Gembili
jenis tumbuhan yang berbuah di bawah tanah. Tumbuhan ini jenis umbi
yang tumbuh merambat dengan daun berwarna hijau dan batang berduri di
sekitar umbi nya terdapat duri berwarna hitam kelam (jawa: Marung).
Buahnya menyerupai ubi jalar dengan ukuran sebesar kepalan tangan orang
dewasa. Berwarna coklat muda dengan kulit tipis. Umbinya berwarna putih
bersih dengan tekstur menyerupai ubi jalar dan rasa yang khas. Nilai
kalori yang terdapat pada gembili adalah 95 ka V 100g. Tanaman ini
menjadi makanan sekunder di beberapa negara tropis. gembili mengandung
etanol yang dapat digunakan sebagai bahan baku bio-etanol atau minuman
beralkohol.
Pada
masa penjajahan Jepang gembili dijadikan sebagai bahan pangan. Gembili
merupakan tanaman pekarangan saja, biasanya untuk batas pekarangan. Umur
panennya agak lama, yaitu 7-9 bulan. Di Jawa Tanaman ini akan tumbuh
subur pada saat musim penghujan tiba.
Tumbuhan
ini dapat kita temukan di iklim tropis seperti INDONESIA. Tanaman ini
diperkirakan berasal dari daratan Indo-Cina. Gembili masuk dalam
spesies Dioscorea esculenta (Lour.) Burkill. Gembili disebut juga Lesser
yam, Chinese yam, Asiatic yam. Nama Lokal gembili adalah ubi aung (Jawa
Barat), mbili (Jawa Tengah), kombili (Ambon). Bentuk umbi gembili pada
umumnya bulat sampai lonjong, tetapi ada juga bentuk bercabang atau
lobar. Permukaan umbi licin, warna kulit umbi krem sampai coklat muda,
warna korteks kuning kehijauan dan warna daging umbi putih bening sampai
putih keruh. Umbi gembili berdiameter sekitar 4 cm, panjang 4 cm sampai
10 cm dengan bentuk bulat atau lonjong. Tebal kulit umbi sekitar 0,04
cm. Kulit umbi mudah dikupas karena cukup tipis. Berat umbi sekitar 100 –
200 gram.
Komponen
kimia terbesar pada gembili adalah air kemudian karbohidrat.
Karbohidrat pada gembili tersusun atas gula, amilosa dan amilopektin.
Komponen gula tersusun atas glukosa, fruktosa dan sukrosa sehingga
menyebabkan rasa manis. Protein pada gembili tersusun atas asam amino
yang jumlahnya rendah yaitu asam amino sulfur (metionin dan sistein),
lisin, tirosin dan triptofan, sedangkan asam amino yang lain jumlahnya
besar.
Berbagai
penelitian menunjukkan, kandungan gizi tepung lokal tak berbeda jauh
dari tepung terigu. Dengan demikian, tepung lokal memiliki prospek baik
untuk mensubstitusi tepung terigu.Badan Bimbingan Massal dan Ketahanan
Pangan (BMKP) Jawa Tengah, bekerja sama dengan beberapa perguruan
tinggi, telah mengolah aneka tepung lokal menjadi berbagai produk olahan
pangan yang lezat dan menarik. Pemanfaatan tepung lokal sebagai bahan
substitusi dan pengganti terigu dapat mengurangi kebutuhan terigu mulai
dari 20 % hingga 100 %.
Sayangnya,
hingga kini belum banyak pengusaha yang mau memproduksi tepung lokal
dalam skala komersial, sehingga konsumen masih mengalami kesulitan dalam
memeperoleh tepung alternatif tersebut.
Beberapa
bahan pangan lokal di Indonesia yang dapat ditepungkan antara lain
berasal dari serealia (misal jagung dan sorgum), umbi-umbian (uwi,
ganyong, gadung, gembili, garut, sente, suweg, singkong, talas, ubi
jalar, dan kentang), serta buah-buahan (pisang, sukun, labu, dan nangka
muda).
Gembili
merupakan salah satu jenis tanaman umbi yang menjadi salah satu makanan
kegemaran di pedesaan. Gembili memiliki buah serupa dengan ubi jalar
yang berukuran satu kepalan orang dewasa. Gembili memiliki kulit yang
tips dan berwarna coklat muda. Jenis umbi yang satu ini enak jika
dimakan dengan cara direbus atau dikukus dan menghasilkan tekstur yang
gembur. Gembili tidak seperti gadung yang beracun atau talas yang dapat
membuat gatal sehingga aman untuk dikonsumsi. Ada beragam jenis gembili
di Indonesia yang cukup terkenal seperti gembili gajah, gembili ketan,
gembili srewot, dan gembili wulung.
Nutrisi yang Terkandung dalam Gembili
Berikut ini kandungan yang terdapat pada gembili per 100 gram dengan bagian yang dapat dimakan 85%.
Protein 1,5 gram
Lemak 0,1 gram
Energi 95 kilokalori
Karbohidrat 22,4 gram
Fosfor 49 miligram
Zat besi 1 miligram
Kalsium 14 miligram
Vitamin A sebanyak 0 IU
Vitamin C 4 miligram
Vitamin B1 0,,05 miligram
Perlu
diingat jika hasil penelitain pada tiap gembili dapat berbeda satu
dengan yang lain karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi.
Gembili
memiliki banyak manfaat bagi kesehatan sehari-hari manusia karena
mengandung zat-zat penting. Beragam nutrisi yang terkandung dalam
gembili dapat bermanfaat untuk :
1. Bahan pembuatan produk makanan
Gembili
dapat digunakan sebagai bahan pembuatan mie instan, kerupuk atau bahkan
kue. Selain itu gembili juga dapat digunakan sebagai makanan tambahan
dan untuk diekstrak menjadi tepung. Gembili yang diekstrak dari tepung
memiliki serat yang halus sehingga mudah untuk dicerna dan bagus untuk
para penderita pencernaan. Makanan dari gembili tentu lebih sehat jika
dibandingkan dengan jenis makanan praktis yang banyak beredar sekarang.
Berbeda dengan gembili atau produk makanan tradisinal yang lain, makanan
sekarang banyak mengandung beragam bahan kimia berbahaya dan dapat
menginvasi kesehatan kita.
Tidak
heran jika orang sekarang lebih banyak terkena penyakit jika
dibandingkan dengan penduduk yang masih menggunakan bahan makan
tradisional pada jaman dahulu. Gembili sendiri merupakan jenis makanan
tradisional yang banyak dianggap sebagai makanan desa sehingga banyak
yang merasa gengsi untuk memakannya. Namun meski demikian, gembili,
memiliki begitu banyak manfaat bagi kesehatan kita sehingga tidak akan
merugikan bagi mereka yang gemar mengonsumsinya.
2. Mengenyangkan Perut
Umbi
gembili tidak hanya enak digunakan sebagai bahan pembuatan makanan
melainkan juga dapat memberi efek kenyang pada pengonsumsinya. Meskipun
rasa gembili tergolong pahit namun nyatanya, gembili dapat digunakan
sebagai pengganti makanan pokok yang menyehatkan.
3. Mengandung zat glucomannan
Zat
yang satu ini menyatu dengan manfaat proteinyang berperan untuk
mengurangi kolesterol jahat dari dalam tubuh. Bukan hanya itu,
keberadaan zat ini juga dapat digunakan meningkatkan kolesterol baik
yang berguna bagi tubuh.
4. Pupuk hijau
Bukan
hanya mengandung banyak khasiat yang baik bagi kesehatan, namun daun
gembili juga dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman lain dengan
dibuat pupuk hijau. Daun gembili dapat digunakan sebagai media tanam
pada tanaman rimpang seperti lengkuas, jahe atau dapat pula pada tanaman
hias seperti pakis, begonia dan wijayakusuma.
Karakteristik Tanaman Umbi Gembili
Gembili
tumbuh secara merambat dengan batang berduri dan daun yang bewarna
hijau. Meski banyak masyarakat yang menyukai gembili namun tanaman ini
ditanam dengan jumlah yang terbatas karena umur panennya agak lama serta
bibit yang tersedia juga terbatas. Gembili banyak ditemukan di Papua
dengan masa panen 7 hingga 9 bulan. Penggunaan gembili pada suku Kanum
bahkan digunakan sebagai mas kawin dalam melakukan pernikahan. Dengan
kegunaannya sebagai mas kawin tersebut maka gembili merupakan sebuah
tanaman yang begitu penting bagi suku kanum.
Menanam
gembili sama seperti melakukan budidaya pada ubi jalar yaitu pada
guludan. Benih gembili berupa umbi yang berukuran kecil atau sedang.
Umbi yang akan ditanam biasanya ditanam dulu pada tempat yang terhindar
dari jangkauan sinar matahari dan tempat yang sejuk. Ketika sudah mulai
ditanam dan disemai, umbi dari gembili akan mulai muncul tunas ketika
musim penghujan. Tanaman gembili sudah dapat terlihat menyembul dari
tanah antara 1 minggu hingga 10 hari. Jika sudah menyembul petani mulai
menyiapkan ajir yaitu belahan bambu atau dapat pula yang berasal dari
ranting kayu dengan panjang kurang lebih 3 meter. Ajir dipasang dengan
arah miring kesamping dengan bentuk segitiga.
ayo segera bergabung dengan saya di D3W4PK
BalasHapushanya dengan minimal deposit 10.000 kalian bisa menangkan uang jutaan rupiah
ditunggu apa lagi ayo segera bergabung, dan di coba keberuntungannya
untuk info lebih jelas silahkan di add Whatshapp : +8558778142
terimakasih ya waktunya ^.^