Mungkin sebagian besar dari Anda asing dengan nama buah satu ini. Buah
kepel adalah buah yang di jaman dulu dianggap sebagai tanaman kalangan
ningrat Jawa, sehingga di masa lalu lebih banyak ditanam di pemukiman
kalangan keluarga raja. Itu pula sebabnya banyak dari masyarakat awam
masih asing dengan buah kepel yang sekilas mirip dengan sawo ini.
Padahal terdapat banyak manfaat buah kepel untuk kesehatan bila Anda
rutin mengonsumsi buah kepel. Kandungan nutrisi dan senyawa essensial
yang berlimpah di dalam buah berbiji besar ini menjadikan buah ini sejak
zaman dulu sudah lazim dikenal sebagai herbal pengobatan tradisional.
Ciri khas dari pohon kepel adalah pohonnya berdiri tegak, tingginya bisa
mencapai 25 m. Cabang-cabang pohon kepel mendatar, apabila dilihat
tajuknya hampir mirip dengan phon cemara. Diameter batang pohon kepel
bisa mencapai 40 cm dengan warna kecoklatan sedikit hitam serta banyak
benjolan pada batangnya yang biasanya pada benjolan itulah tumbuh bunga
yang kemudian menjadi buah kepel.
Daun kepel berbentuk lonjong dengan warna hijau gelap, daun kepel halus
dan tidak berbulu. Adapun daun mudanya mempunyai warna sedikit merah
jambu. Daun kepel yang masih muda juga dipercaya dapat mengobati
berbagai macam penyakit diantaranya adalah penyakit asam urat.
Bunga kepel berkelamin tunggal yang mula-mula berwarna hijau yang muncul
pada benjolan-benjolan batangnya, dan kemudian akan berubah warna
menjadi putih sebelum kemudian menjadi buah yang berbentuk bulat-bulat.
Pada umumnya buah kepel berbentuk agak bulat dan memiliki warna
kecoklatan. Sedangkan daging buah kepel mempunyai warna jingga. Buah
kepel yang matang dapat dimakan dalam keadan segar, daging buah kepel
yang berwarna jingga mempunyai aroma yang harum seperti bunga mawar.
Buahnya sangat unik, sekilas mirip dengan buah sawo, namun bagian
dalamnya sangat berbeda dengan sawo. Daging buahnya relatif sangat tipis
melapis bijinya yang hitam kecoklatan besar. Dagingnya lembut dan
memiliki aroma harum yang khas. Biasanya buah kepel tumbuh bergerombol
pada batang utama pohon di sisi bagian bawah sehingga sangat mudah
dijangkau.
Memang masih belum banyak riset yang mengulas mengenai tanaman kepel.
Namun kami berhasil menghimpun sejumlah riset yang dikembangkan para
periset Indonesia untuk membuktikan manfaat buah kepel bagi kesehatan.
Khasiat hepaprotektif
Dalam riset yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian IPB dan dijurnalkan
dalam Scientific Repository IPB 2011 diungkap bahwa terdapat kemampuan
hepaprotektif atau perlindungan terhadap fungsi hati pada daging buah
kepel.
Dari hasil riset ini ditemukan adanya kemampuan mengembalikan kinerja
produksi emzim dalam hati dan membantu melakukan regenerasi sel terhadap
hati yang mengalami kerusakan. Meski dalam riset bersangkutan
penelitian hanya menggunaan beberapa sampel tikus mencit yang sudah
dikondisikan mengalami kondisi hepatitis dalam beberapa level.
Khasiat mengatasi bau badan dan bau mulut
Masih berdasarkan salah riset yang diungkap dalam Scientific Repository
IPBtahun 2012 disampaikan adanya kemampuan buah kepel yang secara alami
memengaruhi sistem produksi keringat dan enzim pemicu bau badan.
Pada dasarnya aroma alami tubuh disebabkan oleh dua faktor, feromon yang
membawa aroma alami dan mercaptan yang membawa aroma kurang sedap.
Dalam kasus ini, buah kepel akan bekerja mengendalikan produksi
mercaptan. Selain dalam daging buah kepel ditemukan agen anti bakteri
yang kuat melawan pembentukan amonia yang berasal dari reaksi keringat
dan bakteri serta jamur. Aroma asam buah kepel juga berasal dari efek
amonia tadi.
Sebagai anti bakteri oral
Dalam riset lain yang dikembangkan oleh Universitas Sudirman Purwokerto
pada tahun 2010, ditemukan adanya agen anti bakteri kuat dalam buah
kepel. Kandungan sejumlah senyawa anti bakteri, flavonoid, terpenes, dan
quercetin, disertai tingginya kadar vitamin C serta A dalam buah kepel
terbukti berfungsi melawan bisul dan jerawat secara oral.
Riset lain yang juga membahas mengenai manfaat daging buah kepel
terhadap jerawat juga dibuktikan dalam riset yang dikembangkan di
kawasan Cilacap di bawah operasi lembaga riset IPB pada tahun yang sama.
Untuk mengatasi penurunan fungsi ginjal
Kandungan antioksidan dalam buah kepel sangat tinggi. Flavonoidnya
tergolong lengkap dengan kadar alkaloid, fenolik, dan quercetin yang
tinggi. Pemberian asupan buah kepel terhadap mencit dalam riset yang
dijurnalkan pada Scientific Repository IPB tahun 2014 terbukti tidak
mengganggu fungsi ginjal, melainkan justru membantu mempercepat proses
regenerasi sel pada ginjal dan menghambat kerusakan sel ginjal.
Selain itu, dalam buah kepel juga ditemukan adanya kemampuan diuretik
yang akan mendorong Anda lebih banyak menghasilkan air kencing. Fungsi
diuretik ini akan sangat penting untuk membantu melancarkan kencing dan
meluruhkan endapan dalam ginjal.
Sebagai media kontrasepsi alami
Kandungan isoflavon dan fitoestrogen dalam buah kepel sangat tinggi.
Sifat alami dari fitoestrogen adalah sebagai anti implantasi yang
bekerja mencegah kehamilan. Meski belum banyak ulasan mengenai kemampuan
fitoestrogen dalam daging buah kepel, namun keberadaan fitoestrogen
sudah diakui dalam jurnal yang dilamankan dalam
indonesianjpharm.farmasi.ugm.ac.id tahun 2007.
Sebagai obat asam urat
Kandungan alkaloidnya yang tinggi efektif mengatasi asam urat yang
menjadi penyebab rasa nyeri dan kerusakan sendi. Alkaloid akan larut
dalam darah dan menetralisir kadar ph pada area sendi dengan cepat.
Bekerja sebagai anti kanker
Dalam daging buah kepel juga ditemukan kandungan acetogenin, styryl
lactons, dan isoflavon yang akan bekerja sebagai anti kanker. Temuan ini
diungkap Scientific Repository IPB tahun 2006. Acetogenin merupakan
senyawa unik yang bekerja menghambat permeabilitas mitokondria dari sel
kanker dan mengontrol apoptosis sel kanker. Styryl lactons memiliki
peran untuk meningkatkan tumor supressor gene, sedang isoflavon akan
bekerja mengendalikan sifat estrogenik sel kanker.
Mempercepat proses regenerasi sel
Kandungan vitamin E, terpenes, dan quercetin dalam daging buah kepel
menjadikan munculnya manfaat buah kepel terhadap fungsi regenerasi sel
dan pemurnian DNA. Itu sebabnya di masa lalu Putri Keraton sering
mengonsumsi buah kepel untuk membantu mengatasi jerawat sekaligus
menghilangkan sisa bekas luka jerawat. Sifat regenerasi sel ini juga
akan membantu menjaga kebugaran tubuh dan menjaga seseorang awet muda.
Apakah Anda tertarik merasakan manfaat-manfaat diatas? Bagi Anda yang
ingin mencoba buah kepel, mungkin perlu upaya cukup besar karena buah
ini masih jarang ditemukan. Namun buah kepel bisa lebih mudah ditemukan
di daerah Yogyakarta dan sekitarnya.
Memang masih diperlukan riset lebih banyak untuk mengungkap manfaat buah
kepel bagi kesehatan. Tetapi beberapa pusat riset di Indonesia masih
akan terus mencari berbagai kandungan dalam buah kepel. Bukan tidak
mungkin, ke depannya akan ditemukan lebih banyak lagi manfaat tambahan
dari buah kepel untuk kesehatan kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar