Pohon kecil, tinggi 5–15 m. Di tanah yang subur tumbuh lebih lurus dan
dengan tajuk yang lebih sempit daripada di tanah gersang.
Daun bertangkai, bundar atau bundar telur bentuk jantung dengan tepi
rata, garis tengah hingga 19 cm; bertulang daun menjari, sebagian tulang
daun utama dengan kelenjar pada pangkalnya di sisi bawah daun; sisi
bawah berambut abu-abu rapat. Daun penumpu bundar telur memanjang, 2,5
cm, meninggalkan bekas berupa cincin di ujung ranting.
Bunga berdiri sendiri atau dalam tandan berisi 2–5 kuntum. Daun kelopak
tambahan bertaju 8–11, lebih dari separohnya berlekatan. Kelopak
sepanjang 2,5 cm, bercangap 5. Daun mahkota bentuk kipas, berkuku pendek
dan lebar, 5–7,5 cm, kuning, jingga, dan akhirnya kemerah-merahan,
dengan noda ungu pada pangkalnya. Buah kotak bentuk telur, berparuh
pendek, beruang 5 tak sempurna, membuka dengan 5 katup. Bijinya kecil,
dan berwarna coklat muda. Akar waru berbentuk tunggang dan berwarna
putih kekuningan.
Kayu terasnya agak ringan, cukup padat, berstruktur cukup halus, dan tak
begitu keras; kelabu kebiruan, semu ungu atau coklat keunguan, atau
kehijau-hijauan. Liat dan awet bertahan dalam tanah, kayu waru ini biasa
digunakan sebagai bahan bangunan atau perahu, roda pedati, gagang
perkakas, ukiran, serta kayu bakar. Dari kulit batangnya, setelah
direndam dan dipukul-pukul, dapat diperoleh serat yang disebut lulup
waru. Serat ini sangat baik untuk dijadikan tali. Serat ini juga
merupakan bahan yang penting, dan berasal dari pepagan waru dan dipakai
untuk membuat tali. Tali ini, selanjutnya dipergunakan sebagai bahan
dasar membuat jaring dan tas-tas kasar.
Simplisia yang digunakan dari tumbuhan waru untuk pengobatan adalah daun
dan bunganya. Daunnya mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol,
sedangkan akarnya mengandung saponin, flavonoida, dan tanin.
Daunnya dapat dijadikan pakan ternak, atau yang muda, dapat pula
dijadikan sayuran. Bisa juga, untuk menggantikan daun jati dalam proses
peragian kecap. Daun yang diremas dan dilayukan digunakan untuk
mempercepat pematangan bisul. Daun muda yang diremas digunakan sebagai
bahan penyubur rambut. Daun muda yang direbus dengan gula batu
dimanfaatkan untuk melarutkan (mengencerkan) dahak pada sakit batuk yang
agak berat. Kuncup daunnya digunakan untuk mengobati berak darah dan
berlendir pada anak-anak. Akar tanaman waru bisa dipakai untuk obat
demam.
Berdasarkan hasil penelitian, serat yang dihasilkan waru pendek dan
kurang baik sebagai bahan pulp. Di Jawa, kayunya dipakai untuk bahan
bakar.
Daunnya juga digunakan sebagai pembungkus ikan segar oleh pedagang di pasar dan pedagang ikan keliling.
Bunga waru dapat dijadikan jam biologi. Bunganya mekar di pagi hari
dengan mahkota berwarna kuning. Di siang hari warnanya berubah jingga
dan sore hari menjadi merah, sebelum akhirnya gugur.
Legenda masyarakat penghuni Pulau Jawa menyatakan, kuntilanak menyukai
pohon waru yang tumbuh miring (waru doyong) sebagai tempat
bersemayamnya.
Daun waru merupakan salah satu jenis dedaunan yang cukup dikenal oleh
banyak kalangan masyarakat Indonesia sebagai salah satu daun yang dapat
digunakan sebagai obat-obatan. Daun waru sendiri merupakan daun yang
berasal dari tanaman dengan nama yang sama, yaitu tanaman waru. Waru
merupakan jenis kapas-kapasan yang bernama latin “Hibiscus Tiliaceus”,
yang merupakan tanaman yang juga mirip dengan tanaman kembang sepatu.
Persebaran Tanaman Waru
Waru sendiri juga sering dimanfaatkan pohonnya sebagai tanaman peneduh
di pinggir jalan dan juga mampu menjaga keasrian lingkungan sekitarnya.
Waru juga merupakan tumbuhan asli dari bagian Negara dan juga kepulauan
yang beriklim tropis, tersebar luas di daratan pasifik dan banyak
dikenal dalam berbagai istilah sesuai dengan nama lokalnya
masing-masing.
Di indonesia sendiri pemanfaatan dari tanamn waru berada pada bagian
daunnya. Daun waru memiliki banyak sekali khasiat dan juga manfaat yang
sangat baik bagi kesehtan kita dan seringkali dimanfaatkan sebagai
tanaman obat-obatan. Apa saja manfaat dari daun waru? Berikut ini adalah
beberapa diantaranya :
1. Mengobati TBC dan sakit paru-paru
Manfaat yang pertama adalah mampu untuk membantu mengobati penyakit TBC.
TBC atau tuberculosis merupakan salah satu penyakit yang menimbulkan
gejala batuk berkepanjangan dan dapat mengganggu kesehatan pernapasan
dari pasiennya, bahkan hingga menyebabkan pasiennya meninggal dunia.
Dengan mengolah daun waru, maka TBC yang dialami oleh pasien akan
sembuh. Berikut ini adalah langkah pengolahan daun waru untuk mengobati
TBC :
Ambil segenggam daun waru
Rebus daun waru dengan air hingga mendidih dengan tiga gelas air
Tunggu hingga air yang mendidih tersisa ¾ gelas
Minum rebusan daun waru secara rutin dan juga teratur untuk membantu menyembuhkan gejala TBC
2. Mengobati penyakit batuk
Selain TBC, daun waru juga memiliki manfaat yang sangat baik untuk
membantu menyembuhkan dan mengobati penyakit batuk. Bagi anda yang
mengalami sakit gejala batuk, maka cobalah langkah-langkah pengolahan
daun waru di bawah ini untuk menyembuhkan batuk anda :
Ambil 10 – 15 lembar daun waru, cuci bersih
Rebus daun waru dengan 3 gelas air
Tunggu hingga mendidih dan airnya tersisa ¾ gelas saja
Minum secara rutin dan juga teratur untuk menyembuhkan penyakit batuk anda
3. Mengobati amandel yang membengkak
Amandel merupakan salah satu kelenjar yang terletak di sekitar area
tenggorokan kita. Ketika amandel ini membengkak, maka yang akan terasa
adalah sakit dan juga perih pada bagian tenggorokan dan sulit untuk
menelan makanan. Untuk membantu proses penyembuhan amandel, maka dapat
memanfaatkan daun waru. Caranya pun juga sangat mudah. Yang harus
Dilakukan hanyalah merebus daun waru seperti resep untuk mengobati
batuk, minum air rebusannya secara teratur untuk membantu penyembuhan
dan juga pengobatan dari penyakit pembengkakan amandel anda.
4. Menyembuhkan radang usus
Radang usus merupakan kondisi dimana usus mengalami luka atau infeksi
sehingga menyebabkan radang yang dapat mengganggu kelancaran proses
pencernaan, dan seringkali menyebabkan rasa perih pada bagian perut
kita. untuk mengobati dan juga mengatasi radang usus ini, anda juga bisa
memanfaatkan khasiat dari daun waru. Yang haus anda lakukan hanyalah
memakan kuncup dari daun waru. Anda dapat memakan daun waru sebagai
lalapan untuk membantu menyembuhkan dan juga mengatasi radang usus.
5. Mengatasi buang air besar berdarah
Buang air besar berdarah juga merupakan salah satu efek dari munculnya
radang usus, namun juga bisa disebabkan oleh kemungkinan lainnya. Untuk
membantu mengatasi buang air besar berdarah ini, anda juga bisa
memanfaatkan daun waru. Caranya adalah anda hanya perlu meremas 7 lembar
daun waru dengan air dan juga gula merah. Anda hanya tinggal meminum
perasan daun waru dengan gula merah tersebut secara rutin dan juga
teratur untuk membantu mengatasi buang air besar berdarah yang anda
alami.
6. Mengobati muntah darah
Selain buang air besar yang berdarah, manfaat daun waru juga sangat baik
untuk kesehatan lainnya yaitu dapat digunakan untuk mengobati muntah
darah. Untuk mengobati muntah darah, juga dapat melakukan hal yang sama
seperti ketika menangani buang air besar berdarah, yaitu dengan cara
mencampur 7 lembar daun waru yang sudah dipotong-potong dengan air, lalu
kemudian diperas. Setelah itu anda dapat meminum hasil perasan dari
daun waru tersebut.
7. Dapat menghentikan pendarahan
Daun waru juga diyakini mampu untuk membantu menghentikan pendarahan,
baik itu di dalam tubuh maupun di luar tubuh. untuk pendarahan di dalam
tubuh, anda dapat membuat larutan dan juga air rebusan daun waru, lalu
kemudian anda minum. Bagi luka dan juga pendarahan di luar tubuh, anda
bisa mencacah daun waru, lalu kemudian menempelkan hasil cacahan daun
waru pada bagian kulit luar tubuh anda yang mengalami luka tersebut.
8. Mengobati rambut rontok
Anda memiliki masalah dengan kerontokan rambut? Cobalah anda menggunakan
ramuan yang dibuat dengan menggunakan daun waru. Berikut ini adalah
langkah – langkah menggunakan daun waru untuk obat kerontokan rambut :
Ambil dan cuci kurang lebih 30 lembar daun waru dan daun randu
Giling kedua jenis daun tersebut hingga halus, lalu tambahkan dengan manfaat minyak jarak dan juga perasan jeruk nipis
Setelah diaduk secara merata, anda bisa memeras ramuan tersebut dengan
menggunakan sehelai kain, lalu kemudian gosokkan air perasan tersebut ke
bagian klit kepala anda secara teratur.
9. Menyuburkan rambut
Daun waru juga memiliki manfaat lainnya yaitu untuk menyuburkan rambut
anda. Selain itu, daun waru juga bisa membantu untuk menyehatkan dan
juga membantu menjaga kesehatan rambut, seperti memperkuat akar rambut
dan juga mencegah kerontokkan rambut.
10. Mengobati bisul
Manfaat lainnya dari daun waru bagi manusia adalah sebagai obat bisul.
Ya, bisul juga bisa anda obati dengan memanfaat daun waru. Berikut ini
adalah langkah-langkah mengobati bisul dengan menggunakan daun waru :
Ambil 5 hingga 10 lembar daun waru, lalu cuci hingga bersih
Cacah atau giling daun waru hingga halus
Kemudian tempelkan daun waru yang sudah dicacah dan dihaluskan pada bagian kulit yang mengalami gangguan bisul.
Itulah manfaat dari daun waru bagi kesehatan tubuh kita. semoga artikel
mengenai manfaat daun waru ini dapat menambah wawasan anda dan juga
dapat bermanfaat bagi anda semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar