Kelamin 
Kembang Kuburan alias bunga kamboja (Plumeria alba) ternyata menyimpan banyak manfaat. Bunga berkelopak lima ini tak hanya bisa digunakan untuk berbagai rangkaian ritual keagamaan, tetapi juga 'mengampuni' orang-orang berpenyakit kotor.
"Di balik kemistikan kamboja atau orang Jawa biasa menyebut semboja, ia menyembunyikan berbagai kebaikan buat manusia. Lewat akar, sirap kulit, getah, kuntum bunga dan daun yang eggan bergerombol, semboja diam-diam amat bermanfaat. Akarnya bisa 'mengampuni' orang-orang berpenyakit kotor," 
Dijelaskan, dengan meminum rebusan akar semboja, laki-laki penderita kencing nanah (gonorrhe) akibat suka 'jajan' pun disembuhkan. "Bisa jadi akar-akar semboja melalui remah-remah jenazah yang telah berubah menjadi unsur hara, memohon ampunan bagi sang pendosa tersebut. Memperingati para laki-laki agar insyaf kembali ke jalan benar,".‎

Kayu Wunglen Yang Hanya Ada Di Imogiri


 Pohon Wunglen Imogiri

Kayu Wunglen atau Wonglen, Onglen, Wungle adalah kayu yang berasal dari kerangka rumah makam Sultan Agung Hanyokrokusumo dan rumah makam Pakubuwanan di komplek makam raja-raja mataram di Pajimatan Imogiri-Bantul.‎
Kayunya hitam, tenggelam diair, tahan api dan anti rayap......, ciri lain bila direndam diair akan mengeluarkan zat warna merah.
Menurut sejarah kayu unglen berasal dari satu-satunya pohon di hutan palembang, dulu Sultan Agung membawa satu-satunya pohon ini untuk membangun rumah makam utama untuk calon makamnya di bukit Imogiri Bantul, konon yang memikul kayu ini sampai dijawa adalah makhluk gaib.
Tapi namanya juga kayu sesuai takdirnya maka dalam perjalanan waktu terkena panas dan hujan, pada akhirnya kayu dirumah makam inipun ada beberapa yang menyusut dan melengkung.
Untuk itulah maka pada tahun 1930 rumah makam utama (Prabayaksa Pakubuwanan) direstorasi, sebanyak 30 usuk yg kondisinya sudah melengkung diganti dengan kayu yang baru, kayu-kayu bekas usuk itulah yg akhirnya diberikan kepada juru kunci dan abdi dalem yang sekarang disebut kayu wunglen.
Kayu ini diyakini bisa memberi aura positif bagi pemakainya terutama bagi orang yang memegang jabatan memiliki tuah untuk kewibawaan, kelancaran rejeki, keselamatan dan memacu keberanian....., namun tidak ada halangan untuk dimiliki orang biasa sebagai sarana meningkatkan karier(pangkat dan derajat), kemakmuran, ketentraman, pengasihan, kekayaan dan menjaga keselamatan( anti santet, pelet dll).
Hanya saja pemakai kayu ini diharapkan bisa menahan emosinya karena bila digunakan memukul orang bisa fatal akibatnya.....!!!.
Pantangan : Kayu ini jangan dilangkahi atau ditaruh ditempat rendah.
Upacara mboyong kayu wunglen
Kayu wunglen dipercayai sebagai salah satu wasilah/pengantar Sultan Agung untuk memberikan pertolongan. 
Menurut cerita, kayu wunglen ini peninggalan Kanjeng Sultan yang dianggap keramat. Kayu tersebut dapat dijadikan untuk menjaga badan dari gangguan sesuatu yang ghaib, dapat menambah kewibawaan serta dapat juga menyembuhkan orang sakit.
Upacara ini dilakukan bila ada masyarakat yang ingin memiliki kayu wunglen tersebut. Untuk memiliki kayu tersebut harus sowan atau menghadap pada juru kunci makam, kemudian matur atau mengatakan bahwa akan memboyong (membawa pulang) kayu wunglen. 
Kayu wunglen harus diuji dahulu, yakni dengan cara dimasukkan dalam segelas air putih, jika kayu tersebut langsung tenggelem berarti kayu wunglen boleh dibawa pulang.
Akan tetapi jika kayu tersebut tidak tenggelam berarti tidak dapat dibawa pulang, karena menurut juru kunci, hati orang yang ingin memiliki kayu wunglen tersebut belum benar-benar tulus dan bersih. Setelah kayu diuji dan dapat dibawa pulang maka kayu tersebut harus diganti dengan mahar/uang.‎