Kamboja
Bunga Kamboja umumnya ditanam di pekarangan rumah untuk mempercantik
rumah. Bunga kamboja ini tidak hanya banyak dijumpai di Indonesia, namun
banyak juga dimanfaatkan oleh negara lain. Dibalik warnanya yang indah
dan cantik tanaman Kamboja menyimpan fakta unik yang tak terduga.
Nama lokal: Semboja, kamboja (Jawa); samoja, kamoja (Sunda); pandam
(Minangabau); campaka bukul, campaka sabakal, campaka malja (Madura);
bunga jebun (Bali); capaka kubu (Tidore); saja kolocucu (Ternate); bunga
uwae mawara, bunga tampung (Bugis)
Nama asing: Kalachuche, kaiasusi, kalatsutsi (Filipina); frangipani,
pagoda tree (Inggris); flor de mayo (Meksiko); perungalli, champa,
chafa, temple tree (India); dead man’s fingers (Australia); champa
(Laos); plumeria, melia (Hawai); araliya (Srilanka); calachuchi
(Thailand); mian zhi zi (Cina)
Ikhtisar
Nama genus Plumeria berasal dari nama botanis asal Prancis yang
bepergian ke Dunia Baru dan mendokumentasikan beragam spesies flora
fauna pada abad ke-17, Charles Plumier. Di dunia, kamboja dikenal dengan
sebutan frangipani yang merujuk pada nama yang diberikan seorang
bangsawan Italia yang menemukan parfum beraroma plumeria. Plumeria yang
asli Amerika Tengah, Meksiko, Karibia, dan Amerika Selatan itu kini
tumbuh menyebar di daerah tropis. Genus Plumeria mengalami revisi nama
menjadi Plumeria rubra, Plumeria obtusa, dan hibridnya, Nama acuminata,
acutifolia, dan lutea dimasukkan ke dalam Plumeria rubra. Plumeria
acuminata yang berubah menjadi Plumeria rubra forma acutifolia berbunga
berwarna putih hingga kuning. Plumeria rubra forma lutea berwarna kuning
dengan semburat merah muda. Nama lainnya Plumeria rubra forma
acutifolia. Termasuk bangsa Gentianales, suku Apocynaceae.
Sosok
Tanaman: Membentuk pohon kecil dengan tinggi 3-7 m. Batang halus dan
berkilau. Batang sukulen – menyimpan banyak air. Mengandung getah
seperti susu yang lengket dan dapat menimbulkan iritasi bila terkena
mata dan kulit. Kayunya putih kekuningan dan lembut. Percabangan tebal
dan berdaun di bagian ujung.
Daun: Tumbuh mengumpul pada ujung terminal cabang, bentuk bulat
memanjang 20-40 cm. Lebar sekitar 7 cm tersusun spiral pada akhir
cabang.
Bunga: Biseksual (bunga sempurna), beraroma wangi. Warna putih dengan
bagian tengah dalam berwarna kuning. Bunga hibrida banyak berwarna
paduan merah. Panjang 5-6 cm.
Buah: Linear – bulat memanjang atau elips dengan ujung lancip. Panjang 15-20 cm dengan diameter 1,5-2 cm.
Biji: Banyak dan bersayap.
Kandungan kimia
Kulit kayu mengandung glukosida irridoid. Daun mengandung
stigmast-7-enol, lupeol carboxylic acid, lupeol acetate, ursolic acid.
Dari akar berhasil diisolasi fulvoplummierin, plumericin,
beta-dihydroplumericin, beta-dihydropluericinic acid. Batang mengandung
minyak esensial yang terdiri dari geraniol, citronella, farnesol,
phenylethyl alohol.
Pemanfaatan Bunga Kamboja
Serupa dengan di Indonesia, di India kamboja yang berwarna putih identik
dengan kematian dan pemakaman. Di Filipina, pohon kamboja juga ditemui
tumbuh di wilayah pemakaman. Namun, karena kecantikan bunganya, tidak
jarang bunga yang dijuluki temple tree itu dipergunakan sebagai tanaman
hias seperti yang terlihat di tempat peribadatan umat hindu di Bali.
Bunga juga dijadikan hiasan riasan tradisional adat Bali hingga bunga
pelengkap janur dan dekorasi. Di Cina bunganya kadang dibuat manisan. Di
Jawa kulit batangnya untuk mengobati kaki pecah-pecah. Air seduhannya
untuk merendam kaki yang bengkak. Seluruh bagian tumbuhan penuh getah
putih, orang dahulu mengoleskannya pada gusi yang sakit karena gigi
berlubang. Getah juga dioleskan pada luka bengkak agar bengkaknya cepat
matang dan mata intinya dapat keluar. Di Madura kamboja dipakai sebagai
pencahar. Pasta yang berasal dari akar yang dihancurkan secara topikal
diaplikasikan untuk meningkatkan laktasi pada ibu menyusui. Pasta akar
juga diaplikasikan untuk mencegah nanah pada luka terbuka. Di Meksiko,
dekoksi (air rebusan) bunganya dipakai untuk mengatasi diabetes.
Sedangkan di Yukatan, getahnya digunakan untuk obat sakit gigi.
Aktivitas farmakologis
Antikanker: Penelitian bertujuan menginvestigasi sitotoksik dan efek
apoptosis saponin yang berasal dari pohon kamboja pada sel karsinoma sel
skuamosa oral (OSCC). OSCC ditempatkan pada 2 x 104 sel/well dalam
sebuah 96-well plate diberi perlakuan dengan saponin dari pohon kamboja
dan cisplatin dalam konsentrasi berbeda selama 24 jam. Uji eksklusi
Trypan blue dye dan ethidium bromide/ acridine orange masing-masing
digunakan untuk mengevaluasi sitotoksisitas dan efek apoptosis pada sel.
Hasil menunjukkan baik saponin dan cisplatin memiliki efek sitotoksik
dan apoptosis pada OSCC. Saponin yang berasal dari pohon kamboja dapat
berpotensi sebagai agen antikanker untuk OSCC.
Antiinflamasi: Ekstrak metanol daun kamboja menunjukkan aktivitas
antiinflamasi secara nyata. Hasil maksimal dicapai pada dosis 500 g/kg
BB yang diberikan pada tikus yang mengalami inflamasi akibat induksi
karagenan.
Antipiretik dan antinosiseptif: Ekstrak metanol daun pada beberapa dosis
(100, 250, dan 500 mg/kg bobot tubuh tikus) menunjukkan aktivitas
antipiretik (penurun demam) dan antinosiseptif (penghilang rasa sakit)
yang signifikan. Ekstrak juga menunjukkan kemampuan yang sama dengan
parasetamol dosis 100 mg/kg BB. Aktivitas pengurang rasa sakit diduga
terjadi karena kemampuan daun kamboja mengurangi peradangan.
Antioksidan: Aktivitas antioksidan memperlihatkan peningkatan nyata
seiring kenaikan dosis ekstrak metanol daun kamboja. Dosis yang
diujicobakan berkisar antara 50, 100, 200, 300, 400, dan 500 µg.
Antimikrob: Ekstrak metanol daun kamboja diujikan pada beberapa jenis
bakteri: gram positif (Bacillus subtilus, Staphylococcus aureus, dan
Micrococcus luteus) dan gram negatif (Escherichia coli, Pseudomonas
aeruginosa, dan Salmonella typhimurium). Ternyata ekstrak pada
konsentrasi 250 µg/ml dan 1.000 µg/ml menunjukkan aktivitas penghambatan
pada semua bakteri kecuali S. typhimurium. Ekstrak bersifat netral
terhadap M. luteus, E. coli, dan P. aeruginosa.
Bunga Kamboja Sebagai Obat Kelamin
Kembang Kuburan alias bunga kamboja (Plumeria alba) ternyata menyimpan
banyak manfaat. Bunga berkelopak lima ini tak hanya bisa digunakan untuk
berbagai rangkaian ritual keagamaan, tetapi juga 'mengampuni'
orang-orang berpenyakit kotor.
"Di balik kemistikan kamboja atau orang Jawa biasa menyebut semboja, ia
menyembunyikan berbagai kebaikan buat manusia. Lewat akar, sirap kulit,
getah, kuntum bunga dan daun yang eggan bergerombol, semboja diam-diam
amat bermanfaat. Akarnya bisa 'mengampuni' orang-orang berpenyakit
kotor,"
Dijelaskan, dengan meminum rebusan akar semboja, laki-laki penderita
kencing nanah (gonorrhe) akibat suka 'jajan' pun disembuhkan. "Bisa jadi
akar-akar semboja melalui remah-remah jenazah yang telah berubah
menjadi unsur hara, memohon ampunan bagi sang pendosa tersebut.
Memperingati para laki-laki agar insyaf kembali ke jalan benar,".
mari gabung bersama kami di Aj0QQ*c0M
BalasHapusBONUS CASHBACK 0.3% setiap senin
BONUS REFERAL 20% seumur hidup.
ayo segera bergabung dengan saya di D3W4PK
BalasHapushanya dengan minimal deposit 10.000 kalian bisa menangkan uang jutaan rupiah
ditunggu apa lagi ayo segera bergabung, dan di coba keberuntungannya
untuk info lebih jelas silahkan di add Whatshapp : +8558778142
terimakasih ya waktunya ^.^