Lompong atau daun talas ini merupakan makanan yang mengingatkan kita
pada zaman dahulu yang dimana di era tahun 1950 ini merupakan makanan
yang faforit, ini karena di zaman dahulu masih krisis pangan ini terjadi
khususnya di Negara Indonesia. Lompong atau daun talas ini merupakan
tanaman talas – talasan yang juga merupakan penghasil umbi dan tanaman
ini diduga berasal dari asia tengara atau asia tengah bagian selatan dan
tanaman ini juga diperkirakan di budidayakan sejak zaman purba. Daun
talas ini mempunyai daun yang lebar dan berbentuk perisai yang dizaman
dulu bisa duganakan untuk penutup kepala dari hujan ini dikarenakan daun
talas ini yang bagian bawahnya berlilin.
Tanaman lompong atau daun talas ini bisa dimasak dibuat makanan berkuah
dan yang diambil hanya batangnya yang masih remaja saja yang mempunyai
rasa manis dan pedas dan sifatnya netral. Tanaman daun talas ini juga
menghasilkan umbi yang juga bisa dimasak layaknya ketela yaitu di rebus.
Daun yang muda atau tua daun talas ini juga bisa buat pakan makanan
ternak lele. Daun talas atau lompong ini mudah sekali dijumpai di kebun
atau pekarangan belakang rumah karena tanaman mudah sekali tumbuh di
alam Indonesia.
Tanaman lompong atau daun talas ini bisa mencapai ketingian 1,5 meter
dari tanah untuk jumlah daunya bisa mencapai 2 sampai 5 helai daun dan
berwarna hijau untuk pangkalnya berbertuk pelapah dan bundar telur atau
lonjong tentunya berwarna hijau. Tanaman ini juga mengandung getah yang
dapat menyebabkan gatal maka dari itu perlu dimasak dulu untuk
menghilangkan getahnya yang menyebabkan gatal dan juga sebagai penghasil
sumber karbohidrat yang cukup penting juga. Tanaman ini selain enak
dikonsumsi juga mengandung serat, lemak, karbohidrat, protein, zat besi,
fosfor, kalsium, vitamin C, vitamin A dan vitamin B1 yang tentunya
sangat bermanfaat untuk tubuh kita .
Talas (Colocasia esculenta) adalah salah satu contoh tumbuhan penghasil
umbi. Tumbuhan talas memiliki tinggi sekitar 0,4 – 1,5 meter dengan umbi
berada dibawah tanah. Dalam satu tumbuhan, biasanya terdapat 3 – 5
helai daun dengan tangkai seperti pelepah. Tumbuhan ini dipercaya
berasal dari daerah Asia Tenggara lalu menyebar ke berbagai belahan
dunia seperti India, Cina, dan Afrika. Talas merupakan tanaman yang
dibudidayakan sebelum padi. Oleh karena itu di berbagai daerah Indonesia
masih ada yang menjadikan talas sebagai makanan utama.
Kandungan Talas
Sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya, talas banyak digunakan
sebagai bahan makanan. Umbi talas adalah salah satu makanan pokok
pengganti nasi. Di beberapa negara maju, umbi talas bahkan digunakan
sebagai makanan pendamping ASI untuk bayi. Umbi talas dipercaya banyak
mengandung vitamin C dan antioksidan yang banyak berperan dalam merawat
kesehatan sel. Selain itu talas banyak mengandung mineral seperti
potasium, kalium, dan kalsium yang menjaga kestabilan metabolisme dan
kesehatan jantung. Daun talas juga dapat dikonsumsi sebagai sayur. Daun
talas selain memiliki rasa yang enak juga mengandung banyak serat,
vitamin A dan vitamin C.
Manfaat Batang Talas
Tumbuhan talas memiliki banyak manfaat. Uniknya hampir 90% dari seluruh
bagian tumbuhan talas dapat dimanfaatkan, termasuk daun, batang, dan
umbi talas. Daun dan batang talas banyak digunakan sebagai sayur yang
memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Dalam 100 gram batang
talas, terdapat 20 mg fosfor, 60 mg kalsium, 400 mg karbohidrat, 100 mg
serat dan mineral mineral lain. kandungan ini menyebabkan batang talas
dapat dimanfaatkan untuk:
1. Menjaga Kesehatan Jantung
Jantung adalah organ yang sangat vital dalam tubuh manusia. Tanpa adanya
jantung, maka darah tidak dapat dipompa keseluruh tubuh manusia. Dalam
hal ini, kandungan batang talas yang kaya mineral kalsium dan kalium
dapat membantu menjaga kesehatan organ jantung. Bahan lain yang baik
untuk menjaga kesehatan jantung.
2. Melancarkan Pencernaan
Batang talas mengandung banyak serat yang baik untuk pencernaan. Serat
menjaga usus agar dapat mencerna makanan dengan lebih optimal dan
melancarkan pembuangan sisa makanan dari tubuh. Makanan berserat juga
lebih sulit untuk dicerna tubuh sehingga pencernaannya lebih lama.
Dengan mengonsumsi makanan berserat seperti batang talas, maka
pencernaan akan lebih baik.
Pengolahan Batang Talas
Bagian bagian tumbuhan talas banyak mengandung getah yang dapat membuat
gatal. Sehingga langkah awal dalam mengolahnya adalah dengan
menghilangkan getah talas. Caranya, kupas kulit batang talas dan cuci
hingga bersih. Selanjutnya potong-potong sepanjang 4-5 cm atau sesuai
selera, lalu rebus dalam air mendidih hingga masak lalu tiriskan.
Salah satu resep masakan yang bisa diterapkan adalah lompong masak santan. Berikut ini adalah resepnya.
Bahan :
3 ikat batang talas
Kelapa ½ butir
Lombokrawit 50 gr
Bawang putih 4
Bawang merah 6
Lengkuas 2 iris (masing-masing ½ cm)
Gula dan garam secukupnya
Cara Memasak :
Kupas bawang putih dan bawang merah.
Bersihkan lombok rawit dari tangkainya.
Goreng bawang putih, bawang merah, dan lombok rawit sampai matang. Uleg sampai halus.
Parut ½ butir kelapa tadi, beri air, lalu peras, dan ambil santannya kira-kira 1000 ml.
Siapkan wajan, masukkan lompong, santan, dan bumbu yang dihaluskan.
Selama menunggu mendidih, aduk-aduk santan, jaga agar jangan sampai
pecah.
Jangan lupa berikan gula dan garam. Lalu tunggu hingga mendidih, baru angkat dan sajikan
Manfaat Umbi Talas
Talas adalah akar sayur yang bisa dimakan dalam berbagai budaya di
seluruh dunia dan memiliki sejarah yang kaya, dengan berbagai resep
masakan yang menggunakannya. Daun dari tanaman talas juga digunakan
sebagai sayuran. Manfaat umbi talas selain mudah dicerna dan daunnya
merupakan sumber yang baik dari vitamin A dan C. Di Indonesia sendiri,
umbi talas banyak ditemui di daerah sekitaran puncak, bogor Jawa Barat
di daerah tanah gembur yang beriklim sejuk.
Tentang Umbi Talas
Umbi talas tumbuh hampir seukuran dengan lobak, memiliki bentuk bulat
atau lonjong dengan kulit berserat coklat. Permukaannya ditandai dengan
cincin melingkar yang menunjukkan titik-titik penempelan pada daun
bersisik.
Di dalamnya terdapat warna daging yang putih kekuningan, tetapi mungkin
akan berwarna beda tergantung pada jenis kultivar. Sebuah umbi talas
dengan ukuran rata-rata beratnya sekitar 2-4 kilogram. Teketur dagingnya
yang renyah dan kastanye air seperti rasa pedas.
Bagaimana dengan manfaat utama Ubi talas ini untuk kesehatan ?
1. Sumber Energi
Umbi talas memberikan kalori lebih dari manfaat kentang , sekitar 100
gramnya menyediakan 112 kalori. Kalori ubi talas terutama berasal dari
karbohidrat kompleks yang dikenal sebagai amilosa dan amilopektin.
Namun, akar sangat rendah lemak dan protein dibandingkan dalam sereal
dan kacang-kacangan. Tingkat protein mereka bisa sebanding dengan sumber
makanan tropis lain seperti pada manfaat ubi , manfaat singkong, dll
yang dapat menjadi sumber energi atau makanan pokok pengganti nasi.
2. Baik Untuk Pencernaan
Umbi talas adalah salah satu sumber serat terbaik pada makanan, sekitar
100 gram umbi talas memberikan 4,1 gram atau 11 % dari kebutuhan serat
makanan setiap hari. Bersamaan dengan serat, karbohidrat kompleks akan
lambat di cerna dan serat di dalamnya juga membantu kenaikan bertahap
pada gula darah.
3. Sehat Untuk Jantung
Selanjutnya, umbi talas juga memberikan sejumlah mineral penting seperti
seng, magnesium , tembaga, besi dan mangan. Selain itu, memiliki
sejumlah potasium yang baik. Kalium merupakan komponen penting dari sel
dan cairan tubuh yang membantu mengatur detak jantung.
4. Membantu tekanan darah
Selain baik untuk jantung zat kalium yang terdapat dalam umbi talas
sangat baik untuk membantu menstabilkan dan menurunkan tekanan darah,
Terutama bagi anda yang mengalami tekanan darah tinggi.
5. Meningkatkan sistem imun tubuh
Umbi talas mengandung banyak vitamin c dan antioksidan lainnya yang
sangat bermanfaat untuk menjaga sistem imun pada tubuh. Dengan membuang
radikal bebas, maka tubuh akan terjaga dari berbagai penyakit berbahaya.
6. Mengatasi Kelelahan
Umbi talas memiliki kandungan indeks glikemik yang telah dikurangi,
kandungan zat ini sangat baik digunakan untuk atlet dalam mengatasi
kelelahan. Mendapatkan energi tambahan tanpa menambah glukosa yang dapat
memberikan efek jangka panjang, umbi talas cocok di konsumsi bagi anda
yang ingin tubuh tidak cepat lelah.
7. Anti-aging
Kemampuan dalam membuang radikal bebas dan regenerasi sel membuat umbi
talas sangat penting untuk menjaga keawetan sel dalam tubuh termasuk
dalam kulit. Hal ini sangat membantu dalam menjaga dan memerangi penuaan
dini.
Talas juga mampu menjadi solusi beberapa masalah kesehatan di bawah ini.
Diabetes
Kanker
Penganti nasi
Masalah kesehatan usus
Masalah kolesterol
Menjaga sistem imun
Peringatan Mengkonsumsi Umbi Talas
Manfaat talas yang sudah kita ketahui di atas, dapat kita peroleh jika
benar-benar diproses dengan baik dan juga dikonsumsi dalam jumlah yang
wajar. Konsumsi talas bisa menyebabkan gejala penyakit batu ginjal dan
penyakit asam urat serta komplikasi kesehatan lainnya jika tidak
dipersiapkan dengan baik, misalnya waktu merebus umbi talas yang
sebentar. Hal tersebut bisa di antisipasi dengan merendamnya semalaman
sebelum di masak, yang bertujuan untuk mengurangi jumlah oksalat.
Umbi talas memiliki banyak manfaat lebih dari kentang tetapi tidak
mengandung lebih banyak kalori. Dengan manfaat umbi talas lain dari
serat dan Glycemic Index yang rendah, talas masih merupakan pilihan yang
baik sebagai sayuran pati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar